4 Tips Nyaman Pakai Masker, Hindari Make Up

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memakaikan masker pada orang lain. Freepik.com/Prostoleh

    Ilustrasi wanita memakaikan masker pada orang lain. Freepik.com/Prostoleh

    TEMPO.CO, JakartaMasker merupakan alat pelindung diri yang disarankan untuk digunakan selama pandemi Covid-19. Masker berfungsi untuk melindungi area hidung dan mulut dari percikan air liur pasien positif virus corona.

    Sayangnya, penggunaan masker seringkali dirasa tidak nyaman terlebih jika digunakan seharian di daerah tropis. Ada yang mengalami iritasi, jerawat, atau lembab akibat area yang tertutup oleh masker.

    Untuk membuat masker lebih nyaman digunakan, situs Cleveland Clinic dan AARP rupanya memiliki berbagai tips jitunya. Mengetahui lebih dalam tentang hal tersebut, berikut adalah empat diantaranya.

    1. Pilih bahan yang tepat
      Sekarang, banyak beredar masker yang diperjualbelikan di pasaran. Ini termasuk masker medis, masker kain (bahan polyester, bahan katun, bahan sutra) atau masker N-95. Sayangnya, tidak semuanya bisa memberikan kenyamanan saat digunakan. Lantas, mana yang paling baik tapi juga efektif?

      Penelitian terbaru oleh profesor ilmu mikrobiologi di University of Illinois, Taher Saif membuktikan bahwa masker kain dengan bahan katun lah yang terbaik. “Kami telah menguji seluruh jenis masker. Yang terbuat dari bahan katun itu lebih ringan dan memudahkan pemakainya untuk bernafas. Kemampuannya dalam menghentikan tetesan air liur juga setara dengan masker bedah,” katanya.

    2. Hindari menggunakan riasan wajah
      Di suhu yang panas, keringat yang bercampur dengan produk riasan wajah akan membuat efektivitas masker berkurang. Selain itu, ahli dermatologi di University of Pennsylvania, Carrie Kovarik juga mengatakan bahwa udara yang lembap dan menguap disertai produk kecantikan bisa menyumbat pori-pori kulit sehingga berpotensi menjadi jerawat. Untuk itu, Kovarik merekomendasikan untuk menggunakan masker dengan kondisi wajah yang bersih.

    3. Tidak melakukan aktivitas yang memicu keringat
      Saat akan melakukan kegiatan di luar rumah, sebaiknya pilih waktu dimana matahari tidak dalam kondisi terik dan menyengat. Sebab, keringat bisa memicu tingkat kelembaban pada area tertutup masker sehingga meningkatkan risiko iritasi.

      Jika terpaksa pergi, ahli biometeorologi yang mempelajari efek panas pada kesehatan di Arizona State University, Jennifer Vanos mengimbau untuk membawa peralatan penting. Ini termasuk kompres es atau kain lembap, serta kipas angin portable. “Hal lain yang Anda bisa contoh dari banyak orang di negara-negara Asia selama musim panas adalah melindungi diri mereka sendiri dengan payung. Semuanya membantu tetap mendinginkan tubuh dan mencegah keringat yang dapat merusak masker,” pungkasnya.

    4. Bawa masker cadangan
      Bagi Anda yang tidak bisa menjaga masker tetap kering dan nyaman, maka tidak ada solusi lebih baik selain menukarnya dengan masker cadangan. Cara mengidentifikasi masker yang sudah tidak layak pakai itu termasuk lembab, tidak fit hingga ada rasa gatal dan mengganjal saat dipakai.

      “Kalau sudah tidak nyaman, penting untuk mengganti dengan masker baru. Tapi pastikan untuk mengikuti rekomendasi keamanan CDC saat mengganti masker, seperti menghindari orang banyak dan mencuci atau membersihkan tangan Anda terlebih dahulu,” kata Vanos.

      SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | CLEVELANDCLINIC | AARP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.