Luruskan Niat, Pasang Kawat Gigi Itu untuk Kesehatan Bukan Agar Trendi

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita mengenakan kawat gigi atau behel. Unsplash.com/Rainier Ridao

    Wanita mengenakan kawat gigi atau behel. Unsplash.com/Rainier Ridao

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemasangan kawat gigi atau orang juga menyebutnya dengan behel pernah menjadi tren, hingga banyak yang ikut-ikutan pasang behel alias kawat gigi. Kawat di gigi seolah-olah menjadi fashion tersendiri. 

    Padahal, kawat gigi sesungguhnya adalah cara atau alat untuk menjaga kesehatan gigi. Jadi tidak sekadar untuk gaya dan trendi.   

    Kawat gigi sendiri berguna untuk merawat gigi yang susunannya kurang baik. Manfaat lainnya dari penggunaan kawat gigi antara lain menghindarkan dari berbagai penyakit, menjaga kesehatan gigi, serta menambah kepercayaan diri.

    Hal itu disampaikan Dosen Universitas Gadjah Mada atau UGM sekaligus dokter spesialis ortodonti Sri Suparwitri, pada live instagram di @ortodontiugm membahas tentang perlunya penggunaan kawat gigi pada Sabtu 12 Juni 2021.

    Sri menjelaskan berbagai susunan gigi yang sebaiknya menggunakan kawat gigi antara lain gigi renggang, gigi berjejal, gigi yang maju, dan gigi yang rahang bawahnya berada di depan rahang atas.

    Adapun faktor yang menyebabkan kurang baiknya susunan gigi antara lain faktor keturunan, karies gigi, serta faktor kebiasaan yang kurang baik. Dalam proses perawatan ordonti tidak diharuskan mencabut gigi bagi yang mempunyai permasalahan gigi renggang.

    “Pada gigi yang renggang biasanya tidak dilakukan proses pencabutan gigi, namun pada gigi yang berjejal dan maju jika dirasa membutuhkan ruang untuk mengoreksi susunan gigi maka akan dilakukan proses pencabutan gigi,” tuturnya seperti dikutip Tempo dari laman UGM, Rabu 16 Juni 2021.

    Sri menuturkan, kebanyakan pasien memasang kawat gigi bertujuan untuk memperbaiki estetika. Namun setelah dievaluasi perawatan ortodonti memang diperlukan untuk fungsi kesehatan.

    “Dalam perawatan ortodonti yang paling penting diperhatikan adalah jaringan pendukung gigi yang sehat jadi walaupun gigi berlubang tetap dapat menggunakan kawat gigi dengan catatan harus ditambal terlebih dahulu,” jelas Suparwitri.

    Ketika susunan gigi tidak baik maka akan menyebabkan penyakit lain seperti karies. Karies disebabkan oleh banyaknya sisa makanan yang tidak dapat dibersihkan dengan maksimal ketika susunan gigi tidak sesuai.

    Susunan gigi yang tidak baik juga berdampak pada aktifitas mengunyah makanan. Gigitan atau kunyahan yang tidak benar dapat menyebabkan kerusakan persendian tulang.

    Contohnya kasus rahang bawah yang berada di depan rahang atas akan menyebabkan kemiringan rahang dan penyakit persendian rahang yang lebih kompleks.

    “Mulai dari anak anak hingga dewasa dapat menggunakan perawatan ortodonti sehingga lebih percaya diri dan terhindar dari penyakit,” jelasnya.

    Melihat manfaat penggunaan kawat gigi dan dampak buruknya jika tidak menggunakan, sebaiknya jika memiliki susunan gigi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya maka segeralah konsultasikan ke dokter.

    WILDA HASANAH

    Baca juga: Jangan Terlalu Lama Pakai Behel, Cek Jangka Waktu Idealnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.