Mengenal Obat yang Dicari Jokowi, Oseltamivir itu Untuk Apa?

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyiapkan obat Covid-19 di gudang instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis, 15 Juli 2021. Mulai hari ini, Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat Covid-19 gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Petugas menyiapkan obat Covid-19 di gudang instalasi farmasi Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis, 15 Juli 2021. Mulai hari ini, Pemerintah Pusat resmi membagikan sebanyak 300.000 paket obat Covid-19 gratis berupa multivitamin, Azithtromycin, dan Oseltamivir. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi blusukan untuk melihat ketersediaan obat Covid-19 di beberapa apotek di Bogor. Dalam video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi mengunjungi Apotek Villa Duta di kawasan Bogor, pada Jumat, 23 Juli 2021.

    "Saya mau cari obat antivirus yang Oseltamivir," kata Jokowi kepada apoteker yang meyambutnya. Presiden menemukan bahwa stok obat Oseltamivir sudah habis. Obat lain pun seperti Favipiravir serta obat multivitamin D3 dengan kadar 5000 tidak ada di apotek ini. Pihak apotek mengaku hanya memiliki obat multivitamin D3 dengan kadar 1000. Apa sebenarnya obat Oseltamivir ini?

    Oseltamivir termasuk dalam paket obat isolasi mandiri (isoman) gratis dari Kementerian Kesehatan RI. Obat ini diresepkan dalam paket B, bersama dengan Multivitamin, Azithromycin, dan Parasetamol. Paket obat ini diberikan pada pasien isoman Covid-19 bergejala ringan.

    Dikutip dari medlineplus.gov, Oseltamivir digunakan untuk mengobati beberapa jenis infeksi influenza (flu) pada orang dewasa, anak-anak, dan bayi berusia lebih dari 2 minggu yang memiliki gejala flu tidak lebih dari 2 hari. Obat ini juga digunakan untuk mencegah beberapa jenis flu pada orang dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun.

    Mengonsumsi obat ini juga bermanfaat untuk mempersingkat waktu pemulihan menjadi 12-24 jam. Oseltamivir dapat membantu meredakan hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, batuk, nyeri otot atau sendi, kelelahan, sakit kepala, demam, dan kedinginan.

    Tak menemukan obat Oseltamivir, Jokowi kemudian menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. "Halo Pak menteri. Pak ini saya, ini saya cek ke apotek, apotek di Bogor ini, saya cari obat antivirus Oseltamivir enggak ada. Cari lagi obat antivirus yang... Favipiravir juga enggak ada, kosong. Saya cari yang antibiotik, azithromicyin juga enggak ada," kata Jokowi. Mendengar hal tersebut, nada bicara Budi Gunadi pun sedikit berubah. "Baik, kami cek ya,"

    WINDA OKTAVIA

    Baca: Blusukan ke Apotek Jokowi Dapati Stok Oseltamivir dan Favipiravir Kosong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.