5 Aktivitas Mengusir Jenuh dan Efek Psikologis Negatif Selama Isoman

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi piyama atau pakaian tidur. shutterstock.com

    Ilustrasi piyama atau pakaian tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Isolasi mandiri atau isoman bisa membuat orang menjadi jenuh dan pesimis, meskipun biasanya hanya 2 minggu saja. isoman mungkin akan membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana menghabiskan dua minggu di rumah, bahkan sebagian hanya dalam kamar tanpa mengalami kejenuhan?

    Efek psikologis negatif yang kerap muncul mencakup kemarahan, kebingungan, kelelahan emosional, serta kebosanan. Jurnal medis The Lancet merilis bahwa karantina dapat mengakibatkan gejala stres pasca-trauma dan depresi yang dapat bertahan lebih lama dari masa isolasi.

    Selaras dengan itu, para peneliti di King's College London meninjau 24 studi tentang dampak psikologis dari isolasi. Mengutip laman INews UK, kesimpulan yang didapat adalah efeknya bisa luas, substansial dan tahan lama. Namun, ada cara untuk mengurangi efek negatif dari bentuk isolasi ini.

    Kejenuhan dan rasa pesimis dapat diminimalisir dengan beberapa aktivitas.

    1. Membaca Buku

    Membaca buku dapat Anda jadkan sebagai pilihan agra tak merasa jenuh dan pesimis selama menjalani masa isolasi mandiri. Jika tak memiliki buku fisik, Anda bisa mengakses buku melalui layanan eBook online. Anda dapat belajar sesuatu yang baru.

    1. Ikuti Kelas Online

    Ingin meningkatkan level keahlian membuat video perjalanan? Mungkin saja Anda mungkin memiliki bakat terpendam sebagai desainer, fotografer, pengembang web, atau lainnya.

    Kini, ada begitu banyak platform online dengan beragam kelas yang dapat Anda pilih. Kelas-kelas tersebut dapat jadi jalan masuk untuk mengembangkan bakat dan minat yang Anda punya.

    1. Tetap Jaga Komunikasi

    Untuk menjaga agar tak jenuh dan pesimis, Anda perlu tetap menjaga komunikasi dengan relasi-relasi. Baik melalui sambungan telepon atau online. Anda perlu menjaga hubungan agar tetap hidup seperti berbicara melalui telepon setiap hari kepada teman, tetangga, dan kerabat.

    Manfaatkan aplikasi pendukung seperti Skype, Zoom, Google Hangouts, atau WhatsApp untuk melakukan panggilan video dari jarak jauh. Melansir New Mexico, komunikasi sangat penting untuk kesehatan mental. Selain itu, juga baik untuk sistem kekebalan tubuh.​

    1. Berkebun

    Berkebun juga dapat menjadi aktivitas pilihan selama menjalani isolasi mandiri. Berkebun banyak dijadikan kegiatan untuk mengisi masa isolasi mandiri. Anda dapat menanam bung, sayur, buah-buahan, atau tanaman obat rumahan.

    1. Olahraga Ringan

    Meskipun Anda tak bisa berolahraga di luar atau pergi ke tempat gym, tetapi berkat teknologi, hal itu bisa dilakukan. Anda bisa berolahraga dengan mengikuti panduan dari internet. Atauu, Anda bisa melakukan olahraga ringan di rumah. Misalnya seperti push up, step up, latihan pernapasan, yoga, dan lompat tali.

    Beberapa jenis aktivitas tersebut dapat Anda pilih untuk mengisi masa isolasi mandiri. Dengan begitu, Anda dapat terhindar dari rasa jenuh dan pesimis.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca: Fasilitas Telemedicine untuk Pasien Isoman Covid-19 Plus Paket Obat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.