Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Bijak Garam Bantu Tingkatkan Gaya Hidup Sehat Masyarakat Indonesia

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)
Ilustrasi hipertensi (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Premier Bintaro Yohan Samudra mengatakan konsumsi garam yang berlebih menjadi pemicu utama timbulnya hipertensi yang berujung pada meningkatnya faktor resiko penyakit jantung. "Oleh karena itu, mengontrol asupan garam menjadi penting bagi masyarakat supaya terhindar dari faktor resiko serangan jantung maupun hipertensi," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 20 Mei 2024.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang tidak selalu memiliki gejala. Tak jarang pula orang tiba-tiba memiliki tensi yang tinggi ketika diukur. Hipertensi juga bisa ditandai dengan rasa tidak nyaman, sakit kepala, namun bukan berarti setiap sakit kepala penyebabnya adalah tekanan darah tinggi. "Penting bagi kita untuk bisa mencegah faktor-faktor risikonya," kata Yohan. 

Ia menjelaskan ada beberapa faktor pemicu risiko hipertensi, seperti usia, genetik, dan gaya hidup tidak sehat seperti penyakit metabolik yaitu gula darah tinggi, kolesterol tinggi, asupan garam berlebih. "Dari faktor-faktor tersebut, tentu saja menerapkan gaya hidup sehat menjadi cara yang paling baik untuk terhindar dari faktor risiko hipertensi,” kata Yohan Samudra.

Dalam memperingati Hari Hipertensi sedunia yang jatuh di bulan Mei ini, Yohan mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menerapkan gaya hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, serta mengontrol asupan gula, garam, lemak (GGL) sebagaimana dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Natrium di dalam garam memang menjadi salah satu zat gizi mikro yang membantu mendukung fungsi tubuh. Namun, konsumsi garam berlebih bisa memicu penumpukan cairan yang berlebihan di dalam jaringan tubuh," katanya. 

Cairan tersebut bisa tertarik masuk ke dalam pembuluh darah dan meningkatkan volume aliran darah. Kondisi ini akan memicu kenaikan tekanan darah dan menyebabkan hipertensi. Ketika seseorang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, dalam jangka panjang pembuluh darah akan mengeras dan menyempit. Akibatnya, aliran darah dan oksigen yang disalurkan ke organ tubuh menjadi berkurang. "Jantung akan bekerja ekstra dan meningkatkan tekanan darah yang memicu gagal jantung ataupun stroke. "Badan Kesehatan Sedunia juga menganjurkan maksimum konsumsi garam sebanyak 5 gram per-hari agar dapat membantu mengurangi risiko hipertensi. Mengurangi asupan garam bisa mengurangi tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung,” katanya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Head of Corporate Communications – PT Ajinomoto Indonesia Grant Senjaya mengatakan timnya giat mengkampanyekan konsep Bijak Garam untuk mendorong terciptanya pola hidup sehat di masyarakat. “Kampanye Bijak Garam Ajinomoto ini merupakan salah satu wujud edukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam," kata Grant. 

Ada beberapa cara penerapan Bijak Garam dalam aktivitas memasak harian. Salah satu hal yang disarankan Grant adalah dengan mengurangi sebagian penggunaan garam dan menggantinya dengan menambahkan penyedap rasa. "Contoh, dalam memasak menu sup ayam, dari yang biasanya kita menuangkan 2 sendok teh (sdt) garam ke dalam 1 liter kuah, cukup diubah menjadi 1 sendok teh garam + ½ sendo teh penyedap rasa, dengan tips itu, kita sudah menerapkan konsep Bijak Garam. Hidup bisa lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa makanan yang tinggi,” ujar Grant.

Pilihan Editor: 10 Tips Pencegahan Penyakit Hipertensi, Tak Perlu Habiskan Kuah

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

10 jam lalu

ilustrasi diabetes (pixabay.com)
Cara UI Beri Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat

Hipertensi dan diabetes melitus menduduki peringkat lima besar penyakit tidak menular di Indonesia. Berikut cara UI memberi edukasi pada masyarakat.


Inilah Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan pada Ginjal

16 jam lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Inilah Bahaya Mengonsumsi Garam Berlebihan pada Ginjal

Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat memiliki dampak serius pada kesehatan ginjal dan sistem kardiovaskular.


Dokter Ingatkan Kelebihan Konsumsi Garam dan Risiko Gagal Ginjal

1 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
Dokter Ingatkan Kelebihan Konsumsi Garam dan Risiko Gagal Ginjal

Dokter mengungkapkan kebiasaan mengonsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko gagal ginjal dan kini dialami banyak anak muda.


Mengapa Mencabut Gigi saat Hipertensi Tidak Disarankan?

4 hari lalu

Biaya cabut gigi di Puskesmas bagi peserta JKN atau pemegang KIS adalah gratis. Lantas, berapa biaya cabut gigi di Puskesmas bagi masyarakat umum? Foto: Canva
Mengapa Mencabut Gigi saat Hipertensi Tidak Disarankan?

Cabut gigi pada penderita hipertensi sama sekali tidak disarankan untuk menghindari komplikasi serius.


Ada Pizza hingga Sandwich, Inilah 5 Makanan yang Mengandung Garam Tinggi

6 hari lalu

Ilustrasi pizza. Sumber: Unsplash/asiaone.com
Ada Pizza hingga Sandwich, Inilah 5 Makanan yang Mengandung Garam Tinggi

Berikut daftar makanan yang mengandung garam dengan jumlah tinggi yang perlu diwaspadi.


Inilah Risiko Kesehatan Jangka Panjang jika Tubuh Mengonsumsi Garam Berlebihan

6 hari lalu

Ilustrasi menaburkan garam. shutterstock.com
Inilah Risiko Kesehatan Jangka Panjang jika Tubuh Mengonsumsi Garam Berlebihan

Berikut bahaya kesehatan jangka panjang dari kandungan garam yang berlebihan dalam tubuh.


Inilah Tanda-tanda Tubuh Menyimpan Kandungan Garam Berlebihan

6 hari lalu

Ilustrasi garam epsom. Shutterstock
Inilah Tanda-tanda Tubuh Menyimpan Kandungan Garam Berlebihan

Jika mengalami kelebihan garam, tubuh akan memberikan beberapa tanda sebagai berikut.


Begini Cara Mengurangi Garam yang Berlebihan dalam Tubuh

6 hari lalu

Ilustrasi garam. Shutterstock
Begini Cara Mengurangi Garam yang Berlebihan dalam Tubuh

Jika mengalami tanda-tanda garam berlebihan dalam tubuh, terapkan cara berikut ini untuk menguranginya.


Gelar PHC Fest, CISDI Ajak Anak Muda Wujudkan Lingkungan Sehat dengan Cara Menyenangkan

7 hari lalu

PHC FEST by CISDI 13-14 Juli 2024/CISDI
Gelar PHC Fest, CISDI Ajak Anak Muda Wujudkan Lingkungan Sehat dengan Cara Menyenangkan

CISDI mengajak anak muda untuk mempopulerkan gaya hidup sehat dengan cara menyenangkan melalui Primary Healthcare Festival


Ajak Anak Muda Indonesia Bangga dengan Olahraga dan Gaya Hidup Sehat

16 hari lalu

Meet And Greet Timnas Indonesia pada 4 Juli 2024/Rumah Indofood
Ajak Anak Muda Indonesia Bangga dengan Olahraga dan Gaya Hidup Sehat

Anak muda perlu terus tingkatkan rasa bangga Indonesia. Salah satunya dengan mendukung atlet serta meningkatkan gaya hidup sehat.