TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis kulit dan kelamin Dhelya Widasmara menyatakan rutin mencuci muka dapat menjaga pertahanan kulit atau skin barrier di tengah paparan polusi udara. Kebersihan kulit yang tidak baik menjadi faktor utama pemicu tumbuhnya jerawat. Ia mengatakan ketika tidak rutin mencuci muka, pori-pori wajah akan tersumbat kotoran maupun riasan sehingga jerawat, komedo, dan noda hitam mudah muncul.
Paparan sinar matahari juga membuat kulit kering karena kelembabannya menguap. Mengatasi paparan sinar matahari jangka panjang, pemilik akun Instagram @dhelya_spkk ini mengatakan tabir surya jadi salah satu kunci utama menjaga kesehatan kulit. Tabir surya dengan SPF 15-30 dapat menghalangi sinar UVA dan UVB matahari yang bahkan bisa masuk melalui kaca rumah sehingga penggunaannya perlu meski di dalam rumah maupun saat beraktivitas di luar ruangan.
Lala mengatakan idealnya SPF 30 cukup untuk kawasan Asia seperti Indonesia. Cara penggunaannya dengan dua ruas jari untuk menutupi area wajah dan leher dan oleskan 15-30 menit sebelum keluar rumah. Namun, penggunaan tabir surya perlu diperhatikan untuk ibu hamil dan menyusui dengan memilih yang tanpa kandungan kimiawi.
Penggunaan tabir surya juga bisa mencegah kulit terbakar dengan ciri-ciri merah pada belakang leher akibat paparan matahari. Selain tabir surya, pelembab adalah perlengkapan perawatan kulit yang juga wajib untuk mempertahankan hidrasi kulit dan mengurangi penguapan kulit akibat polusi dan oksidan. Pelembab juga dapat mencegah kerutan dan penuaan dini dan menjaga kulit tetap sehat.
Penggunaan tabir surya dan pelembab wajib bagi pria dan wanita. Namun, kulit pria cenderung lebih tebal sehingga tidak mudah menua daripada wanita. Karenanya, terkadang wanita menambah pertahanan kulit wajah dengan produk perawatan kulit. Penggunaan skincare boleh diterapkan dengan langkah-langkah yang benar agar memiliki efek maksimal dengan memperhatikan tahapannya.
Dokter di Malang, Jawa Timur, ini mengingatkan untuk memakai toner setelah cuci muka, disusul serum dan pelembab. Penting juga diingat untuk mendahulukan skincare yang berbahan ringan agar meresap ke dalam kulit dengan baik.
“Kesalahan urutan memakai skincare bisa merusak kulit, misalnya ada serum yang mengandung retinol harusnya dipakai malam hari, dipakai siang, nanti sensitif, merah kulitnya. Kalau kesalahan urutannya yang lebih berat dia pakai di awal, yang kedua enggak masuk nanti, jadi layering harus benar,” paparnya.
Perawatan kulit anak
Selain serum, masker juga disarankan dipakai cukup seminggu sekali dan tidak lebih dari 20-30 menit. Kalau masker topeng jangan pakai ulang karena akan menambah sensitif wajah, cukup dipakai 20 menit, tidak semalaman atau setengah jam.
Lala mengungkapkan anak-anak juga bisa memakai produk perawatan kulit yang aman dan memang diformulasikan untuk anak. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sudah memperbolehkan dan menganjurkan anak mengenakan tabir surya mulai usia 6 bulan dengan kandungan hipoalergenik dan nonparfum. Selain tabir surya, usahakan untuk sabun mandi yang dipakai anak tidak mengandung banyak antiseptik dan perhatikan alergen pada pewangi pakaian baju anak.
Untuk mencegah kondisi kulit yang memburuk, selain perawatan dari luar dengan produk kesehatan, Lala juga menyarankan tetap berolahraga sesuai porsi agar sel dalam tubuh dapat menumbuhkan kolagen. Selain itu, konsumsi makanan dan buah-buahan yang kaya vitamin C dan vitamin E seperti jeruk, alpukat, apel, dan semangka. Disarankan juga mengenakan pakaian berbahan katun yang mudah menyerap keringat dan warna-warna cerah dan terang seperti putih atau nude untuk menangkal cahaya matahari.
Pilihan Editor: Saran Dokter Paru bila Kualitas Udara Buruk