Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Memaknai Melindungi Anak-anak di Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024

image-gnews
Ilustrasi rokok, stop smoking, no smoking
Ilustrasi rokok, stop smoking, no smoking
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Hari Tanpa Tembakau Sedunia  atau World No Tobacco Day diperingati di seluruh dunia setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Hal ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya penggunaan tembakau dan mendorong kebijakan efektif untuk mengurangi konsumsi tembakau di seluruh dunia. 

Dikutip dari National Day Calender, negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 1987. Mulanya WHO menetapkan 7 April 1988 sebagai hari pertama peringatan ini, bertepatan dengan hari ulang tahun WHO yang ke-40. 

Namun, pada 1988, Resolusi WHA42.19 disahkan, menyerukan perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, diperingati setiap tahun pada 31 Mei.

Tujuan dari peringatan ini untuk mendesak pengguna tembakau di seluruh dunia untuk tidak menggunakan produk tembakau selama 24 jam, sebuah tindakan yang diharapkan dapat membantu bagi mereka yang ingin berhenti menggunakan tenbakau.

Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024

Setiap tahun, WHO memilih tema yang berbeda untuk Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dengan fokus pada berbagai aspek pengendalian tembakau. Adapun tahun ini, WHO dan para pemimpin kesehatan masyarakat dari seluruh dunia akan bersatu untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak buruk industri tembakau terhadap generasi muda. 

Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024 adalah "Melindungi Anak-anak dari Campur Tangan Industri Tembakau." Tema ini difokuskan pada advokasi diakhirinya penargetan produk tembakau berbahaya kepada generasi muda.

Wacana ini menyediakan platform bagi kaum muda, pembuat kebijakan dan pendukung pengendalian tembakau secara global untuk membahas masalah ini dan mendesak pemerintah mengadopsi kebijakan yang melindungi kaum muda dari praktik manipulatif tembakau dan industri terkait. 

Meskipun kebiasaan merokok telah menurun selama bertahun-tahun karena upaya fenomenal yang dilakukan oleh komunitas pengendalian tembakau, masih banyak yang harus dilakukan untuk melindungi kelompok rentan ini.

Menurut data tahun 2022, di seluruh dunia, setidaknya 37 juta anak muda berusia 13–15 tahun menggunakan beberapa jenis tembakau. Di WHO Wilayah Eropa, 11,5 persen  anak laki-laki dan 10,1 persen anak perempuan berusia 13–15 tahun adalah pengguna tembakau (4 juta).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengapa industri tembakau menyasar kaum muda?

Untuk terus menghasilkan pendapatan, industri tembakau perlu menggantikan jutaan pelanggan yang meninggal dan mereka yang berhenti menggunakan tembakau setiap tahunnya. 

Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan yang mendorong penyerapan produknya di kalangan generasi berikutnya, termasuk peraturan yang longgar untuk memastikan produknya tersedia dan terjangkau. 

Industri ini juga mengembangkan produk dan taktik periklanan yang menarik bagi anak-anak dan remaja, menjangkau mereka melalui media sosial dan platform streaming.

Menurut laporan WHO, produk seperti rokok elektronik dan kantong nikotin makin populer di kalangan anak muda. Diperkirakan 12,5 persen remaja di Kawasan Eropa menggunakan rokok elektrik pada 2022 dibandingkan dengan 2 persen orang dewasa. Di beberapa negara di kawasan ini, tingkat penggunaan rokok elektrik di kalangan anak sekolah 2–3 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat penggunaan rokok.

Industri tembakau dengan sengaja menjual ketergantungan yang mematikan kepada generasi muda. Sebab itu, Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024 menyerukan kepada pemerintah dan komunitas pengawas tembakau untuk melindungi generasi sekarang dan masa depan, serta meminta pertanggungjawaban industri tembakau atas kerugian yang ditimbulkannya.

Pilihan editor: Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Apa yang Membuat Orang Kecanduan Tembakau

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Penyebab Kanker Paru pada Bukan Perokok

1 hari lalu

Ilustrasi kanker paru-paru. Shutterstock
Penyebab Kanker Paru pada Bukan Perokok

Berikut beberapa hal yang pakar ingin masyarakat ketahui mengenai penyebab dan gejala kanker paru dan penyebabnya bukan hanya merokok.


Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

1 hari lalu

Pejabat Fatah dan Hamas menunggu pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan perwakilan kelompok dan gerakan Palestina sebagai bagian dari pembicaraan intra-Palestina di Moskow pada 12 Februari 2019. [Pavel Golovkin/Pool via Reuters]
Israel Berang karena Hamas Dimasukkan dalam Pemerintahan Gaza Pascaperang,

Israel mengecam kesepakatan yang ditengahi oleh Cina yang akan membawa Hamas ke dalam "pemerintahan rekonsiliasi nasional" di Gaza


Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

7 hari lalu

Seorang pasien Palestina terbaring di tempat tidur di Gereja Baptis di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 1 Juli 2024. Gereja St. Philip diubah menjadi klinik lantaran krisis rumah sakit di Gaza akibat tingginya jumlah pasien di tengah serangan Israel. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

Rumah sakit di Jalur Gaza kekurangan fasilitas dasar yang dapat menyebabkan kematian warga lebih banyak setiap detiknya.


Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

8 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

WHO mencatat 2,5 miliar orang dewasa usia 18 ke atas mengalami kelebihan berat badan. Berikut ini negara dengan obesitas tertinggi di dunia.


Pakar Jelaskan Bahaya Vape dan Upaya untuk Berhenti Mengisapnya

11 hari lalu

Seorang pria merokok vaporizer elektronik, juga dikenal sebagai e-cigarette atau vape, di Toronto, 7 Agustus 2015.[REUTERS / Mark Blinch]
Pakar Jelaskan Bahaya Vape dan Upaya untuk Berhenti Mengisapnya

Selain masalah paru-paru, riset juga menunjukkan nikotin yang ada pada rokok biasa dan vape meningkatkan risiko aneka kesehatan berikut.


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

13 hari lalu

Anggota grup BLACKPINK, JENNIE, merupakan bintang multitalenta yang tidak asing lagi dengan program variety Apartment404/Foto: Doc. Prime Video
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

Kedapatan merokok vape dalam ruangan, agensi Jennie BLACKPINK Odd Atelier merilis permintaan maaf. Ini bahaya rokok elektrik.


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

16 hari lalu

Personel BLACKPINK, Jennie Kim berpose saat menghadiri pemutaran serial TV The Idol dalam Festival Film Cannes ke-76 di Prancis, 22 Mei 2023. Jennie hadir sebagai salah satu aktris yang membintangi The Idol. REUTERS/Sarah Meyssonnier
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Usai Ketahuan Merokok di Dalam Ruangan

Jennie BLACKPINK akhirnya minta maaf kepada para staf yang berada di dalam ruangan saat dia ketahuan merokok


Jennie BLACKPINK Diduga Merokok dalam Ruangan, Reaksi Warganet Tuai Perdebatan

16 hari lalu

Jennie BLACKPINK. Foto: Instagram/@jennierubyjane
Jennie BLACKPINK Diduga Merokok dalam Ruangan, Reaksi Warganet Tuai Perdebatan

Jennie BLACKPINK diduga merokok dalam ruangan yang memicu kritik dari warganet


Pengalaman Tjandra Yoga Aditama, Mengapa Harga Obat di India Lebih Murah daripada Indonesia

21 hari lalu

Warga saat membeli obat dan vitamin di Pasar Pramuka, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Selain vitamin, peningkatan penjualan juga terjadi pada tabung oksigen, obat-obatan herbal dan suplemen. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Pengalaman Tjandra Yoga Aditama, Mengapa Harga Obat di India Lebih Murah daripada Indonesia

Tjandra Yoga Aditama membeberkan harga obat dari India yang dia konsumsi yang lebih murah dari harga di Jakarta.


Israel Izinkan 19 Anak Palestina Sakit Tinggalkan Gaza, Pertama dalam 2 Bulan

26 hari lalu

Anak-anak Palestina yang terluka dalam serangan Israel beristirahat saat mereka menerima perawatan di rumah sakit, di Rafah di selatan Jalur Gaza, 12 Februari 2024. Hamas menyatakan bahwa serangan udara Israel tersebut menghantam 14 rumah dan tiga masjid di berbagai bagian di Rafah. REUTERS/Mohammed Salem
Israel Izinkan 19 Anak Palestina Sakit Tinggalkan Gaza, Pertama dalam 2 Bulan

68 warga Palestina - terdiri atas19 anak-anak yang sakit atau terluka bersama pendamping mereka - telah diizinkan keluar dari Jalur Gaza