Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Sindrom Metabolik, Gangguan Kesehatan yang Terjadi Bersamaan Terkait Obesitas

image-gnews
Ilustrasi obesitas/pria gendut. Shutterstock.com
Ilustrasi obesitas/pria gendut. Shutterstock.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi tersebut meliputi peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Mengutip Mayo Clinic, hanya memiliki hanya satu dari kondisi tadi tidak berarti memiliki sindrom metabolik. Tapi itu berarti risiko terkena penyakit serius lebih besar. Jika mengalami lebih banyak kondisi ini, risiko komplikasi seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, meningkat lebih tinggi lagi.

Baca : Turunkan Risiko Sindrom Metabolik dengan Pola Makan dan Olahraga

Sindrom metabolik merupakan kondisi yang umum, kurang lebih sepertiga dari orang dewasa Amerika Serikat pernah mengidapnya. Ini berkaitan erat dengan kelebihan berat badan atau obesitas dan tidak aktif.

Sindrom metabolik berhubungan dengan kondisi yang disebut resistensi insulin. Biasanya, sistem pencernaan memecah makanan menjadi gula. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membantu gula memasuki sel untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Diagnosis Sindrom Metabolik

Pada orang dengan resistensi insulin, sel tidak merespons insulin secara normal dan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dengan mudah. Akibatnya, kadar gula darah naik bahkan saat tubuh mengeluarkan lebih banyak insulin untuk mencoba menurunkan gula darah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengutip National Health Service, sindrom metabolik dapat didiagnosis jika memiliki 3 atau lebih hal berikut:

  • kelebihan berat badan atau memiliki terlalu banyak lemak di sekitar pinggang
  • kadar trigliserida tinggi (lemak dalam darah) dan kadar koleterol HDL rendah dalam darah yang dapat menyebabkan aterosklerosis, yakni kondisi arteri tersumbat oleh zat lemak seperti kolesterol
  • tekanan darah tinggi yang secara konsisten berada pada tingkat kadar 140/90mmHg atau lebih tinggi
  • resistensi insulin

Mencegah atau mengatasi sindrom metabolik dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup yang meliputi:

  • Mengurangi berat badan berlebih
  • berolahraga secara teratur
  • Makan makanan yang sehat dan seimbang untuk menjaga tekanan darah, kolesterol dan kadar gula darah tetap terkendali
  • berhenti merokok
  • mengurangi alkohol

Jika perlu, dokter dapat meresepkan obat untuk membantu mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol.

HATTA MUARABAGJA

Baca juga : Kari Dinilai Efektif Mengurangi Risiko Sindrom Metabolik pada Wanita Menopause

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Sekali Lagi Mengingatkan Bahaya GERD, wadpadai Penyakit Lain dengan Gejala Serupa

11 hari lalu

Ilustrasi gerd. Pexels/Cottonbro
Sekali Lagi Mengingatkan Bahaya GERD, wadpadai Penyakit Lain dengan Gejala Serupa

Mengingatkan kembali bahaya GERD. Awas belum tentu gejala sama, penyakitnya juga sama.


Stigma yang Banyak Diterima Ibu Hamil dan Bikin Tidak Nyaman

13 hari lalu

Ilustrasi wanita hamil. Freepik.com/user18526052
Stigma yang Banyak Diterima Ibu Hamil dan Bikin Tidak Nyaman

Banyak ibu hamil yang mendapatkan stigma terkait berat badan atau juga body shaming. sehingga membuat mereka tidak nyaman.


Ciri Anak Obesitas Menurut Dokter

16 hari lalu

Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com
Ciri Anak Obesitas Menurut Dokter

Dokter Anak menegaskan setiap anak berisiko mengalami obesitas tanpa memandang umur sehingga perlu perhatian khusus.


Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

17 hari lalu

Batu ginjal.
Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

Urolog mengatakan pola hidup sedentari dan obesitas bisa menjadi pemicu timbulnya batu ginjal karena kurang bergerak.


Sejarah dan 4 Manfaat Pilates untuk Tubuh

17 hari lalu

Ilustrasi gerakan pilates menganggat pinggul atau hip lifts. Supplied
Sejarah dan 4 Manfaat Pilates untuk Tubuh

Menghadapi berbagai tantangan kesehatan saat masih muda, termasuk asma, ganggua fisik lainnya, Joseph H. Pilates menemukan cara memperkuat tubuhnya.


Kiat Sehat Memasuki Usia 40 dari Praktisi Kesehatan

18 hari lalu

Ilustrasi pria makan-makanan sehat. shutterstock.com
Kiat Sehat Memasuki Usia 40 dari Praktisi Kesehatan

Saat berusia 40 tahun, metabolisme tubuh mulai melambat sehingga upaya menurunkan berat badan lebih sulit, risiko terserang penyakit pun meningkat.


3 Masalah Batu Empedu, Penyebab dan Bedanya

19 hari lalu

Ilustrasi batu empedu. harvard.edu
3 Masalah Batu Empedu, Penyebab dan Bedanya

Batu empedu terbentuk ketika substansi seperti kolesterol, garam empedu, atau zat-zat lain terjadi secara tidak seimbang dalam empedu.


Diet Jangan Cuma Ikut-ikutan, Berikut Saran Pakar Nutrisi untuk Jaga Berat Badan

22 hari lalu

Ilustrasi wanita diet. Freepik.com/Schantalao
Diet Jangan Cuma Ikut-ikutan, Berikut Saran Pakar Nutrisi untuk Jaga Berat Badan

Pakar mengatakan banyak orang diet karena ikut-ikutan atau hanya sesaat. Padahal, diet seharusnya menjadi gaya hidup untuk mencapai tujuan kesehatan.


Usia Ibu Hamil yang Berisiko, Alasan dan Faktor-Faktor Risiko Kehamilan

22 hari lalu

Ilustrasi ibu hamil berdiri di antara pepohonan. unsplash.com/Ryan Franco
Usia Ibu Hamil yang Berisiko, Alasan dan Faktor-Faktor Risiko Kehamilan

Kehamilan di usia remaja (kurang dari 20 tahun) dan usia lanjut (di atas 35 tahun) tergolong rawan karena berbagai faktor. Ini alasan dan dampaknya.


Pakar Diet Ingatkan Jangan Gampang Percaya Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya

23 hari lalu

Ilustrasi air lemon. Unsplash.com/Fransesca Hotchin
Pakar Diet Ingatkan Jangan Gampang Percaya Air Lemon Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Faktanya

Berikut pendapat para pakar nutrisi terkait gagasan minum air lemon untuk menurunkan berat badan. Benarkah bisa membantu menurunkan berat badan?