Merekam Denyut Jalanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Salah satu karya di pameran Foto Bertrand Meunier: Hub Side Down. salihara.org

    Salah satu karya di pameran Foto Bertrand Meunier: Hub Side Down. salihara.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Para fotografer amatir dan profesional terpikat pada street photography. Mereka ramai-ramai merekam kehidupan masyarakat kota di ruang-ruang publik. Dengan kamera telepon seluler pun bisa. Namun ada masalah etika di sana.

    Fotografi jalanan mencoba merekam kehidupan manusia apa adanya. Para penganutnya tumbuh subur di sini. Etikanya bergantung pada si juru foto.

    Bertrand Meunier masih terlihat lelah. Sesekali tangan fotografer Prancis itu menopang dahi dan matanya terpejam. Beberapa menit kemudian dia tersadar lalu mengisap rokoknya. Dua suapan terakhir soto Betawi dilahapnya dalam waktu tak sampai semenit.

    “Maaf, saya lelah sekali dan masih merasa jet lag,” katanya saat ditemui di Kedai Kopi Salihara, Jumat lalu.

    Meunier didatangkan oleh Institut Francais Indonesia (IFI) dari Paris ke Jakarta untuk menggelar pameran foto jalanan “Hub Side Down” di Salihara, Jakarta Selatan. Pameran selama dua pekan lebih itu dibuka pada Sabtu lalu dan akan ditutup dengan sebuah diskusi tentang “Jakarta dan Fotografi Jalanan”.

    Anggota Tendance Floue, kelompok fotografer garda depan Prancis, ini pernah merekam kepahitan hidup rakyat di kawasan industri di Cina sesudah Mao Zedong berkuasa, yang memenangi Niepce Award--penghargaan bergengsi bagi fotografi profesional Prancis, pada 2007. Buku fotonya, The Blood of China: When Silence Kills, yang dibikin bersama wartawan Pierre Haski, memenangi International Media Prize dan Jossep Kessel Prize pada 2005. (Baca: Apa Itu Fotografi Jalanan?)

    Kali ini dia akan memamerkan 67 foto yang diambil di Hong Kong, Bangkok, Tokyo, Shanghai, dan Jakarta. Karyanya merupakan kritik terhadap kehidupan urban yang dipenuhi konsumerisme dan kepahitan di tengah industrialisasi.

    “Ini bentuk kekhawatiran saya terhadap sikap orang saat ini yang bahagia bila dapat membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” katanya.

    Semua foto diambil Meunier secara spontan dan merekam kehidupan manusia di ruang publik, sebagian ciri dari fotografi jalanan (street photography), meskipun Meunier mengaku kariernya berawal dari fotografi dokumenter. Konsep fotografi jalanan, menurut Meunier, adalah teknik pengambilan foto yang jujur dan spontan.

    Ia mengistilahkannya dengan banalitas, yaitu suatu hal yang sangat biasa. "Ini perbedaannya dengan fotografi jurnalistik dan estetik yang mengutamakan keluarbiasaan dan keindahan gambar," katanya setelah menghabiskan semangkuk soto Betawi.

    CHETA NILAWATY

    Berita Terpopuler
    4 Gerakan Tubuh yang Tingkatkan Kemampuan Otak
    Bermanfaat, Terapi Stem Cell Masih Diperdebatkan
    Manfaat Stem Cell untuk Sembuhkan Penyakit
    Mengenal Stem Cell, Sel Penyembuh untuk Kesehatan
    Ruang-ruang Persembahan Hide Yamamoto  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fitur Stiker

    Fitur "Add Yours" Instagram dapat mengundang pihak yang berniat buruk untuk menggali informasi pribadi pengguna. User harus tahu bahaya oversharing.