Ada Buku Kesehatan Ibu Anak Edisi Terbaru, Apa Bedanya dengan KMS?

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Padaherang, Samini menunjukan Kartu Menuju Sehat (KMS) milik anaknya Iqbal Maulana, penderita gizi buruk di Desa Peledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Jumat 18 Juni 2021. Iqbal yang berusia 19 tahun dengan berat badan 12 kilogram tersebut menderita gizi buruk sejak berusia lima bulan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Warga Padaherang, Samini menunjukan Kartu Menuju Sehat (KMS) milik anaknya Iqbal Maulana, penderita gizi buruk di Desa Peledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, Jumat 18 Juni 2021. Iqbal yang berusia 19 tahun dengan berat badan 12 kilogram tersebut menderita gizi buruk sejak berusia lima bulan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua yang memiliki balita umumnya familiar dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) atau Buku Kesehatan Ibu Anak (KIA). KMS dan KIA merupakan salah satu dokumen untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak sejak usia nol sampai lima tahun.

    Pemerintah menerbitkan buku Kesehatan Ibu Anak edisi terbaru pada 2020. Bukan hanya berbeda dari segi fisik -KMS berbentuk lembaran besar yang dapat dilipat sedangkan KIA berupa buku, KIA 2020 ini juga lebih komplet dari edisi sebelumnya.

    Jika KMS hanya merekam catatan pertumbuhan anak setiap bulan berdasarkan pemantauan di posyandu, buku Kesehatan Ibu Anak memuat informasi yang lebih lengkap lagi.

    Koordinator Kesehatan Balita dan Anak Usia Prasekolah, Direkorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, Ni Made Diah mengatakan buku KIA mengintegrasikan beberapa catatan yang sebelumnya terpisah, salah satunya KMS untuk memantau tumbuh kembang bayi dan balita. "Dulu pencatatan kondisi ibu dan anak terpisah, imunisasi sendiri, pemeriksaan berat badan sendiri, ibu hamil sendiri," kata Diah pada Kamis, 29 Juli 2021.

    Pada 1994, pemerintah mulai mengkompilasi infomasi apa saja yang mesti termuat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak. Semua menjadi satu kesatuan agar memudahkan pemantauan dan riwayat kesehatan seseorang, terutama ibu dan balita. Buku KIA ini mulai dipegang sejak ibu hamil, bayi lahir, sampai bayinya menjadi anak berusia enam tahun.

    Sampul buku KIA berwarna merah muda dengan gambar ilustrasi orang tua dan anak. Sampul depan dan belakang dibuat berbeda untuk memuat identitas ibu dan anak secara terpisah. Buku KIA ini terdiri dari 53 halaman dan terbagi menjadi dua, yakni untuk ibu hamil dan anak.

    Di dalamnya terdapat lembaran-lembaran halaman berisi daftar isi, petunjuk penggunaan, identitas anak termasuk surat keterangan lahir, ruang untuk menempelkan cap kaki bayi, lembar pernyataan keluarga mengenai pelayanan kesehatan yang sudah diterima. Ada pula daftar layanan kesehatan yang harus dipenuhi anak usia nol sampai 28 hari, informasi tanda bahaya selama kehamilan dan tumbuh kembang bayi, catatan ASI, imunisasi, dan lainnya.

    "Jadi, KMS sudah terdapat di dalam buku KIA, termasuk lembar pertumbuhan di dalam buku KIA," kata Diah. Lembar pertumbuhan yang dimaksud berupa bagan yang menujukkan kurva pemantau berat badan apakah sesuai umur atau tidak. Ada juga kurva pertumbuhan panjang badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.

    Baca juga:
    Yang Perlu Diperhatikan Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.