Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Masalah Kulit saat Berpuasa di Cuaca Ekstrem, Jerawat sampai Bibir Kering

Reporter

image-gnews
Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. Shutterstock.com
Ilustrasi bibir kering dan pecah-pecah. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), Arini Astasari Widodo, mengatakan munculnya jerawat hingga bibir kering adalah masalah kulit yang sering terjadi saat berpuasa di tengah cuaca ekstrem.

“Kita dapat mengatasi dampak buruk perubahan cuaca terhadap kulit. Dengan menjaga barrier kulit, melindungi kulit dari sinar matahari, dan menggunakan produk perawatan yang tepat, kita dapat membantu kulit tetap sehat dan terawat meski di tengah perubahan cuaca yang ekstrem,” kata Arini.

Ia menuturkan ketika berpuasa kulit akan merasakan dehidrasi karena asupan makanan dan minuman akan berkurang selama berjam-jam. Hal tersebut menyebabkan kulit kering dan berpotensi memperburuk kondisi kulit yang sudah ada. Misalnya, kulit tampak tidak segar dan kusam, termasuk munculnya jerawat.

Menurutnya, jerawat yang muncul di permukaan kulit dipengaruhi perubahan pola makan, pola hidup, dan tingkat stres selama puasa. Misalnya saat Ramadan, muncul banyak makanan manis yang sehari-hari tidak dikonsumsi, seperti kolak, blewah, es campur, dan aneka takjil lain.

Hal sama juga menjadi penyebab bibir kering yang dipicu kurang asupan air dan waktu istirahat selama menjalankan puasa Ramadan. Untuk mencegah bibir semakin kering, ia menyarankan aktivitas fisik ringan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap lancar. Arini membagikan tips mudah agar kedua kondisi kulit itu tidak terjadi atau semakin parah.

Hindari sinar UV
Langkah pertama, ia menganjurkan penggunaan tabir surya secara teratur, dengan UVA dan UVB yang memadai, harus digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau hujan sebab paparan sinar UV masih dapat terjadi di bawah awan dan dapat menyebabkan kerusakan kulit. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Proteksi pada kulit juga bisa diperketat dengan memakai pakaian pelindung yang menutupi sebagian besar bagian tubuh. Pilihlah pakaian berbahan ringan dan longgar untuk melindungi diri tanpa membuat kulit merasa terlalu panas. Pada bagian wajah, kepala, dan leher yang paling rentan terkena paparan sinar matahari, ada baiknya dilindungi topi dengan tepi yang lebar atau kacamata hitam yang dapat melindungi area kulit di sekitar mata.

“Hindari paparan langsung matahari pada jam-jam terik. Jika memungkinkan, cari tempat teduh atau gunakan payung saat berada di luar ruangan,” sarannya.

Kemudian, ia menganjurkan penggunaan pelembab secara teratur untuk menjaga kelembapan kulit serta menghindari sabun yang terlalu keras yang mengandung bahan kimia keras dan dapat membuat kulit kering. Ia menyarankan memilih sabun yang lembut dan bebas pewangi untuk membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapannya.

“Yang terpenting adalah pastikan untuk memperhatikan pola makan. Konsumsi makanan yang kaya antioksidan dan nutrisi penting lain, seperti buah-buahan, sayuran, dan Omega-3 yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit dari dalam dan meminum air yang cukup,” pesan alumni Sekolah Kedokteran Harvard itu.

Pilihan Editor: Dermatolog Sebut Manfaat Cuci Muka Setiap Malam

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

2 hari lalu

Siklon Tropis Megan (BMKG)
Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

Sedikitnya ada delapan faktor penggerak cuaca, di antaranya Monsun Asia, Cold Surge, Siklon Tropis, IOD dan MJO, La Nina dan El Nino, serta Local Convective.


Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

4 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

Ratusan penyelamat terlibat dalam pencarian terhadap sekitar 20 kendaraan yang hilang setelah jembatan jalan raya di Cina ambruk saat hujan lebat


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

5 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


8 Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

8 hari lalu

Ilustrasi wanita dengan jerawat dan bintik hitam. Freepik.com
8 Jenis Jerawat dan Cara Mengatasinya

Jerawat bisa bervariasi dalam jenis dan tingkat keparahannya. Inilah beberapa jenis jerawat yang umum ditemui.


Kapan Kulit Dianggap Tak Sehat dan Butuh Perawatan?

12 hari lalu

Ilustrasi kulit sehat. Shutterstock
Kapan Kulit Dianggap Tak Sehat dan Butuh Perawatan?

Berikut kriteria kulit sehat menurut pakar dan kapan butuh perawatan karena tak sehat.


BMKG: Waspada Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jateng Selatan

13 hari lalu

Ilustrasi Sawah Terendam Banjir. (ANTARA/M Ibnu Chazar/dok)
BMKG: Waspada Terhadap Potensi Bencana Hidrometeorologi di Jateng Selatan

BMKG mengimbau warga di bagian selatan Jawa Tengah untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi


Musim Hujan di Indonesia Tidak Lagi Bulan Berakhiran 'Ber-Ber', Ini Penjelasan BMKG

14 hari lalu

Ilustrasi hujan. Physicsworld.com
Musim Hujan di Indonesia Tidak Lagi Bulan Berakhiran 'Ber-Ber', Ini Penjelasan BMKG

Akibat perubahan cuaca ekstrem, musim hujan di Indonesia tidak lagi jatuh pada bulan berakhiran "ber-ber". BMKG tanggapi pergeseran cuaca ini.


Hujan di Bulan Juli: Ini Seluk-beluk Anomali Cuaca

14 hari lalu

Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri
Hujan di Bulan Juli: Ini Seluk-beluk Anomali Cuaca

Anomali cuaca dapat berupa hujan deras yang tiba-tiba di musim kemarau, kekeringan panjang di musim hujan, atau suhu yang ekstrem di luar perkiraan.


Evakuasi Korban Longsor Tambang di Desa Tulobalo Gorontalo Alami Kesulitan

15 hari lalu

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu 7 Juli 2024. Sumber: Istimewa.
Evakuasi Korban Longsor Tambang di Desa Tulobalo Gorontalo Alami Kesulitan

Evakuasi korban longsor mengalami kesulitan karena kondisi cuaca dan jalan ekstrem menuju lokasi.


Ketahui Apa Saja Manfaat Retinol buat Kulit

17 hari lalu

cara menggunakan retinol/canva
Ketahui Apa Saja Manfaat Retinol buat Kulit

Retinol merupakan turunan vitamin A dan dijuluki vitamin A dalam bentuk kosmetik. Berikut manfaat retinol untuk perawatan wajah.