Belanja, Bersantai, dan Picnic Sale

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjual barang-barang perlengkapan perang Jerman pada zaman dahulu sedang menunggui dagangannya di Flea Market, Maurpark, Berlin, Jerman, 29/7 2012.

    Seorang penjual barang-barang perlengkapan perang Jerman pada zaman dahulu sedang menunggui dagangannya di Flea Market, Maurpark, Berlin, Jerman, 29/7 2012.

    TEMPO.CO , Makassar:Lupakan sejenak wisata belanja ke swalayan atau mal. Itulah yang dilakukan Mila, 30 tahun, bersama kedua temannya, saat mengitari area Popsycle “Picnic Sale”, sambil menenteng tas ramah lingkungan berwarna biru tua. Belasan gerai memadati lokasi di lapangan Gedung Mulo Makassar, bulan lalu. Gerai ini menjajakan pakaian ataupun barang-barang bekas yang layak pakai dan bermerek, dengan harga obral.

    Tiga lembar pakaian yang dibeli Mila harga totalnya Rp 170 ribu. Salah satunya adalah baju atasan merek Celine seharga Rp 65 ribu. Dalam tasnya juga ada jins dari J Brand seharga Rp 45 ribu. Mila, yang biasanya berbelanja di mal atau memesan secara online, merasa beruntung bisa berbelanja pakaian bermerek itu dengan harga sangat murah. “Acara ini bagus dan barang-barangnya menarik,” kata karyawan bidang pemasaran di lembaga pembiayaan ini.

    Baju dan jins dibelinya dari gerai milik Kamila, 27 tahun. Menurut Kamila, jins J Brand dia beli setahun lalu di Paris, seharga Rp 2 jutaan. Sementara itu, baju Celine yang seharga Rp 3 jutaan adalah milik rekannya yang dibeli dari Italia. Tas dan dompet bermerek yang dijajakannya juga ludes pada sore hari, di antaranya dompet Louis Vuitton yang dijual seharga Rp 600 ribu.

    Kamila tidak merasa rugi menjual barang-barangnya dengan harga jauh lebih murah. Dia punya banyak koleksi belanjaan yang sudah tak terpakai. “Saya senang berbelanja. Biasanya (belanja) setiap pergantian musim, seperti musim semi, musim panas, musim dingin, dan musim gugur,” ujar perempuan yang menetap di Tokyo, Jepang, ini. Bagi dia, acara Picnic Sale ini adalah kesempatan untuk berkumpul dan bertemu dengan para sahabatnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.