Kementerian Kesehatan : Indonesia Waspada Virus Zika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti kesehatan melakukan penelitian untuk mencegah penyebaran virus Zika dan penyakit yang dibawa nyamuk lainnya di Guatemala, 27 Januari 2016. Virus Zika dapat memicu gejala seperti demam, ruam, dan nyeri sendi, tetapi kebanyakan orang yang terinfeksi oleh gigitan nyamuk tidak menunjukkan gejala. REUTERS/Josue Decavele

    Peneliti kesehatan melakukan penelitian untuk mencegah penyebaran virus Zika dan penyakit yang dibawa nyamuk lainnya di Guatemala, 27 Januari 2016. Virus Zika dapat memicu gejala seperti demam, ruam, dan nyeri sendi, tetapi kebanyakan orang yang terinfeksi oleh gigitan nyamuk tidak menunjukkan gejala. REUTERS/Josue Decavele

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan saat ini pemerintah hanya akan memberlakukan status waspada Virus Zika. “Kami waspada Virus Zika,” katanya Selasa 2 Februari 2016 di Kantornya.

    Menurut Oscar, pemerintah menetapkan status waspada karena sampai saat ini tidak ada kasus Virus Zika di Indonesia yang menyebabkan kematian. Memang ada pasien yang dinyatakan terkena  Virus Zika pada 2014 di Jambi, namun pasien itu berhasil sembuh.

    “Kami minta masyarakat tidak panik, tapi bukan berarti kami akan lengah, kami akan terus waspada,” kata Oscar. Ia mengatakan di Indonesia, dibanding Virus Zika, lebih banyak kasus Demam Berdarah Dengue yang akhirnya memakan lebih banyak korban.

    Kewaspadaan yang dilakukan pemerintah dengan menyiagakan petugas di kantor kesehatan pelabuhan yang menjadi pintu masuk udara dan laut dari luar negeri serta daerah perbatasan. Kepada turis dan juga pendatang dari daerah epidemi Zika, petugas diminta waspada dan memeriksa bila ada yang memiliki gejala  Virus Zika, seperti gejala demam.

    Baca: Wabah Virus Zika, Benarkah Gejala Sama dengan Malaria?

    Pemerintah pun meminta masyarakat untuk waspada terhadap virus itu. Salah satunya dengan mewaspadai bila ingin bepergian ke daerah yang epidemi Virus Zika. Beberapa pencegahan bisa dilakukan bagi warga Indonesia, baik yang ada di daerah epidemi Zika di luar negeri atau daerah DBD di kawasan Indonesia. Cara untuk menghindari  terkena Virus Zika bisa dilakukan dengan mencegah agar tidak tergigit nyamuk dengan menggunakan lotion anti nyamuk atau menggunakan pakaian lengan panjang.

    Menurut Oscar, pemerintah akan lebih fokus pada memberantas sarang nyamuk yang menjadi sumber vektor Virus Zika. Himbauan pemberantasan sarang nyamuk ini sudah dilakukan dengan menyebarkan surat edaran kepada pemerintah daerah untuk waspada terhadap sarang nyamuk itu. “Cara memutus mata rantainya  dengan melakukan tindakan di hulu, yaitu menghilangkan sarangnya.”

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.