Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Selain Teknologi Canggih, Ini yang Membuat Layanan Bayi Tabung Mahal

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)
Ilustrasi ibu hamil. (Unsplash/Suhyeon Choi)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa orang yang berpikir bahwa layanan bayi tabung cukup mahal. Sehingga mereka berpikir hanya pasangan dengan tingkat ekonomi atas saja yang bisa menggunakan layanan itu. "Komponen biaya bayi tabung itu paling banyak untuk teknologi dan obat," kata Chief Executive Office RS Pondok Indah Group Yanwar Hadiyanto pada acara konferensi pers virtual bertajuk 'RS Pondok Indah IVF Centre, Harapan Baru untuk Miliki Buah Hati’' pada 4 Februari 2021.

Yanwar mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, memang ada peningkatan jumlah biaya dalam pemberian layanan bayi tabung. "Tapi kenaikan biaya itu biasanya tidak signifikan," kata Yanwar.

Ia menambahkan bahwa biasanya biaya pelayanan bayi tabung akan bergantung pada obat dan teknologi yang digunakan. Terkadang, kata Yanwar, ada pasien yang mengeluarkan biaya besar untuk layanan bayi tabung karena sudah mengikuti penanganan metode infertilitas berkali-kali. "Misalnya 4-5 kali melakukan inseminasi dengan biaya tinggi, harganya sama dengan melakukan layanan In Vitro Fertilization (IVF) alias bayi tabung. Jadi kita harus melihat biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan," kata Yanwar.

Dokter spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre, Yassin Yanuar Mohammad mengatakan ada urutan pengobatan yang bisa dilakukan pasangan bila memiliki masalah gangguan kesuburan. Setelah melakukan konsultasi dengan para ahli, maka akan dilakukan pemeriksaan dengan melihat gejalanya.

Pengobatan lini pertama pada pasien yang mengalami masalah kesuburan adalah pemberian obat pemicu ovulasi serta bedah minimal invasif. Tindakan invasif itu seperti mengambil sebagian jaringan tubuh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Bila fase ini juga tidak menghasilkan pembuahan, maka pasangan bisa melakukan pengobatan kesuburan di lini kedua, yaitu Inseminasi Intra Uterin.

Inseminasi Intra Uterin atau inseminasi buatan adalah tindakan non invasif untuk menempatkan sperma yang telah dipersiapkan langsung ke rongga rahim menggunakan kateter khusus. Tindakan ini bertujuan untuk mendekatkan jarak tempuh perjalanan sperma menuju sel telur di saluran telur. Pembuahan pada Inseminasi Intra Uterin tetap terjadi di dalam tubuh calon ibu.

Konferensi Pers bertajuk 'RS Pondok Indah IVF Centre, Harapan Baru untuk Miliki Buah Hati’ pada 4 Februari 2021/RSPI

Bila pengobatan pada lini kedua juga tidak berhasil terjadi pembuahan, maka pasangan biasanya akan disarankan untuk mengikuti penanganan infertilitas dengan metodologi bayi tabung atau IVF. Bayi tabung adalah teknologi reproduksi yang membantu mempertemukan sel telur matang dengan sperma yang telah dipersiapkan, sehingga terjadi pembuahan di luar tubuh manusia. Proses itu dilakukan di laboratorium khusus.

Metodologi bayi tabung dimulai dengan proses membesarkan sel telur agar indung telur dapat memproduksi beberapa sel telur matang, kemudian sel telur akan diambil melalui tindakan ovum pick up. Sel telur lalu ditempatkan pada media khusus, serta diinkubasi sebelum dilakukan pembuahan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sel telur matang dengan kualitas terbaik kemudian dibuahi dengan sperma yang sudah dipilih. Sel telur yang telah dibuahi tersebut akan ditumbuhkan dan diobservasi dalam inkubator dengan suhu dan lingkungan yang stabil sehingga mengoptimalkan perkembangan embrio. Selanjutnya embrio akan ditanam ke rongga rahim calon ibu agar terjadi kehamilan dan berkembang seperti kehamilan pada umumnya.

Yanwar mengatakan konsultasi adalah salah satu tahap penting yang perlu diikuti pasangan yang mengalami masalah gangguan kesuburan. Karena konsultasi dengan para ahli bisa membantu pasangan mengambil tindakan paling tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan kondisi pasangan itu. "Dengan konsultasi, maka keputusan tindakan terbaik bisa dilakukan. Apakah harus mengikuti lini pertama atau boleh langsung ikuti penanganan di lini kedua, sehingga biaya yang dikeluarkan dalam upaya ini bisa ditekan," kata Yanwar. Atas saran dokter ahli, pasangan pun boleh langsung memilih penangan infertilitas di lini ketiga bila kondisi mereka memungkinkan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre Budi Wiweko menambahkan faktor lain yang mungkin membuat layanan bayi tabung jadi mahal adalah telatnya pasangan menghubungi dokter. "Tentu saja biaya layanan bayi tabung untuk pasien 33 tahun akan berbeda dengan pasien dengan 40 tahun," kata Budi.

Perbedaan itu paling signifikan dalam pemberian obat-obatan untuk pasien. Pasien dengan usia 40 tahun, kata Budi, diperkirakan biayanya obatnya bisa 2 hingga 3 kali lipat lebih mahal dibanding pasien kasus infertilitas di usia 30an tahun. "Jadi penting datang ke dokter lebih awal bila alami masalah infertilitas," kata Budi.

Usia kehamilan wanita memang sangat mempengaruhi kasus infertilitas. Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah IVF Centre RSPI Bintaro Jaya, Aida Riyanti, peluang kehamilan wanita dikelompokkan menjadi 6 kelompok usia.

