Efek Samping Kunyit yang Perlu Anda Tahu

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kunyit beserta daunnya (Pixabay.com)

    Ilustrasi kunyit beserta daunnya (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manfaat kunyit sudah dikenal sejak dulu, seperti meredakan nyeri dan peradangan. Khasiat ini berkat bahan aktif kurkumin yang terkandung dalam kunyit.

    Tapi, mengonsumsi terlalu banyak kunyit justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Ahli gizi Dr. Atli Arnarson mengatakan sejauh ini memang tidak ada rekomendasi resmi berapa banyak asupan maksimal kunyit yang dapat ditoleransi.

    "Namun Anda tidak boleh melebihi rekomendasi dosis di label suplemen," ujarnya, dikutip dari Express.

    Dia menjelaskan kunyit biasanya tidak menimbulkan efek samping yang besar jika dikonsumsi dalam kapasitas sedang. Beberapa orang mungkin mengalami mual dan diare sementara yang lain pusing atau sakit perut. Namun, bumbu dapur tersebut mengandung oksalat atau asam organik yang dikaitkan dengan batu ginjal.

    "Hanya individu yang memiliki kecenderungan berisiko terkena batu ginjal akibat oksalat," kata Arnarson.

    Dari situs web medis WebMD dikatakan mengonsumsi kunyit dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Bumbu ini dapat menurunkan kesuburan pada pria dan juga menyebabkan beberapa masalah pembekuan darah.

    "Jika hamil, sebaiknya hindari mengonsumsi kunyit," kata situs kesehatan tersebut.

    Kunyit juga dapat meningkatkan periode menstruasi atau merangsang rahim sehingga membahayakan kehamilan. Namun, kunyit umumnya aman digunakan sebagai suplemen atau sebagai krim oles, dianggap sebagai obat potensial untuk demam karena mengurangi kemungkinan bersin, pilek, dan hidung tersumbat. Kunyit bahkan bisa menurunkan jumlah kolesterol dan lemak dalam darah.

    Baca juga: 9 Rahasia Manfaat Kunyit, Salah Satunya Turunkan Kolesterol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H