Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kesadaran Masyarakat Masih Rendah dalam Pengobatan, Tantangan Eliminasi TBC 2030

Reporter

image-gnews
Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kesadaran masyarakat masih terbilang rendah dalam hal pengobatan dan terapi tuberkulosis (TBC). Kepala Pusat Peduli TBC Yarsi, Heliwah Umniyati, menjelaskan terapi pencegahan tuberkulosis sangat penting untuk mempersempit penyebaran penyakit menular pada paru-paru tersebut.

"Sekarang ini untuk menuju eliminasi TBC 2030 dan menurunkan prevalensi TBC di Indonesia, maka terapi pencegahan sangat penting," ujarnya di Universitas Yarsi Jakarta, Rabu, 29 Mei 2024.

Para penderita yang positif terjangkit kuman tuberkulosis sering tak mau ke puskesmas dan minum obat. Durasi minum obat harus dilakukan setidaknya 3-6 bulan agar kuman tuberkulosis mati.

"Tidak hanya yang sakit diobati tetapi juga anggota keluarganya, terutama anak usia 5 tahun harus dikasih terapi pencegahan tuberkulosis," saran Heliwah.

Menularkan ke orang lain
Pasien tuberkulosis dapat menularkan penyakit itu kepada orang lain, baik di rumah atau lingkungan kerja. Orang-orang yang melakukan kontak erat dengan penderita TBC harus diperiksa untuk memastikan apakah punya kuman tahan asam di dalam tubuh atau tidak. Meski tubuh kelihatan sehat dan nafsu makan ada, bila terbukti ada kuman maka ia memiliki dorman atau kuman tidur yang sewaktu-waktu dapat aktif bila daya tahan ubuh rendah.

"Untuk mencegah TBC aktif harus dikasih obat pencegahan yang dikenal dengan terapi pencegahan TBC, itu bisa tiga bulan atau enam bulan, tergantung obatnya. Sekarang ada obat baru yang mempercepat terapi," papar Heliwah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia juga mengungkapkan banyak anak di bawah usia 5 tahun kini terkena tuberkulosis yang umumnya tertular dari orang tua mereka. Gejala TBC pada anak yang paling jelas adalah berat badan selalu turun. Meski muncul batuk, itu tidak utama seperti gejala yang dialami pasien tuberkulosis dewasa.

"Kami menjaring banyak (pasien tuberkulosis) tetapi hanya sedikit yang mengikuti terapi pencegahan tuberkulosis," kata Heliwah.

Pada 28-29 Mei 2024, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengadakan sosialisasi tuberkulosis di Universitas Yarsi sebagai bentuk kolaborasi dengan lembaga pendidikan dalam menangani infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kegiatan itu terselenggara atas dukungan Pusat Peduli TBC Yarsi, USAID Prevent TB, dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat. Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, mengatakan upaya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak sangat penting dalam rangka menekan kasus tuberkulosis.

Pilihan Editor: Sama-sama Muncul di Leher, Ternyata Kedua Penyakit Ini Tak Sama

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Guru Besar FKUI Ungkap Kelumpuhan TBC Tulang Tak Sama dengan Polio

1 hari lalu

Petugas kesehatan memberikan vaksin polio tetes kepada seorang anak saat Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Posyandu Lavenda, Simpang Rimbo, Jambi, Selasa 23 Juli 2024. Dinas Kesehatan Kota Jambi menargetkan cakupan imunisasi sebesar 95 persen atau sebanyak 80.297 anak. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Guru Besar FKUI Ungkap Kelumpuhan TBC Tulang Tak Sama dengan Polio

Guru Besar FKUI menjelaskan beda kelumpuhan pada tuberkulosis (TB) tulang belakang dengan kasus polio. Berikut penjelasannya.


Minim Kepala Daerah Tanda Tangan Penanganan TBC-Polio

16 hari lalu

Ilustrasi kuman tuberculosis atau TBC (pixabay.com)
Minim Kepala Daerah Tanda Tangan Penanganan TBC-Polio

Baru 47 dari total 514 kepala daerah yang menandatangani SK Penanganan TBC dan Polio. Kenapa angkanya masih rendah?


Perlunya Skrining di Tempat Berisiko Tinggi TBC untuk Turunkan Kasus

23 hari lalu

Ilustrasi obat Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Perlunya Skrining di Tempat Berisiko Tinggi TBC untuk Turunkan Kasus

Kemenko PMK menyebut perlunya skrining di tempat-tempat berisiko tinggi untuk mengatasi TBC, juga perlunya sosialisasi dan edukasi.


Dokter Jelaskan Jenis Batuk, Penyebab dan Bedanya

29 hari lalu

Ilustrasi batuk pilek. Shutterstock
Dokter Jelaskan Jenis Batuk, Penyebab dan Bedanya

Dokter penyakit dalam menyebut batuk memiliki perbedaan yang dapat dilihat berdasarkan sifat akutnya. Berikut penjelasannya.


Penularan TBC Anak Bisa Berawal dari Lingkungan Rumah dan Pentingnya Skrining

32 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Penularan TBC Anak Bisa Berawal dari Lingkungan Rumah dan Pentingnya Skrining

Pakar mengatakan kontak erat di lingkungan rumah merupakan faktor risiko paling kuat terhadap penularan TBC, terutama pada anak.


Pakar Sebut Obat TBC Tak Berbahaya buat Ibu Hamil

34 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Pakar Sebut Obat TBC Tak Berbahaya buat Ibu Hamil

Pakar menyebut obat TBC yang digunakan ibu hamil sudah aman dengan bahaya lebih kecil sehingga tak berisiko ke janin.


Sebab Obat TBC Sebaiknya Diberikan pada Anak saat Perut Kosong

34 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Sebab Obat TBC Sebaiknya Diberikan pada Anak saat Perut Kosong

Obat TBC pada anak sebaiknya diberikan pada anak di waktu yang sama dan saat perut kosong agar obat bisa bekerja dengan lebih optimal.


Mendagri Tito Sebut Salah Satu Ancaman Bonus Demografi adalah Penyakit Tuberkulosis

45 hari lalu

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor KPU RI, Jakarta, Kamis 2 Mei 2024. ANTARA/HO-Puspen Kementerian Dalam Negeri
Mendagri Tito Sebut Salah Satu Ancaman Bonus Demografi adalah Penyakit Tuberkulosis

Mendagri Tito Karnavian menyebut ancaman bonus demografi di Indonesia salah satunya penyakit tuberkulosis atau TB.


Perilaku Sederhana yang Menjadi Stigma Penderita TBC

49 hari lalu

Ilustrasi Tuberkulosis atau TBC. Shutterstock
Perilaku Sederhana yang Menjadi Stigma Penderita TBC

Masyarakat diminta menghindari tindakan-tindakan sederhana yang dapat memunculkan stigma negatif pada penderita TBC.


Mahasiswa Poltek Harber Ciptakan Aplikasi RumahTBC

59 hari lalu

Mahasiswa Politeknik Harapan Bersama
Mahasiswa Poltek Harber Ciptakan Aplikasi RumahTBC

Mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Politeknik Harapan Bersama (Poltek Harber) kembali menorehkan prestasi.