Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sebab Alat Bantu Dengar Tidak Bisa Dipakai Pasien Seumur Hidup

Reporter

image-gnews
Alat bantu dengar. ANTARA/Lucky R.
Alat bantu dengar. ANTARA/Lucky R.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis telinga hidung tenggorokan, bedah kepala dan leher di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Ronny Suwento, menjelaskan alat bantu dengar yang digunakan pasien dengan gangguan pendengaran tidak bisa dipakai seumur hidup.

“Jadi, jawabannya tidak bisa. Beli sekali lalu dipakai seumur hidup itu tidak bisa,” katanya.

Ronny menganalogikan alat bantu dengar sebagai sepatu yang selalu dipakai. Namun ketika sudah terasa sempit di kaki, mau tidak mau kita harus mengganti dengan ukuran yang sesuai dengan kondisi kaki saat ini. Pada pemakaian alat bantu dengar, jenisnya disesuaikan dengan keparahan gangguan pendengaran pasien dan bentuk telinga. Spesifikasinya akan berubah seiring bertambahnya usia pasien.

“Anak itu akan semakin besar, ukuran kepalanya akan semakin besar. Yang tadi telinganya kecil akan semakin besar. Tentu pada usia tertentu perlu dilakukan penggantian. Kemudian juga dilihat kebutuhannya dari beberapa spesifikasi,” jelasnya.

Pada bayi misalnya, ketika baru lahir bayi dengan gangguan pendengaran akan diberikan alat yang tidak mengganggu aktivitas berbaring terlentang seharian. Alat tersebut dibuat sesuai standar yang membantu bayi menerima suara secara horizontal.

“Nanti kalau sudah mulai tengkurap atau menengok kita harus pakai alat yang lebih bisa melokalisir,” ucapnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Perlu disesuaikan
Penyesuaian alat bantu dengar juga melihat kondisi fisik pasien, seperti bentuk dan besar telinga, mengingat setiap orang memiliki perbedaan. Karena itu, ia berpesan agar orang tua memeriksakan telinga anak sesegera mungkin setelah lahir, setidaknya dalam kurun waktu 48 jam. 

Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bayi memiliki faktor risiko gangguan pendengaran atau adanya potensi di masa depan. Pemeriksaan dapat diulang kembali begitu anak berusia 3 bulan untuk memastikan diagnosis sebelumnya berubah semakin baik atau memerlukan tata laksana medis.

“Jadi kalau ke rumah sakit, ke tempat melahirkan, itu fasilitas yang diperiksa jangan hanya ada operasi sesar atau tidak. Periksa juga ada tidak fasilitas atau konseling pendengaran. Itu salah satu bentuk kepedulian calon-calon ibu,” tegasnya.

Pilihan Editor: Penyebab Gangguan Pendengaran dan Cara Mencegahnya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Donald Trump Tampil Pertama Kali di Depan Umum setelah Selamat dari Penembakan

7 hari lalu

Donald Trump Tampil Pertama Kali di Depan Umum setelah Selamat dari Penembakan

Donald Trump tampak menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik dengan telinga yang diperban setelah selamat dari insiden penembakan.


Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

45 hari lalu

Ilustrasi otak. medicalnews.com
Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

Menyambut Hari Tumor Otak Sedunia pada 8 Juni, kenali gejala tumor otak berikut yang sering diabaikan.


Cara Aman Membersihkan Telinga, Bukan dengan Cotton Bud

56 hari lalu

Ilustrasi membersihkan kuping atau telinga dengan lilin. Koichi Kamoshida/Getty Images
Cara Aman Membersihkan Telinga, Bukan dengan Cotton Bud

Kotoran telinga cenderung keluar dengan sendirinya. Jika tidak dan jumlahnya terus bertambah, Anda bisa mencoba membersihkan telinga dengan cara ini.


Fakta Unik Telinga yang Mungkin Anda Tidak Tahu

57 hari lalu

Ilustrasi mengusap telinga. Lovemerubme.com
Fakta Unik Telinga yang Mungkin Anda Tidak Tahu

Mungkin ada fakta yang tak diketahui soal telinga selain mendengar, misalnya berperan penting pada keseimbangan tubuh. Berikut beberapa di antaranya.


Macam Penyebab Sakit Telinga, dari Infeksi sampai Penyumbatan

23 Mei 2024

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
Macam Penyebab Sakit Telinga, dari Infeksi sampai Penyumbatan

Berikut beberapa penyebab utama di balik sebagian besar kasus sakit telinga menurut pakar, jangan diabaikan.


Mengenali Jenis-Jenis Earphone

17 Mei 2024

Ilustrasi earphone bluetooth. Pexels/Monstera
Mengenali Jenis-Jenis Earphone

Banyak model earphone, kabel dan nirkabel


Guru Besar Unair Ungkap Pentingnya Deteksi Dini Pendengaran pada Bayi

13 Mei 2024

ilustrasi telinga bayi (pixabay.com)
Guru Besar Unair Ungkap Pentingnya Deteksi Dini Pendengaran pada Bayi

Deteksi dini pada bayi baru lahir bisa menggunakan alat bernama auditory brainstem response (ABR).


Dokter THT Ingatkan Gangguan Pendengaran Akibat Pakai Headphone

5 April 2024

Ilustrasi wanita mendengarkan musik di kafe. shutterstock.com
Dokter THT Ingatkan Gangguan Pendengaran Akibat Pakai Headphone

Dokter THT menjelaskan kebiasaan mendengarkan musik dengan suara keras menggunakan earphone dapat memicu gangguan pendengaran.


Ragam Radang Telinga yang Paling Sering Dialami Anak

29 Maret 2024

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
Ragam Radang Telinga yang Paling Sering Dialami Anak

Radang telinga yang paling sering dialami anak adalah otitis media akut, di mana infeksi rongga hidung menyerang secara cepat.


4 Sinyal Ancaman Kehilangan Pendengaran

24 Maret 2024

Ilustrasi periksa telinga. Shutterstock
4 Sinyal Ancaman Kehilangan Pendengaran

Kehilangan pendengaran bukan hanya masalah pada lansia. Anak muda pun bisa mengalaminya. Berikut empat tanda perlunya periksakan telinga.