Kabar Baik, Pemeriksaan Covid-19 Capai 90 Persen dari target WHO

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksanaan Rapid Test massal di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Ahad sore, 22 November 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Pelaksanaan Rapid Test massal di Kelurahan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Ahad sore, 22 November 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan jumlah pemeriksaan COVID-19 dengan tes usap atau PCR (polymerase chain reaction) secara nasional telah mencapai sekitar 90 persen dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Jadi, pada pekan terakhir kemarin kita sudah mampu menembus angka target 90 persen dari target WHO," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers secara virtual dari Graha BNPB Jakarta, Rabu, 2 Desember 2020.

    Ia mengatakan berdasarkan target WHO, dari 1 juta penduduk, yang harus diperiksa sebanyak seribu per pekan. Dari penetapan target tersebut, Satgas COVID-19 mengasumsikan bahwa dari total sekitar 267 juta penduduk Indonesia, target yang harus diperiksa adalah 267 ribu orang per pekan.

    Dari dasar perhitungan itu, Satgas COVID-19 mencatat pada Juli 2020, jumlah pemeriksaan PCR nasional Indonesia baru mencapai 30 persen. Kemudian, Agustus sempat mencapai 40 persen, September di angka 70 persen, Oktober 82 persen, dan terakhir pada 28 November jumlah pemeriksaan telah mencapai 90 persen.

    "Kalau kita lihat progres, bisa terlihat di sini memang progresnya berjalan cukup baik. Ini memang sempat turun di pekan ketiga dan keempat Oktober, saat terjadi libur panjang dan karena masih ada kendala atau tantangan di lapangan sehingga jumlah pemeriksaan menurun pada saat itu," jelas Dewi.

    Tetapi persentasenya naik lagi dan terus meningkat sampai mencapai 90 persen dari target WHO. Dewi mengatakan persentase tersebut diperoleh dari laporan 465 laboratorium yang termasuk dalam laboratorium jejaring.

    Namun, ia menekankan belum tentu semua dari 465 laboratorium jejaring tersebut memberikan laporan tentang hasil pemeriksaan PCR.

    "Jadi belum tentu karena ini adalah yang sudah di-approve. Tapi untuk kesiapan dan pelaksanaan ini juga harus kita lihat lagi di lapangan," ujarnya.

    Sementara itu, fakta di lapangan juga menunjukkan rumah sakit dan laboratorium swasta juga banyak yang melakukan pemeriksaan, tetapi mungkin tidak masuk dalam laporan yang diterima Satgas COVID-19. Oleh karena itu, Dewi menyimpulkan persentase pemeriksaan PCR di Indonesia secara nasional kemungkinan lebih tinggi daripada target WHO.

    "Jadi, sebetulnya angka 90 persen ini bisa jadi lebih tinggi," papar Dewi.

    *Konten ini merupakan kerja sama Tempo.co dengan #SatgasCovid-19 demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tegakkan protokol kesehatan, ingat selalu #pesanibu dengan #pakaimasker, #jagajarakhindarikerumunan, dan #cucitanganpakaisabun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pam Swakarsa, dari Reformasi hingga Wacana Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo

    Dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, Listyo menyampaikan berbagai gagasan akan menghidupkan kembali pam swakarsa.