Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Beda Kelelahan Biasa dan Akibat Cuaca Panas

Reporter

image-gnews
Ilustrasi wanita di bawah paparan sinar matahari. Freepik.com
Ilustrasi wanita di bawah paparan sinar matahari. Freepik.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Anda merasa lesu dan letih? Apakah hanya kelelahan biasa atau karena cuaca panas atau heat exhaustion? Dokter pun menjelaskan bedanya.

"Terpapar cuaca panas untuk waktu lama bisa menyebabkan heat exhaustion. Itulah respons tubuh yang kehilangan banyak cairan dan garam," jelas Dr. Preethi Daniel, deputi direktur medis di London Doctors Clinic, Inggris.

"Gejala biasanya banyak berkeringat, bernapas cepat, sakit kepala, suhu badan tinggi, mual, detak jantung lebih cepat dan lemah, kepala terasa kosong, merasa lelah, dan kram," ujarnya kepada Daily Mail.

Lansia, bayi, anak-anak, dan penderita penyakit kronis lebih mungkin mengalami kondisi ini. Gejala biasanya sama pada dewasa dan anak-anak, dan bisa membuat anak lelah dan sempoyongan. Meski tak mengancam jiwa, kondisi ini menjadi tanda tubuh butuh pendinginan dan mencegah berkembangnya heat stroke. Segera berlindung dari sinar matahari.

Beda dengan kelelahan biasa
Apa bedanya dengan kelelahan biasa? "Heat exhaustion adalah dampak langsung terlalu lama berada di bawah sinar matahari dan sering menaikkan suhu inti tubuh melebihi 38 derajat Celcius, yang bukan merupakan tanda kelelahan umum," papar Dr. Carolyn Barshall, dari RS King Edward VII.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sementara kelelahan bisa terjadi karena banyak faktor gaya hidup seperti kurang tidur, minum alkohol, atau pola makan tak sehat," tambahnya.

Apa pula bedanya dengan heat stroke? Ini merupakan kondisi lanjutan dari heat exhaustion karena bisa berdampak ke mental, seperti kebingungan, kehilangan kesadaran, bahkan pingsan. Gejala lain adalah kulit tak mengeluarkan keringat meski cuaca panas, serta kesulitan bernapas, dan biasanya dianggap sebagai kondisi darurat.

Pilihan Editor: Sering Dilakukan Para Atlet, Ini 4 Manfaat Berendam Air Es Setelah Olahraga

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Viral di Media Sosial Tabir Surya Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Pakar Beri Tanggapan

1 hari lalu

Ilustrasi memakai tabir surya. Freepik.com/pvproductions
Viral di Media Sosial Tabir Surya Bisa Sebabkan Kanker Kulit, Pakar Beri Tanggapan

Kreator konten mengklaim sinar matahari bukan penyebab kanker kulit tapi zat kimia yang terdapat pada tabir surya. Benarkah demikian?


Tips Tetap Aman kala Cuaca Panas Membara

1 hari lalu

Ilustrasi wanita di bawah paparan sinar matahari. Freepik.com
Tips Tetap Aman kala Cuaca Panas Membara

Cuaca Pakar mengingatkan gagal mempersiapkan diri menghadapi cuaca panas bisa berbahaya bagi kesehatan. Berikut yang perlu dilakukan.


Tips Traveling di Tengah Cuaca Panas agar Tetap Nyaman dan Terhindar dari Heat Stroke

2 hari lalu

Ilustrasi anak-anak di saat cuaca panas. shutterstock.com
Tips Traveling di Tengah Cuaca Panas agar Tetap Nyaman dan Terhindar dari Heat Stroke

Suhu udara di beberapa negara cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan heat stroke, ketahui tips ini agar tetap bugar selama traveling.


Saudi Arabia Keuarkan Peringatan Suhu Panas Musim Haji, Ini Langkah Cegah Dampak Buruknya

3 hari lalu

Ilustrasi Ibadah Haji. Getty Images
Saudi Arabia Keuarkan Peringatan Suhu Panas Musim Haji, Ini Langkah Cegah Dampak Buruknya

Suhu puncak pada musim haji 2024 terjadi pada sore hari yang diperkirakan mencapai 48 derajat Celcius, dengan kelembapan sekitar 25 persen.


Arab Saudi Ingatkan Jemaah Haji Soal Suhu Panas Hampir 50 Derajat

3 hari lalu

Umat Muslim berdoa di Gunung Jabal Nur, menjelang ibadah haji di kota suci Mekah, Arab Saudi, 11 Juni 2024. Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril di Gua Hira. REUTERS/Saleh Salem
Arab Saudi Ingatkan Jemaah Haji Soal Suhu Panas Hampir 50 Derajat

Arab Saudi memperingatkan jemaah haji agar mewaspadai kenaikan suhu hingga mencapai 48 derajat Celcius di Mekah.


Cuaca Panas dan Kulit Terbakar Sinar Matahari, Pakar Bagi Cara Merawatnya

4 hari lalu

Ilustrasi kulit terbakar sinar matahari atau sunburn (Freepik)
Cuaca Panas dan Kulit Terbakar Sinar Matahari, Pakar Bagi Cara Merawatnya

Pakar kecantikan dan kebugaran membagi langkah-langkah untuk mengatasi kulit terbakar sinar matahari saat cuaca panas seperti sekarang.


Perdokhi Minta Jemaah Haji Tak Abaikan Kondisi Kaki selama di Tanah Suci

6 hari lalu

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) membantu memakaikan kain ihram jamaah calon haji Indonesia saat tiba di hotel, Makkah, Arab Saudi, Senin 20 Mei 2024. Kementerian Agama menyatakan sebanyak 3.425 jamaah calon haji Indonesia yang tergabung dalam 8 kelompok terbang (kloter) pertama diberangkatkan secara bertahap dari Madinah ke Makkah dengan menggunakan bus pada 20 Mei 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Perdokhi Minta Jemaah Haji Tak Abaikan Kondisi Kaki selama di Tanah Suci

Ketua Perdokhi mengatakan jemaah haji bisa mengalami masalah kesehatan kaki apabila tidak memakai alas kaki dalam waktu lama saat cuaca panas.


Saran Perdokhi agar Jemaah Haji Tetap Sehat selama Beribadah

7 hari lalu

Dokter menangani pasien yang sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah, Arab Saudi, Selasa, 28 Mei 2024. Hingga Senin (27/5), jumlah jemaah haji meninggal dunia di Tanah Suci tercatat berjumlah 22 orang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Saran Perdokhi agar Jemaah Haji Tetap Sehat selama Beribadah

Selain pola minum untuk mencegah serangan panas, jemaah haji juga diminta memperhatikan kebersihan diri agar terhindar dari berbagai penyakit menular.


Cuaca Ekstrem Gelombang Panas Makan Korban Jiwa di India

9 hari lalu

Pengendara motor lewat di bawah alat penyiram air saat gelombang panas di Ahmedabad, India, 9 Mei 2024. Setidaknya dua orang tewas di negara bagian Kerala, India Selatan, diduga karena serangan suhu panas. REUTERS/Amit Dave
Cuaca Ekstrem Gelombang Panas Makan Korban Jiwa di India

Cuaca ekstrem berupa gelombang panas hingga tembus suhu 52,9 derajat Celsius memakan korban jiwa di India.


Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

10 hari lalu

Ilustrasi urban farming/berkebun di perkotaan. Shutterstock
Saran Pelaku Usaha buat yang Ingin Berkebun di Perkotaan

Berikut saran bagi yang ingin memulai hobi berkebun di wilayah perkotaan, di mana lahan bebas tanam biasanya terbatas.