Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ini Alasan Kucing Suka Pilih-pilih Makanan

image-gnews
Ilustrasi kucing (Pixabay)
Ilustrasi kucing (Pixabay)
Iklan

TEMPO.CO, JakartaKucing didorong untuk makan makanan dengan rasio protein terhadap lemak yang disukai. Menurut penelitian dalam jurnal Royal Society Open Science, kucing mengonsumsi makanan dengan persentase sekitar 50 banding 50 dari protein dan lemak.

Ditambah pula, hewan peliharaan dapat menampilkan neophobia. Artinya, kucing tidak mau mencoba makanan yang baru atau berbeda dengan makanan normal mereka sehingga menjadi tampak susah diatur makan. 

Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kucing memiliki kebutuhan dan kelemahan makanan yang hampir identik. Kucing dikenal sebagai hypercarnivore. Sebab, kucing telah berevolusi untuk makan makanan yang hampir secara eksklusif daging sebagai lawan dari omnivora, seperti anjing. Di alam liar, makan makanan baru dapat menyebabkan kucing sebagai food neophobia sakit perut atau lebih buruk lagi akiibat fobia terhadap makanan tertentu.

Berdasarkan Livescience, untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan makanan kucing, Hewson-Hughes, ilmuwan peneliti senior di Waltham Center for Pet Nutrition dan rekan-rekannya melakukan serangkaian eksperimen.

Berdasarkan eksperimen tersebut, kucing awalnya memilih makanan berdasarkan preferensi rasa. Namun, setelah “belajar” karena paparan sebelumnya tentang komposisi nutrisi makanan, kucing memilih makanan untuk mencapai keseimbangan target protein dan lemak terlepas dari rasa. 

Menurut Martha Cline, seorang dokter hewan spesialis di Rumah Sakit Hewan Red Bank, kucing mungkin tidak mendapatkan cukup protein dalam makanan, sesuai pedoman Dewan Riset Nasional dan Asosiasi Pejabat Kontrol Pakan Amerika. Kucing dengan diet tinggi protein selama 2 bulan dalam sebuah penelitian mempertahankan massa tubuh tanpa lemak yang sehat. Sementara itu, kucing yang diberi diet sedang dan rendah protein tidak berjalan dengan baik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dikutip dari laman petmd, faktor lain yang penting ketika memilih makanan kucing adalah preferensi makanan telah terbentuk ketika masih muda. Apa yang dimakan ibu kucing selama kehamilan dan menyusui ditambah jenis makanan yang terpapar anak kucing pada awal kehidupan berperan besar dalam preferensi. Akibatnya, ketika anak kucing masih muda, penting untuk menawarkan berbagai makanan kucing hanya dalam jumlah kecil pada satu waktu selama beberapa hari. Cara tersebut dilakukan untuk menghindari gangguan saluran pencernaan. 

Selain itu, faktor lain yang membuat kucing pilih-pilih makanan adalah aroma. Makanan kaleng sering disukai karena mengeluarkan bau lebih mudah daripada kering. Suhu juga memainkan peran besar karena makanan dingin tidak mengeluarkan banyak aroma. Jika makanan kaleng disimpan di lemari es, ada baiknya untuk menghangatkannya hingga suhu sekitar 100 derajat Fahrenheit sebelum memberi makan. Tidak hanya aroma, tekstur juga penting untuk kucing karena lebih suka makanan padat dan lembab. Bentuk makanan juga menjadi faktor kucing suka memilih makanan.  

Anatomi kucing juga memengaruhi perilaku makan. Kucing tidak dapat menggiling makanan karena gigi mereka semua runcing tanpa permukaan oklusal (mengunyah) yang rata. Kucing juga tidak bisa menggerakkan rahangnya secara horizontal sehingga membatasi kemampuan untuk mengunyah. Kucing peliharaan kebanyakan menelan makanan kering utuh. Atas dasar tersebut, penting untuk pemilik memperhatikan faktor-faktor yang membuat kucing pilih-pilih makanan. 

Pilihan Editor: Tips Memberi Makanan Kucing Agar Tetap Sehat dan Panjang Umur

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

12 jam lalu

Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

Salah satu manfaat dari memiliki hewan peliharaan adalah baik untuk kesehatan mental. Selain itu, ternyata memelihara anjing atau kucing dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut selengkapnya.


