Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Alasan Jangan Terlalu Rajin Membersihkan Telinga

Reporter

image-gnews
Ilustrasi membersihkan telinga anak. Shutterstock
Ilustrasi membersihkan telinga anak. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, JakartaTelinga adalah salah satu bagian tubuh yang perlu dibersihkan. Untuk membersihkan telinga, biasanya orang akan menggunakan cotton bud. Tetapi, tahukah Anda bahwa membersihkan telinga terlalu sering, apalagi menggunakan cotton bud justru dapat membahayakan telinga Anda.

Jangan Sering Membersihkan Telinga

Selain itu, menurut Carson Hearing, terdapat lima alasan mengapa sebaiknya Anda tidak membersihkan telinga Anda.

1. Telinga Dapat Membersihkan Dirinya Sendiri

Kotoran yang Anda anggap bersarang di telinga sebenarnya bukan kotoran, tetapi serumen. Serumen adalah pelarut yang dapat membersihkan telinga Anda.

“Telinga memiliki mekanisme pembersihannya sendiri. Lemak dan minyak (serumen) yang terdapat dalam telinga Anda dapat menjebak partikel seperti debu dan kotoran dan membawanya keluar dari telinga. Hal ini terjadi tanpa pernah kita sadari,” kata Dr. Rob Hicks dari Real Clear Science seperti dikutip Tempo dari laman smithsonianmag.com, Selasa, 22 Januari 2013.

2. Kotoran Telinga Dapat Membantu Fungsi Telinga

Selain dapat membuang kotoran yang masuk ke telinga, serumen juga dapat melindungi telinga Anda dari bakteri, infeksi jamur, dan virus. Serumen juga membantu melumasi dan melindungi bagian dalam saluran telinga agar tetap sehat.

3. Membersihkan Telinga Menyebabkan Gangguan Pendengaran

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, telinga dapat membersihkan dirinya sendiri. Kebiasaan membersihkan telinga, karena itu, dapat berdampak langsung pada pendengaran karena niat yang semula ingin membersihkan, malah membuat kotoran jadi terdorong ke dalam oleh ujung cotton bud

Meskipun keluarnya kotoran pada telinga membutuhkan waktu yang lama, tetapi apabila kita bersihkan dengan cotton bud, maka kotoran tersebut akan semakin masuk ke dalam dan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk keluar. Bahkan dapat menyebabkan tumpukan kotoran yang membahayakan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Kotoran telinga yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pendengaran seperti telinga berdenging. Beberapa orang bahkan mengalami vertigo,” kata Jackie Clark, audiolog dan presiden American Academy of Audiology seperti dikutip Tempo dari laman scientificamerican.com, Rabu, 29 Agustus 2018.

4. Membersihkan Telinga Menyebabkan Luka

Selain dapat menyebabkan gangguan pendengaran, membersihkan telinga juga berpotensi menyebabkan luka. Dilansir dari laman health.harvard.edu, gumpalan kotoran telinga yang terdorong ke bawah di dekat gendang telinga akibat membersihkan telinga dengan cotton bud dapat menyebabkan infeksi telinga yang menyakitkan.

5. Cukup Lap Telinga Anda Sehabis Mandi

Yang perlu Anda lakukan apabila ingin membersihkan telinga adalah dengan mengusap telinga Anda dengan handuk. Cara ini adalah cara menghilangkan kotoran pada telinga yang aman dan efektif. Dengan cara ini, kotoran yang menumpuk di luar saluran telinga dapat terangkat dan bersih.

Itulah alasan mengapa Anda sebenarnya tidak harus membersihkan telinga Anda. Ingat, kotoran pada telinga tidak sepenuhnya menggambarkan tingkat kebersihan diri Anda karena kotoran telinga atau serumen justru adalah sesuatu hal alami yang bermanfaat bagi telinga Anda.

NAUFAL RIDHWAN ALY 

Baca: Tips Aman Cara Membersihkan Telinga

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

13 hari lalu

Ilustrasi otak. medicalnews.com
Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

Menyambut Hari Tumor Otak Sedunia pada 8 Juni, kenali gejala tumor otak berikut yang sering diabaikan.


Cara Aman Membersihkan Telinga, Bukan dengan Cotton Bud

24 hari lalu

Ilustrasi membersihkan kuping atau telinga dengan lilin. Koichi Kamoshida/Getty Images
Cara Aman Membersihkan Telinga, Bukan dengan Cotton Bud

Kotoran telinga cenderung keluar dengan sendirinya. Jika tidak dan jumlahnya terus bertambah, Anda bisa mencoba membersihkan telinga dengan cara ini.


Fakta Unik Telinga yang Mungkin Anda Tidak Tahu

25 hari lalu

Ilustrasi mengusap telinga. Lovemerubme.com
Fakta Unik Telinga yang Mungkin Anda Tidak Tahu

Mungkin ada fakta yang tak diketahui soal telinga selain mendengar, misalnya berperan penting pada keseimbangan tubuh. Berikut beberapa di antaranya.


Macam Penyebab Sakit Telinga, dari Infeksi sampai Penyumbatan

29 hari lalu

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
Macam Penyebab Sakit Telinga, dari Infeksi sampai Penyumbatan

Berikut beberapa penyebab utama di balik sebagian besar kasus sakit telinga menurut pakar, jangan diabaikan.


Mengenali Jenis-Jenis Earphone

35 hari lalu

Ilustrasi earphone bluetooth. Pexels/Monstera
Mengenali Jenis-Jenis Earphone

Banyak model earphone, kabel dan nirkabel


Guru Besar Unair Ungkap Pentingnya Deteksi Dini Pendengaran pada Bayi

39 hari lalu

ilustrasi telinga bayi (pixabay.com)
Guru Besar Unair Ungkap Pentingnya Deteksi Dini Pendengaran pada Bayi

Deteksi dini pada bayi baru lahir bisa menggunakan alat bernama auditory brainstem response (ABR).


Dokter THT Ingatkan Gangguan Pendengaran Akibat Pakai Headphone

5 April 2024

Ilustrasi wanita mendengarkan musik di kafe. shutterstock.com
Dokter THT Ingatkan Gangguan Pendengaran Akibat Pakai Headphone

Dokter THT menjelaskan kebiasaan mendengarkan musik dengan suara keras menggunakan earphone dapat memicu gangguan pendengaran.


Ragam Radang Telinga yang Paling Sering Dialami Anak

29 Maret 2024

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
Ragam Radang Telinga yang Paling Sering Dialami Anak

Radang telinga yang paling sering dialami anak adalah otitis media akut, di mana infeksi rongga hidung menyerang secara cepat.


4 Sinyal Ancaman Kehilangan Pendengaran

24 Maret 2024

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
4 Sinyal Ancaman Kehilangan Pendengaran

Kehilangan pendengaran bukan hanya masalah pada lansia. Anak muda pun bisa mengalaminya. Berikut empat tanda perlunya periksakan telinga.


Sebab Alat Bantu Dengar Tidak Bisa Dipakai Pasien Seumur Hidup

22 Maret 2024

Alat bantu dengar. ANTARA/Lucky R.
Sebab Alat Bantu Dengar Tidak Bisa Dipakai Pasien Seumur Hidup

Dokter THT menjelaskan alat bantu dengar yang digunakan pasien dengan gangguan pendengaran tidak bisa dipakai seumur hidup. Ini alasannya.