Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Jenis Tanaman Obat yang Mudah Ditanam di Halaman Rumah

Reporter

image-gnews
Kunyit. TEMPO/Robin Ong
Kunyit. TEMPO/Robin Ong
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemanfaatan perkarangan sebagai sarana budidaya tanaman obat atau dikenal dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bisa dimanfaatkan. Selain praktis, melakukan kebiasaan menanam tanaman obat di pekarangan rumah sangat banyak mendapat keuntungan.

Membuat kebun kecil di halaman rumah untuk menanam TOGA bukanlah hal yang begitu sulit, tidak memerlukan ruang yang begitu besar dan bisa menggunakan polybag saja.

Baca: Daun Pegagan Tanaman Obat Istimewa Punya Banyak Manfaat

Berikut adalah Tanaman obat yang mudah dirawat di pekarangan rumah :

1. Sirih hijau, Tanaman ini sering ditemukan di kebun-kebun atau halaman rumah karna sengaja ditanam. Tanaman yang tumbuh dengan cara menyulut dan memiliki daun lebar ini, memiliki kandungan saponin, tannin, Eugenol, dan berbagai minyak esensial. Sangat mudah tumbuh apa lagi di pekarangan rumah, belum lagi manfaat untuk mengatasi bau badan, sebagai anti bakteri, menghilangkan gatal-gatal dan masih banyak lagi.

2. Pare, dikutip dari healthline pare merupakan tanaman obat yang memiliki banyak manfaat, seperti di Asia TImur, di Jepang, Korea, dan Cina. Pare dimanfaatkan untuk pengobatan gangguan pada pencernaan, minum penambah semangat, bahkan diekstrak dalam kapsul sebagai obat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Kunyit, salah satu manfaat kunyit yaitu sebagai penyembuh sakit perut kembung untuk penderita, dispepsia bisa di bilang juga obat maag alami. Kunyit adalah tanaman yang benar-benar praktis dan tidak memerlukan tanah yang begitu luas. Bukan hanya buahnya bahkan daunnya pun bisa digunakan untuk campuran dalam masakan.

4. Lidah buaya, tanaman yang satu ini media tanam nya bisa menggunakan pot atau pun polybag. Lidah buaya memiliki beberapa manfaat yaitu untuk mengatasi perladangan kulit, yang iritasi, mengatasi segala permasalahan pada kulit hingga jerawat.

5. Jahe, rempah-rempah yang sangat populer, rasanya yang dominan pedas dengan segudang manfaat. Jahe juga termasuk kedalam tanaman obat yang mudah untuk di rawat. Salah satu manfaatnya yaitu untuk mencegah penyakit, melindungi dari tumor dan kanker.

ASMA AMIRAH

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


9 Rempah Pilihan Gisele Bundchen yang Membuatnya Sehat dan Awet Muda

13 jam lalu

Supermodel Brasil Gisele Bundchen. [BUSINESS INSIDER UK]
9 Rempah Pilihan Gisele Bundchen yang Membuatnya Sehat dan Awet Muda

Gisele Bundchen mengungkapkan bahan-bahan makanan yang menutrisi tubuhnya dan membuatnya sehat serta awet muda.


Harga Kopi Naik, Kedai Kopi di Palembang Ini Padukan Kopi dan Rempah-rempah

17 jam lalu

Menu minuman di Kopi Mibar, Palembang. Dok. Kopi Mibar
Harga Kopi Naik, Kedai Kopi di Palembang Ini Padukan Kopi dan Rempah-rempah

Mahesa Jenar pemilik Kedai Kopi Mibar menyiasati harga kopi yang naik dengan menggunakan rempah-rempah


Harvey Moeis dan Sandra Dewi Disebut Punya Rumah di Australia, Pengacara: Cuma Sewa

2 hari lalu

Sandra Dewi dan Harvey Moeis. Instagram.
Harvey Moeis dan Sandra Dewi Disebut Punya Rumah di Australia, Pengacara: Cuma Sewa

Pengacara tersangka perkara dugaan korupsi timah Harvey Moeis, Harris Arthur Hedar, buka suara soal kepemilikan aset atau rumah di Australia.


BP Tapera Beberkan Hitung-hitungan Kebutuhan 150 Penabung Mulia untuk Bantu 1 Orang MBR

5 hari lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
BP Tapera Beberkan Hitung-hitungan Kebutuhan 150 Penabung Mulia untuk Bantu 1 Orang MBR

BP Tapera membeberkan hitung-hitungan kebutuhan penabung mulia untuk membantu satu orang MBR agar bisa memiliki KPR.


Waspada Jenis Obat ini Bisa Sebabkan Tulang Cepat Rapuh

5 hari lalu

ilustrasi minum obat (pixabay.com)
Waspada Jenis Obat ini Bisa Sebabkan Tulang Cepat Rapuh

Ada beberapa jenis obat yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan tulang menjadi lebih cepat rapuh.


5 Fakta Muhibah Budaya Jalur Rempah

5 hari lalu

Laskar Rempah dari Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 resmi berlayar bersama KRI Dewaruci dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat, 7 Juni 2024.  (Instagram/@jalurrempah)
5 Fakta Muhibah Budaya Jalur Rempah

Program Muhibah Budaya Jalur Rempah telah digagas pemerintah Indonesia sejak tahun 2020, tujuannya diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.


BP Tapera Sebut Iuran Perumahan untuk Mengatasi Masalah 29,6 Juta Rumah Tak Layak Huni

6 hari lalu

Tipe perumahan sederhana (ilustrasi).
BP Tapera Sebut Iuran Perumahan untuk Mengatasi Masalah 29,6 Juta Rumah Tak Layak Huni

BP Tapera yakin implementasi kewajiban iuran perumahan dapat mengatasi backlog dan masalah rumah tak layak huni


4 Fakta Menarik Tentang Si Emas Hijau Tanaman Vanili yang Banyak Diincar Dunia

7 hari lalu

Pohon vanili di hutan Desa Wadas Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Ahad, 27 Maret 2022. TEMPO |  Shinta Maharani
4 Fakta Menarik Tentang Si Emas Hijau Tanaman Vanili yang Banyak Diincar Dunia

Memiliki aroma dan rasa yang manis, perisa vanili banyak dicari untuk berbagai produk di dunia, ini fakta-fakta menarik tanaman itu.


Pengamat Properti: Tapera Tak Bisa Atasi Backlog Kepemilikan Rumah

8 hari lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
Pengamat Properti: Tapera Tak Bisa Atasi Backlog Kepemilikan Rumah

Moeldoko mengatakan bahwa skema Tapera hadir untuk merespons persoalan backlog kepemilikan rumah yang kini melanda jutaan penduduk Indonesia.


Tapera: Berpeluang Diundur hingga Aksi Unjuk Rasa

10 hari lalu

Logo Tapera.  Foto : Tapera
Tapera: Berpeluang Diundur hingga Aksi Unjuk Rasa

Ketua Komite BP Tapera Basuki Hadimuljono mengatakan ada kemungkinan pelaksanaan program Tapera akan diundur