Porsi Olahraga yang Pas Turunkan Risiko Kematian

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita jalan kaki. Freepik.com/Yanalya

    Ilustrasi wanita jalan kaki. Freepik.com/Yanalya

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hal termudah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan adalah mengurangi risiko penyakit kronis, menjaga berat badan dalam kisaran sehat, dan aktif bergerak secara teratur. Para ahli merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang dalam seminggu untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker.

    Tetapi, dua penelitian baru menjelaskan berapa jumlah olahraga yang ideal agar hidup panjang umur. Dilansir dari New York Times, dua penelitian melihat hubungan antara tingkat olahraga tertentu dan umur panjang. Studi pertama, yang diterbitkan September 2021 di JAMA Network Open, meneliti jumlah langkah yang diambil setiap hari.

    Para peneliti menganalisis data dari studi besar penyakit jantung di antara orang paruh baya, yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pada awalnya, peserta menjalani tes medis dan mengenakan pelacak aktivitas untuk menghitung langkah setiap hari selama seminggu. Para ilmuwan menemukan pria dan wanita yang berjalan setidaknya 7.000 langkah setiap hari ketika bergabung dengan penelitian, sekitar 50 persen lebih kecil kemungkinan meninggal pada tahun-tahun berikutnya dibandingkan yang jumlah langkahnya di bawah 7.000.

    "Risiko kematian terus menurun saat jumlah langkah orang meningkat, mencapai 70 persen lebih sedikit kemungkinan kematian dini di antara yang mengambil lebih dari 9.000 langkah," lapor Times.

    Namun, orang yang berjalan lebih dari 10.000 langkah per hari jarang hidup lebih lama dari yang berjalan setidaknya 7.000 langkah. "Ada titik pengembalian yang semakin berkurang," kata pemimpin studi Amanda Paluch, asisten profesor kinesiologi di Universitas Massachusetts Amherst.

    Penelitian lain, yang diterbitkan Agustus 2021 di Mayo Clinic Proceedings, menghasilkan temuan serupa dalam hal seberapa banyak olahraga yang optimal untuk umur panjang. Para peneliti menganalisis data dari Studi Jantung Kota Kopenhagen, yang telah berlangsung sejak 1970-an.

    Puluhan ribu orang dewasa Denmark memberi tahu para ilmuwan jumlah jam berolahraga setiap minggu. Para ilmuwan mengamati hampir 9.000 orang Denmark yang bergabung dalam penelitian ini di tahun 90-an. Mereka yang melaporkan berolahraga antara 2,6 dan 4,5 jam per minggu ketika bergabung, sekitar 40 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal dibandingkan yang kurang aktif.

    Times mencatat berolahraga 2,6 jam seminggu atau sekitar 30 menit hampir setiap hari mungkin akan menghasilkan 7.000 hingga 8.000 langkah. Berolahraga 4,5 jam seminggu kemungkinan akan menghasilkan sekitar 10.000 langkah setiap hari. Seperti dalam studi JAMA, studi di Denmark menemukan kematian meningkat setelah titik tertentu dan bahkan menurun di antara orang-orang yang berolahraga selama 10 jam atau lebih per minggu.

    Kelompok yang sangat aktif, orang yang melakukan 10 jam lebih aktivitas seminggu, kehilangan sekitar sepertiga dari risiko kematian dibandingkan yang berolahraga 2,6-4,5 jam seminggu, kata rekan penulis studi Dr. James O'Keefe, profesor kedokteran di Universitas Missouri-Kansas dan direktur kardiologi preventif di Institut Jantung Amerika Tengah.

    "Kedua studi menunjukkan titik yang tepat untuk aktivitas dan umur panjang di sekitar 7.000 hingga 8.000 langkah setiap hari atau sekitar 30 hingga 45 menit berolahraga hampir setiap hari," urai Times.

    Baca juga: Adab dan Hal-Hal yang tidak Boleh Dijadikan Bahan Candaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rachel Vennya Diduga Tak Menyelesaikan Masa Karantina Usai Pulang dari AS

    Rachel Vennya diduga tak menyelesaikan masa karantina yang semestinya ia lalui sepulang dari Amerika Serikat. Dugaan datang dari unggahan Instagram.