Waspada, Covid-19 Varian Delta Lebih Berisiko Sebabkan Infeksi Ulang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang menunggu di sebelah tabung oksigen yang kosong untuk diisi bagi pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19), di luar pemasok oksigen swasta, di Lima, Peru, 25 Februari 2021. [REUTERS/Sebastian Castaneda]

    Orang-orang menunggu di sebelah tabung oksigen yang kosong untuk diisi bagi pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19), di luar pemasok oksigen swasta, di Lima, Peru, 25 Februari 2021. [REUTERS/Sebastian Castaneda]

    TEMPO.CO, Jakarta - Public Health England menilai risiko varian Delta membuat penderita mengalami riisko infeksi ulang Covid-19 lebih tinggi daripada varian Alpha. Hal tersebut berdasarkan data pengujian nasional yang mereka lakukan.

    Analisis badan kesehatan itu menemukan risiko infeksi ulang varian Delta bisa 46 persen lebih besar dibandingkan Alpha, dengan risiko tertinggi terlihat enam bulan setelah infeksi pertama. Hal itu dengan melihat kasus kedua yang disebabkan oleh Delta 2,37 kali lebih umum dibandingkan Alpha.

    Temuan ini didukung oleh data baru dari studi Siren Public Health England (PHE), yang memantau lebih dari 40.000 staf NHS untuk infeksi Covid-19. Angka terbaru menunjukkan tes positif meningkat terus dari Mei hingga Juli 2021 ketika banyak tenaga kesehatan diketahui mengalami infeksi ulang.

    Hampir sepertiga dari petugas kesehatan terkena Covid-19 sebelum mendaftar pada penelitian ini dan lebih dari 95 persen telah divaksinasi. Tidak jelas mengapa Delta dapat menyebabkan lebih banyak infeksi ulang, tetapi satu kemungkinan adalah kekebalan dari infeksi di awal pandemi mungkin sedikit berkurang sehingga mengurangi pertahanan tubuh terhadap varian yang menjadi dominan di Inggris tahun ini. Mengingat temuan tersebut, PHE meningkatkan penilaian risikonya pada kekebalan setelah infeksi dari kuning menjadi merah untuk Covid-19 varian Delta.

    Infeksi ulang tetap jarang terjadi, terhitung hanya 1,2 persen dari 83.197 kasus yang dianalisis. Dr. Jenny Harries, kepala eksekutif Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan data rawat inap terbaru menunjukkan betapa pentingnya vaksinasi dalam melindungi dari penyakit parah dan kematian.

    “Dua dosis vaksin jauh lebih efektif melawan Covid-19 daripada satu dosis, jadi pastikan mendapatkan dosis kedua segera setelah diundang," ujarnya, dilansir dari Guardian.

    #CuciTangan #JagaJarak #PakaiMasker #DiamdiRumah

    Baca juga: Awas Infeksi Ulang Virus Corona pada Pemilik 5 Penyakit Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.