Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

5 Tumbuhan Tak Disukai Nyamuk, Apa Saja?

Reporter

Editor

Bram Setiawan

image-gnews
Ilustrasi kemangi. Shutterstock
Ilustrasi kemangi. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Nyamuk mendekati manusia untuk mengisap darah. Munculnya nyamuk juga dipengaruhi lingkungan yang memang disukai serangga itu untuk datang dan berkembang biak. Lingkungan kotor yang banyak sampah, genangan air, dan rumput lebat disukai nyamuk.

Mengutip WebMD, nyamuk mendekati manusia juga karena bau yang kuat seperti bekas keringat atau pakaian berwarna gelap. Sengatan nyamuk bisa mengakibatkan masalah kesehatan, seperti malaria atau demam berdarah. Sebab, nyamuk serangga pembawa virus yang menyebabkan penyakit. Ada beberapa cara alami yang bermanfaat mengusir nyamuk, salah satunya karena faktor tumbuhan tertentu.

1. Lavender

Mengutip Garden Design, lavender memiliki keharuman yang bersumber dari minyak esensial. Minyak lavender tak disukai nyamuk juga mengganggu kemampuan serangga itu mengendus bau. Tanaman lavender tahan kekeringan setelah ditanam, hanya membutuhkan sinar matahari. Meskipun bisa bertahan di banyak iklim, tapi tumbuh subur di wilayah yang hangat. 

2. Serai

Serai bahan alami yang umum digunakan untuk mengusir nyamuk. Tanaman dengan pemeliharaan mudah ini cocok ditanam di iklim yang hangat.

3. Rosemary

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Rosemary aroma kayunya yang membuat nyamuk menjauh. Tumbuhan ini cocok di iklim panas dan kering. Bisa juga tumbuh subur dalam wadah. Tanaman ini cocok untuk dekorasi yang bagus agar nyamuk menjauh.

4. Kemangi

Aroma daun kemangi tak disukai lalat dan nyamuk. Kemangi bisa ditanam dalam wadah atau di kebun.

5. Mint

Mint juga bermanfaat mengusir nyamuk, lalat, dan semut. Semakin menyengat aromanya minim serangga yang datang. Tumbuhan ini bisa ditanam di pot, taruh di teras rumah jika untuk meminimalkan nyamuk berdatangan masuk ke rumah.

Pilihan Editor: Penyebab Nyamuk Senang Bersarang di Halaman dan Cara Mencegahnya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Fakta Wabah Virus yang Menyerang Israel

15 hari lalu

Pria berdiri di samping spanduk informasi di Bandara Internasional Ben Gurion Israel, di tengah penyebaran varian Delta penyakit coronavirus (COVID-19), dekat Tel Aviv, Israel 8 Juli 2021. [REUTERS/Amir Cohen/File Foto]
5 Fakta Wabah Virus yang Menyerang Israel

Virus West Nile kembali mewabah di Israel, dengan 100 kasus terkonfirmasi dan 8 pasien dalam kondisi kritis.


Tips Hindari Gigitan Nyamuk saat Kasus Demam Berdarah Naik

18 hari lalu

Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)
Tips Hindari Gigitan Nyamuk saat Kasus Demam Berdarah Naik

Di tengah kenaikan kasus demam berdarah, gigitan nyamuk tentu harus diwaspadai. Pakar menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan.


Interval Puncak Kasus DBD Semakin Pendek, Ini Imbauan Kemenkes

21 hari lalu

Ilustrasi demam berdarah dengue atau DBD. Pexels/Pavel Danilyuk
Interval Puncak Kasus DBD Semakin Pendek, Ini Imbauan Kemenkes

Kemenkes mengatakan interval puncak peningkatan kasus DBD yang awalnya setiap 10 tahun sekali kian pendek menjadi lima tahun.


Makna Istilah KLMNOPR untuk Mengetahui Gejala Demam Berdarah

26 hari lalu

Petugas kesehatan Puskesmas melakukan fogging (pengasapan) dan membasmi sebaran sarang nyamuk Aedes Aegepty, di lingkungan RT.9 RW 8 Kampung Baru I Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, 29 Mei 2024. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam mencapai 7.142 orang terjangkit dan 15 orang meninggal dunia terdiri anak - anak dan orang tua lanjut usia, selain itu pemerintah mengingatkan kepada masyarakat selalu rajin melakukan langkah antisipasi untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan upaya 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) di sekitar rumah atau lingkungan tempat tinggal masing - masing. TEMPO/Imam Sukamto
Makna Istilah KLMNOPR untuk Mengetahui Gejala Demam Berdarah

Pada demam berdarah, terdapat sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, yang disingkat sebagai KLMNOPR. Apa itu?


Kebiasaan Masyarakat yang Ikut Memicu Penyebaran Demam Berdarah

28 hari lalu

Petugas fogging Puskesmas Palmerah melakukan foging di kawasan Palmerah, Jakarta, Selasa 14 Mei 2024. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyebut ada mekanisme dalam proses pengasapan atau fogging untuk mencegah meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD di DKI terbanyak di wilayah Jakarta Barat, ada 526 kasus DBD terjadi pada anak-anak hingga dewasa. TEMPO/Subekti.
Kebiasaan Masyarakat yang Ikut Memicu Penyebaran Demam Berdarah

Dokter menyebut kebiasaan sering menampung air dan kurang menerapkan kebersihan menjadi salah satu faktor risiko penyebaran demam berdarah.


Ragam Faktor Yang Membuat Nyamuk Pilih-pilih Mangsa

31 hari lalu

Ilustrasi nyamuk. Pexels/Franklin Santillan
Ragam Faktor Yang Membuat Nyamuk Pilih-pilih Mangsa

Seseorang bisa lebih sering digigit nyamuk dibanding yang lain dan ternyata ada beberapa faktor penyebabnya. Berikut penjelasannya.


Waspada Demam Kuning Saat Hendak ke Tempat Ini

38 hari lalu

Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)
Waspada Demam Kuning Saat Hendak ke Tempat Ini

Waspadai penyakit demam kuning dan cara pencegahannya saat hendak ke tempat ini/


Sama-sama Penyebab DBD, Ini Beda Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus

39 hari lalu

ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti (pixabay.com)
Sama-sama Penyebab DBD, Ini Beda Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus

Berikut beda nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus penyebab demam berdarah dengue (DBD) menurut praktisi kesehatan.


5 Hal yang Jadi Fokus Tangani Penyakit Arbovirus seperti DBD

30 April 2024

Pelaksanaan International Arbovirus Summit 2024/Takeda
5 Hal yang Jadi Fokus Tangani Penyakit Arbovirus seperti DBD

Kementerian Kesehatan Indonesia dan Brazil berkolaborasi untuk memformulasikan upaya mencegah peningkatan insiden penyakit Arbovirus seperti DBD


10 Hewan Paling Berbahaya di Dunia, Ada Lalat Tsetse hingga Ikan Batu

21 April 2024

Ikan buntal. telegraph.co.uk
10 Hewan Paling Berbahaya di Dunia, Ada Lalat Tsetse hingga Ikan Batu

Berikut deretan hewan paling berbahaya di dunia yang bisa membunuh manusia dalam hitungan detik. Ada lalat tsetse hingga tawon laut.