Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Waspadai Ruam karena Klorin buat yang Suka Berenang

Reporter

image-gnews
Ilustrasi wanita berenang. Kredit: https://www.ecolife.zone/urban-gardening
Ilustrasi wanita berenang. Kredit: https://www.ecolife.zone/urban-gardening
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Berenang memang aktivitas menyenangkan saat cuaca panas. Namun klorin atau bahan kimia untuk membersihkan air kolam renang sering menjadi musuh banyak orang. Selain diklaim bisa merusak rambut, klorin juga bisa menyebabkan ruam pada kulit.

Ruam karena klorin memiliki gejala gatal, iritasi dermatitis yang masih satu keluarga dengan eksim, jelas dermatolog  Dr. David Pearson, yang juga pengajar di Sekolah Kedokteran Universitas Minnesota di Amerika Serikat.

"Biasanya muncul di area yang cukup sensitif di kulit, seperti di bawah baju renang, paha, dan ketiak, berwarna merah muda, tapi jika lebih parah bisa berwarna merah," jelasnya kepada USA Today.

Karena mirip eksim, ruam klorin kadang lebih sulit dideteksi. Konsultasi dengan dokter bisa membantu memastikan apakah dermatitis kontak ini ruam klorin atau bukan.

Berapa lama ruam berkembang?
Ruam klorin muncul sebagai hasil terpapar air yang mengandung klorin untuk waktu lama, misalnya di kolam renang atau bak air panas. Zat aktif pada klorin adalah sodium hipoklorit, sejenis yang digunakan untuk pemutih peralatan rumah tangga meski konsentrasinya lebih sedikit.

Iritasi klorin bisa karena zat pemutih itu sendiri. Namun bisa juga karena reaksi pemutih pada hal-hal yang ada di kolam renang terhadap kulit, yang merupakan produk disiinfektan. Air kolam renang juga mengandung keringat, sel-sel kulit mati, krim kulit, dan mungkin saja urine.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Semua itu bereaksi terhadap sodium hipoklorit dan menciptakan efek produk disinfektan yang mengiritasi kulit," ujar Pearson.

Berapa lama ruam klorin bisa sembuh tergantung seberapa lama Anda terpapar air kolam. Dermatitis kontak mungkin butuh sekitar 2-4 minggu untuk pulih, menurut Healthline.

"Jika berenang hanya untuk rekreasi seminggu sekali, kondisi bisa sembuh total dengan penggunaan pelembap di antara jadwal berenang," paparnya.

Namun hal ini lebih sulit pada atlet renang yang harus berlatih setidaknya dua kali sehari, setiap hari. Mereka mungkin perlu obat-obatan resep dokter untuk mengontrol peradangan itu.

Pilihan Editor: Bahaya Klorin bagi Rambut dan Cara Mengatasinya buat yang Suka Berenang

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


5 Tips Mencegah Penularan Penyakit di Kolam Renang

13 hari lalu

Seorang anak laki-laki melompat ke kolam renang luar ruangan yang dibangun oleh pelatih renang Mahmood Muafaq, di Kota Tua Mosul, Irak, 23 Agustus 2021. Mahmood, mengajarkan renang anak-anak dengan harapan dapat mengurangi insiden tenggelam di sungai Tigris. REUTERS/Abdullah Rashid
5 Tips Mencegah Penularan Penyakit di Kolam Renang

Kolam renang bisa menyebarkan penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Begini cara mencegahnya.


Inilah 7 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Kolam Renang

14 hari lalu

Ilustrasi kolam renang. Shutterstock
Inilah 7 Penyakit yang Bisa Ditularkan Melalui Kolam Renang

Tak hanya menjadi sarana rekreasi, kolam renang juga bisa menjadi sarana penyebaran penyakit. Ini daftar penyakit yang menular dari kolam renang.


Mengenali 5 Gaya Renang Berlainan Tekniknya

14 hari lalu

Ilustrasi Berenang. shutterstock.com
Mengenali 5 Gaya Renang Berlainan Tekniknya

Renang termasuk salah satu aktivitas untuk kebugaran tubuh


Tips Jaga Keselamatan Anak di Kolam Renang.

14 hari lalu

Ilustrasi tenggelam. Pixabay
Tips Jaga Keselamatan Anak di Kolam Renang.

Siapa pun bisa tenggelam, terutama anak kecil. Berikut tips menjaga keselamatan anak di area kolam renang.


Yang Perlu Dipahami soal Naegleria Fowleri, Si Amuba Pemakan Otak

17 hari lalu

Gambar mikroskopis amuba Naegleria fowleri.[cdc.gov]
Yang Perlu Dipahami soal Naegleria Fowleri, Si Amuba Pemakan Otak

Naegleria Fowleri atau amuba pemakan otak ini dapat menyebabkan infeksi yang sangat fatal ketika masuk melalui hidung dan menyebar ke otak.


Anak Bermain di Luar Ruangan, Orang Tua Perlu Waspada Hal Ini

21 hari lalu

Ilustrasi anak bermain di taman bermain atau playground. Foto: Unsplash.com/Zachary Kadolph
Anak Bermain di Luar Ruangan, Orang Tua Perlu Waspada Hal Ini

Anak harus bermain dan memiliki banyak kesempatan untuk menggunakan imajinasi mereka. Tapi orang tua tetap perlu waspada saat anak main di luar.


3 Macam Penyakit yang Bisa Menyerang di Kolam Renang

21 hari lalu

Ilustrasi Berenang. shutterstock.com
3 Macam Penyakit yang Bisa Menyerang di Kolam Renang

Berikut tiga jenis penyakit paling umum yang bisa didapat saat berenang yang disebabkan bakteri, kuman, dan zat kimia di air kolam renang.


Pencegahan Alergi Susu Sapi, Apa Saja Gejala dan Efeknya?

26 hari lalu

Ilustrasi susu. Foto: Pixabay.com/pezibear
Pencegahan Alergi Susu Sapi, Apa Saja Gejala dan Efeknya?

Gejala alergi susu sapi dapat bervariasi mulai dari ruam kulit, gangguan pencernaan, hingga reaksi anafilaksis yang mengancam nyawa.


Libur Sekolah, Saran buat yang Ingin ke Pantai agar Aman dan Selamat

28 hari lalu

Ilustrasi liburan bareng teman ke pantai. Foto: Freepik.com
Libur Sekolah, Saran buat yang Ingin ke Pantai agar Aman dan Selamat

Tak semua orang menyadari bahaya berada di pantai dan kerap mengabaikan keselamatan diri, teman, atau keluarga.


Gejala Umum Anak Alergi Susu Sapi, Ruam pada Kulit Hingga Diare

29 hari lalu

Webinar Bicara Gizi Tangani Alergi Susu Sapi (ASS) pada Anak dengan Cepat dan Tepat sebelum Terlambat/Nutricia
Gejala Umum Anak Alergi Susu Sapi, Ruam pada Kulit Hingga Diare

IDAI menyebutkan prevalensi alergi susu sapi pada anak Indonesia sekitar 2 hingga 7,5 persen. Simak berbagai gejala alergi susu sapi.