Amankah Pemberian Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Terlambat?

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis dari TNI AL memeriksa kesehatan warga sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis 22 Juli 2021. Sebanyak 1.500 vaksin disiapkan TNI AL untuk nelayan, pekerja pelabuhan dan warga sebagai salah satu upaya penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    Petugas medis dari TNI AL memeriksa kesehatan warga sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis 22 Juli 2021. Sebanyak 1.500 vaksin disiapkan TNI AL untuk nelayan, pekerja pelabuhan dan warga sebagai salah satu upaya penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Program pemberian vaksin sudah mulai berjalan di berbagai negara. Di Indonesia, program vaksinasi nasional untuk upaya penanganan penyebaran Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021. Jenis vaksin yang telah digunakan adalah vaksin produksi Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

    Vaksin Covid-19 dilakukan dua kali penyuntikan pada tiap penerima vaksin. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan antibodi yang dibentuk oleh tubuh. Jarak pemberian dosis pertama dan kedua telah ditetapkan tergantung pada jenis vaksin yang dipakai.

    Melansir dari laman Indonesia Baik yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika, pemberian vaksin Covid-19 dosis kedua dapat tertunda karena keadaan tertentu. Misalnya jika penerima vaksin terinfeksi Covid-19 setelah menerima dosis pertama. Jika hal ini terjadi, vaksin Covid-19 dosis kedua dapat diberikan tiga bulan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

    “Tidak perlu khawatir jika dosis vaksin kedua terlambat selama beberapa hari atau beberapa minggu,” ujar dokter Dean Blumberg, Kepala Departemen Penyakit Menular Pediatrik di Universitas of California Davis seperti yang dikutip Tempo dari laman milik Healthline, Jumat, 23 Juli 2021.

    Blumberg menjelaskan bahwa idealnya penerima vaksin akan mendapat vaksin dosis kedua tepat waktu. Namun, jika terlambat mendapatkan vaksin dosis kedua penerima vaksin tidak perlu mengulang kembali dari awal.

    Sejalan dengan Blumberg, Buddy Creech, direktrur di Vanderbilt Vaccine Research Program di Vanderbilt University Medical Center menjelaskan bahwa sistem imun dalam tubuh manusia cerdas sehingga ia tetap ingat dengan apa yang dikenalinya pertama kali. “Jeda pemberian vaksin pertama dan kedua yang terjadi selama empat, enam, hingga delapan minggu tidak akan menjadi masalah bagi sistem kekebalan tubuh penerima vaksin,” ujarnya seperti yang dikutip Tempo dari laman Miami Herald, Jumat 23 Juli 2021.

    Namun, keterlambatan pemberian vaksin Covid-19 menimbulkan kekhawatiran karena vaksin dosis kedua dapat menjadi penguat antibodi tubuh. Ditakutkan jika hanya mendapatkan satu dosis vaksin, seseorang tidak cukup kuat untuk menghalau virus Covid-19.

    Grace Lee, Spesialis Penyakit Menular dari Stanford University menjelaskan bahwa kekhawatiran jika vaksin dosis kedua terlambat adalah melemahnya respon kekebalan jika hanya satu suntikan. “Dosis pertama vaksin dianggap sebagai dosis utama sementara dosis kedua untuk memastikan respon kekebalan tubuh bertahan lebih lama. Jadi jika hanya mendapat satu dosis, dikhawatirkan apakah efek vaksin bisa berkurang atau tidak,” tuturnya dikutip dari Healthline.

    Oleh karena itu, penerima vaksin Covid-19 sangat disarankan untuk mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    MAGHVIRA ARZAQ KARIMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.