Efek Negatif Makan Nasi Merah buat Kesehatan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    Ilustrasi nasi merah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang memilih makan nasi merah demi kesehatan. Nasi merah berasal dari beras merah, yakni bulir utuh, dan nasi putih adalah hasil dari hanya menghilangkan lapisan dedak luar.

    Lapisan dedak yang dihilangkan untuk nasi putih mengandung banyak nutrisi yang berbeda. Itulah sebabnya beberapa orang memilih untuk makan nasi merah daripada nasi putih. Meskipun ada beberapa manfaat kesehatan yang luar biasa dari beras merah, seperti berpotensi menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko diabetes serta kanker tertentu, Anda mungkin penasaran dengan kerugiannya.

    Salah satu efek samping negatif utama dari makan nasi merah adalah tingkat antinutrisi yang lebih tinggi yang disebut asam fitat. Antinutrisi adalah senyawa yang dapat ditemukan di banyak produk tanaman yang berbeda dan sebenarnya dapat menghambat tubuh untuk menyerap nutrisi tertentu. Fitat atau asam fitat adalah antinutrisi umum yang dapat ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, seperti beras merah. Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan?

    Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam The International Journal of Food Sciences and Nutrition, asam fitat dalam makanan diketahui membatasi penyerapan mineral oleh tubuh, khususnya zat besi, seng, magnesium, dan kalsium. Dengan kata lain, jika makan makanan dengan mineral ini, asam fitat mungkin merampas manfaat nutrisi yang dikonsumsi dari tubuh.

    Banyak ilmuwan menggunakan istilah untuk menghitung berapa banyak nutrisi yang diserap oleh konsumen. Angka ini ditemukan dengan membandingkan tingkat nutrisi yang dikonsumsi dengan tingkat nutrisi yang sama yang ditemukan dalam tinja orang tersebut.

    Laporan dari Comprehensive Review of Food Science and Safety menyatakan meskipun daya cerna beras merah secara keseluruhan lebih rendah daripada beras putih, ada cara tertentu untuk menurunkan efek kandungan asam fitatnya. Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard percaya meskipun fitat yang ditemukan dalam beras dapat menyebabkan beberapa efek negatif pada penyerapan mineral, kelebihan makan nasi merah masih lebih besar daripada kekurangannya.

    Untuk tetap makan nasi merah dan menghindari kadar asam fitat yang lebih tinggi, Foods Journal menyarankan merendam beras merah pada suhu yang lebih tinggi sebelum dimasak untuk menghilangkan beberapa fitat alami. Harvard Health juga menyarankan beras merah yang direndam sebelum dimasak akan mengandung kadar asam fitat yang lebih rendah.

    Satu hal terakhir yang disebutkan Harvard Health adalah asam fitat menghambat sebagian besar penyerapan mineralnya dengan yang dimakan pada waktu yang bersamaan. Jadi, jika makan sesuatu yang tinggi zat besi dengan nasi merah untuk makan siang, nasi merah akan membatasi mineral dari makanan tertentu itu.

    Baca juga: Efek Buruk Beras Merah yang Perlu Anda Tahu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.