Baca: Bayi Ini Lahir dari Embrio Beku Berusia 27 Tahun, Setahun Lebih Muda dari Ibunya

Kelompok pertama, wanita dengan usia 20-24 tahun memiliki peluang kehamilan 86 persen. Kelompok kedua, wanita dengan usia 25-29 tahun, memiliki peluang kehamilan 78 persen. Kelompok wanita usia 30-34 tahun peluang kehamilannya mencapai 63 persen, lalu kelompok wanita usia 35-39 tahun peluangnya 52 persen. Selanjutnya kelompok wanita 40-44 tahun peluang kehamilannya 36 persen, dan kelompok wanita 45-49 tahun peluang kehamilannya hanya 5 persen. "Jadi peluang kehamilan wanita semakin menurun seiring dengan usia," kata Aida.

Walau layanan bayi tabung masih dianggap layanan yang mahal, Yanwar berjanji akan berusaha memperhatikan komponen biaya ini. "Kita coba pikirkan komponen biaya apa yang bisa dikurangi, jadi lebih banyak kalangan masyarakat yang bisa mendapatkan layanan ini," kata Yanwar.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Jessica Iskandar Umumkan Kehamilan Ketiga Melalui Bayi Tabung

36 hari lalu

Artis Jessica Iskandar  (Berbaju orange) bersama sang suami Vincent Verhaag (bertopi) bersama tim Morula IVF Surabaya National Hospital menjelaskan prosesnya menjalani bayi tabung untuk anak ketiga mereka/Istimewa
Jessica Iskandar Umumkan Kehamilan Ketiga Melalui Bayi Tabung

Artis Jessica Iskandar bersama sang suami Vincent Verhaag ceritakan proses program bayi tabung yang mereka jalani.


Ahli Sarankan Pasien PCOS Konsumsi Vitamin D

23 April 2024

Ilustrasi sistem repoduksi wanita, rahim, PCOS (Freepik)
Ahli Sarankan Pasien PCOS Konsumsi Vitamin D

Ahli menyebutkan mengonsumsi vitamin D dapat membantu meringankan gejala PCOS


Mengenang Ustad Jefri Al Buchori atau Uje, Ini Profil dan Kisah Kematiannya

12 April 2024

Ustad Jefri al Bukhori, Jakarta, Oktober 2005. Uje semasa hidupnya dikenal dengan  gaya berceramah yang khas. TEMPO/ Ramdani
Mengenang Ustad Jefri Al Buchori atau Uje, Ini Profil dan Kisah Kematiannya

Meskipun telah 11 tahun meninggal, tetapi Ustad Jefri Al Buchori atau Uje akan selalu dikenang. Berikut profil hingga kisah kematiannya.


Tantangan Infertilitas Keluarga Indonesia, dari Biaya Hingga Pengetahuan

28 Maret 2024

Ilustrasi test pack kehamilan. Freepik.com
Tantangan Infertilitas Keluarga Indonesia, dari Biaya Hingga Pengetahuan

Ada banyak faktor seseorang alami kasus infertilitas. Apa saja ?


Cegah Termakan Hoax Soal Infertilitas, Edukasi Diri dengan Informasi Penting Ini

8 Maret 2024

PT Merck Tbk, (Merck) perusahaan sains dan teknologi di bidang kesehatan, dan Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia (PERFITRI) berkolaborasi memperbarui situs MauPunyaAnak.id/Tempo-Mitra Tarigan
Cegah Termakan Hoax Soal Infertilitas, Edukasi Diri dengan Informasi Penting Ini

Pakar fertilitas dari RSCM ingatkan pentingnya edukasi diri soal kesuburan agar tercegah termakan isu hoax soal infertilitas.


Sekali Gagal, Badak Pahu Akan Kembali Diambil Sel Telurnya untuk Teknologi Bayi Tabung

27 Februari 2024

Kematian Badak Sumatera di Kalimantan
Sekali Gagal, Badak Pahu Akan Kembali Diambil Sel Telurnya untuk Teknologi Bayi Tabung

Terinspirasi keberhasilan pada Badak Putih di Afrika dan hewan cerpelai. Tantangan antara lain bawa sel telur cepat-cepat ke lab IPB di Bogor.


Kasus Infertilitas Banyak di Daerah Maju, Ginekolog Beri Saran Pengobatan

28 Januari 2024

Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com
Kasus Infertilitas Banyak di Daerah Maju, Ginekolog Beri Saran Pengobatan

Ade berbagai penyebab infertilitas yang banyak terjadi di daerah maju. Ginekolog memberi penjelasan dan ragam pengobatan.


Cegah Gangguan Kesuburan dengan Batasi Asupan Gula

15 November 2023

Ilustrasi gula putih, gula coklat, dan gula kayu manis. pixabay.com/Ulleo
Cegah Gangguan Kesuburan dengan Batasi Asupan Gula

Awas, asupan gula berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang mengarah pada obesitas dan gangguan kesuburan.


4 Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

12 November 2023

Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com
4 Makanan yang Baik untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Makanan yang seimbang dan mengandung nutrisi kunci dapat meningkatkan kesuburan pria dan mendukung kualitas sperma yang baik.


Kebiasaan Merokok Hadirkan Setidaknya 10 Penyakit Ini

7 November 2023

TEMPO/Dwi Narwoko
Kebiasaan Merokok Hadirkan Setidaknya 10 Penyakit Ini

Dampak yang dihadapi para perokok dari kanker hingga hilangnya penglihatan. Kebiasaan merokok hadirkan beragam penyakit bagi perokok dan sekitarnya.