Macam Kesalahan di Tahun Pertama Pernikahan, Tugas Sulit Pengantin Baru

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suami istri. Shutterstock

    Ilustrasi suami istri. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada anggapan tahun pertama pernikahan masih merupakan fase bulan madu. tapi ternyata, ada beberapa kesalahan paling umum yang sering dilakukan pasangan di tahun pertama pernikahan.

    Mengutip dari Sheknows, berikut kesalahan-kesalahan pengantin baru tersebut.

    Tidak melakukan sosialisasi
    Pada tahun pertama menikah, suami istri harus melakukan sosialisasi dengan tetangga baru dan keluarga baru. Sangat tidak masuk akal untuk selalu bergantung pada pasangan sepanjang waktu.

    Berharap pasangan berubah
    Orang-orang mengira pernikahan akan membuat seseorang lebih dewasa, lebih tenang. Jangan berharap pasangan sekarang berbeda dari tahun lalu.

    Tak paham cara bertengkar
    Anda mungkin tidak tahu bagaimana bertengkar dengan pasangan. Seorang terapis mengungkapkan ada beberapa pasangan yang mencari tahu penyebab gejolak emosi sebelum tidur.

    “Bercakap-cakaplah dengan pasangan saat Anda tidak sedang bertengkar dan tanyakan apa yang menyebabkan marah dan sesuatu yang berguna baginya,” kata terapis tersebut.

    Tidak mengharapkan tugas rumah tangga
    Apakah Anda dibesarkan dengan keyakinan bahwa satu jenis kelamin tertentu bisa melakukan tugas rumah seharian penuh? Apakah Anda memiliki ekspektasi yang berbeda tentang siapa yang melakukan apa agar rumah tetap berfungsi?

    “Duduklah dan bicarakan dengan pasangan tentang bagaimana Anda dibesarkan mengenai peran gender dan apa yang diyakini harus sama atau berbeda berdasarkan pendapat Anda. Buat ekspektasi yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab untuk apa. Ini mungkin mengejutkan," tambahnya.

    Meributkan hal-hal kecil
    Berdebat tentang dudukan toilet yang ditinggalkan dengan percikan air atau kotoran remah-remah di lantai tentu akan membuat geram dan kesal. Coba atur nada bicara agar tidak terjadi pertengkaran.

    Tidak menghadiri konseling pranikah
    Kebanyakan pasangan menghabiskan banyak uang untuk pernikahan yang mewah dan indah tetapi sama sekali tidak mengikuti konseling.

    “Bahkan ketika tanda-tanda masalah terlihat jelas dalam suatu hubungan, mereka sering merasa terlalu malu untuk mencari bantuan,” jelas Ibinye Osibodu-Onyali, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

    Konseling pernikahan bekerja sangat baik ketika hubungan belum mencapai titik di mana pasangan memiliki fondasi yang kokoh.

    Ingin segera punya anak
    Bagi suami istri baru, tahun pertama merupakan masa-masa bulan madu. Pertimbangkan rencana untuk memiliki anak pada tahun berikutnya sebab dibutuhkan kesiapan mental.

    Saat awal-awal memiliki anak, suami istri akan stres. Stres bisa saja terjadi pada ibu baru karena suami tidak terlibat mengurus anak. Diskusikan berapa banyak anak yang diinginkan, kesuburan, dan waktu untuk punya momongan.

    Tidak mengatur keuangan
    Pengantin baru jarang membicarakan uang, tetapi uang sangat penting. Bicarakan kondisi keuangan dengan pasangan dan tentukan formula yang cocok meskipun ada rencana mengelola pendapatan secara terpisah.

    Melupakan pujian kecil
    Hidup bersama dan berbagi kehidupan sering kali berubah menjadi kebiasaan. Setelah menikah, Anda bisa saja jarang menggoda atau memberikan pujian kecil kepada pasangan. Ini menyebabkan frustrasi bagi berdua.

    Baca juga: Awas, Pria Tak Suka Bila Pasangan Melakukan Hal Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.