Selain Masalah Ginjal, Kenali 2 Pemicu Lain Munculnya Sakit Pinggang

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    Ilustrasi sakit pinggang. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sakit pinggang merupakan salah satu penyakit yang sangat umum dialami manusia. Sakit pinggang biasanya dapat membaik dalam waktu beberapa minggu atau bahkan hitungan bulan.

    Sakit pada bagian bawah punggung ini disebut juga dengan lumbago. Nyeri dapat muncul di mana saja, sepanjang tulang belakang. Mulai dari leher hingga pinggul.

    Dilansir dari healthline.com, sakit pinggang bukanlah suatu kelainan. Melainkan suatu gejala dari beberapa jenis masalah medis. Biasanya merupakan akibat dari masalah dengan satu atau lebih bagian punggung bawah, seperti ligamen, otot, saraf, serta struktur tulang belakang.

    Dibedah dari anatominya, punggung manusia terdiri dari struktur yang kompleks. Meliputi otot, tendon, ligamen, cakram, serta tulang. Semuanya bekerja sama dalam menopang tubuh dan memungkinkan manusia untuk dapat bergerak. Segmen tulang belakang manusia dilapisi oleh bantalan seperti tulang rawan. Inilah yang disebut dengan cakram.

    Apabila ada masalah pada salah satu struktur tersebut, maka dapat menyebabkan timbulnya sakit pinggang. Nyeri pinggang dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

    1. Ketegangan pada otot

    Penyebab nyeri punggung yang paling sering adalah otot atau ligamen yang tegang, kejang otot, cakram yang rusak, cedera, patah tulang, ataupun terjatuh.

    Ketegangan juga dapat disebabkan oleh aktivitas berikut:

    1. Mengangkat sesuatu dengan cara yang tidak benar
    2. Mengangkat sesuatu yang terlalu berat
    3. Membuat gerakan yang tiba-tiba dan ragu-ragu

    2. Masalah pada struktur punggung

    Sejumlah masalah pada strukturnya juga dapat menyebabkan sakit punggung. Di antara masalah tersebut yakni:

    1. Cakram yang pecah

    Setiap tulang belakang pada vertebra dilapisi oleh cakram. Apabila cakram tersebut pecah, akan ada lebih banyak tekanan pada saraf. Inilah yang kemudian menyebabkan nyeri pinggang.

    1. Cakram yang menggembung

    Cakram yang menggembung dapat menyebabkan lebih banyak tekanan pada saraf.

    1. Masalah ginjal, seperti batu ginjal dan infeksi pada ginjal
    2. Linu Panggul

    Setelah cakram menggembung, rasa sakitnya berjalan ke bagian belakang kaki

    1. Kelengkungan tulang belakang yang tidak normal

    Apabila tulang belakang melengkung, nyeri punggung dapat terjadi. Contohnya jika mengalami skoliosis, yaitu kondisi di mana tulang belakang menjadi melengkung ke samping.

    1. Artritis

    Osteoartritis dapat menyebabkan masalah pada persendian di pinggul, punggung bawah, dan bagian tubuh lainnya.

    1. Osteoporosis

    Tulang belakang yang rapuh dan keropos pada penderita osteoporosis, membuat fraktur kompresi lebih mungkin terjadi.

    3. Gerakan dan postur tubuh

    Posisi duduk yang terlalu membungkuk dapat meningkatkan masalah punggung, pinggang, dan bahu seiring berjalannya waktu. Misalnya gerakan memutar pinggang, peregangan berlebihan, membungkuk dalam waktu lama, mendorong atau menarik sesuatu yang berat, dan batuk atau bersin.

    Sakit pinggang juga bisa karena berdiri atau duduk terlalu lama, menegangkan leher ke depan, mengemudi terlalu lama tanpa istirahat, dan tidur di kasur yang tidak menjaga punggung agar tetap lurus.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Alami Sakit Pinggang, Lakukan Hal Ini Untuk Pertolongan Pertama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.