7 Rekomendasi Kucing Ras untuk Dipelihara di Rumah

2 hari lalu

Pekerja bermain dengan kucing di jasa penitipan hotel kucing Fur Seasons, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 4 April 2024. Menjelang Lebaran, hotel kucing tersebut telah penuh dipesan oleh warga yang ingin menitipkan hewan peliharaannya sebelum mudik ke kampung halaman dengan biaya jasa penitipan Rp60 ribu hingga Rp85 ribu per harinya. ANTARA/Mohammad Ayudha
7 Rekomendasi Kucing Ras untuk Dipelihara di Rumah

Sebelum memelihara kucing, sebaiknya Anda mengetahui kucing ras yang bisa dipelihara di rumah. Berikut ini informasinya.


Saran Memilih Makanan Bergizi dan Berkualitas dari Ahli Gizi

2 hari lalu

Ilustrasi sayuran. Unsplash.com/Inigo De la Maza
Saran Memilih Makanan Bergizi dan Berkualitas dari Ahli Gizi

Makanan bergizi tidak harus dari sumber pangan impor atau dengan pengemasan baik. Berikut saran ahli gizi.


Deretan Aksi Penembakan Kucing Memicu Reaksi Publik

6 hari lalu

Pelaku penembak kucing di Semarang dihadirkan saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Selasa. (ANTARA/I.C. Senjaya)
Deretan Aksi Penembakan Kucing Memicu Reaksi Publik

Aksi penembakan kucing di Krobokan, Semarang Barat, terjadi pada Senin, 15 Juli 2024


Pria di Semarang Tembak Kucing Hingga Mati, Jengkel Karena si Kucing Sering Buang Kotoran di Area Rumah

7 hari lalu

Pelaku penembak kucing di Semarang dihadirkan saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Selasa. (ANTARA/I.C. Senjaya)
Pria di Semarang Tembak Kucing Hingga Mati, Jengkel Karena si Kucing Sering Buang Kotoran di Area Rumah

Pria tersebut menembak kucing dengan tiga peluru gotri dari pistol jenis airsoft gun. Polisi langsung menahan dan menjeratnya dengan pasal KUHP.


Begini Tips Membangun dan Mempertahankan Massa Otot

7 hari lalu

Ilustrasi wanita menunjukkan otot. Freepik.com/8photo
Begini Tips Membangun dan Mempertahankan Massa Otot

Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membangun dan mempertahankan massa otot.


Diam-diam Mematikan, Inilah 8 Penyakit Silent Killer

7 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Diam-diam Mematikan, Inilah 8 Penyakit Silent Killer

Penyakit silent killer adalah ancaman serius bagi kesehatan karena berkembang tanpa gejala yang jelas dan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.


Kenali Ragam 5 Kepribadian Kucing Berikut Sebelum Mengadopsi Kucing

11 hari lalu

Kucing bernama Larry terlihat di Downing Street, mengikuti hasil pemilihan umum, di London, Inggris, 5 Juli 2024. REUTERS/Hannah McKay
Kenali Ragam 5 Kepribadian Kucing Berikut Sebelum Mengadopsi Kucing

Sifat dan karakter kucing yang perlu diketahui oleh pemiliknya atau bagi yang ingin mengadopsi


Anak dengan Kanker Perlu Banyak Konsumsi Protein Saat Jalani Kemoterapi

11 hari lalu

Ilustrasi Kanker. shutterstock.com
Anak dengan Kanker Perlu Banyak Konsumsi Protein Saat Jalani Kemoterapi

Protein hewani sangat penting dibutuhkan anak dengan kanker untuk mempertahankan massa otot dan mencegah anak jatuh ke malnutrisi.


Semua Berubah di Downing Street 10 Inggris, Kecuali Si Kucing Larry

11 hari lalu

Kucing bernama Larry terlihat di Downing Street, mengikuti hasil pemilihan umum, di London, Inggris, 5 Juli 2024. REUTERS/Hannah McKay
Semua Berubah di Downing Street 10 Inggris, Kecuali Si Kucing Larry

Pasca kemenangan Partai Buruh, di Downing Street 10, London, Inggris berubah, kecuali si kucing Larry.