PMI Bengkulu Kekurangan Stok Darah AB, DBD Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukan kantong darah di dalam ruangan pendingin di Kantor PMI Jakarta, 29 Juni 2015. PMI Jakarta hanya mendapatkan 300 kantong darah per hari, sementara kebutuhan per hari mencapai 1.000 kantong. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menunjukan kantong darah di dalam ruangan pendingin di Kantor PMI Jakarta, 29 Juni 2015. PMI Jakarta hanya mendapatkan 300 kantong darah per hari, sementara kebutuhan per hari mencapai 1.000 kantong. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Palang Merah Indonesia Kota Bengkulu kekurangan stok darah golongan AB karena tingginya permintaan kebutuhan darah untuk pasien, termasuk keluhan demam berdarah dengue (DBD).

    Kepala Markas PMI Kota Bengkulu Almasir di Bengkulu, Selasa, 23 Februari 2016, mengatakan, berbeda dengan darah AB, PMI masih memiliki persediaan golongan A, B, dan O.

    "Kalau untuk darah AB, kami terpaksa meminta keluarga pasien yang mencari pendonor," katanya.

    Pendonor golongan darah AB sedikit sekali, sementara transfusi darah, kata dia, tidak hanya dibutuhkan oleh pasien DBD.

    "Berbeda dengan golongan darah lain, kita menyimpan data pendonor, yang banyak A, B, dan O," tuturnya.

    Terkait dengan kantong darah yang dipergunakan untuk transfusi, menurut Almasir, keluarga pasien tidak perlu cemas. Sebab, stok kantong darah selalu tersedia di PMI.

    "Yang sulit itu pendonor. Kalau kantong darah aman," ucapnya.

    Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengatakan masyarakat yang terkena DBD, selama Februari 2016, terbilang tinggi. Sekitar 169 warga positif menderita DBD dan dirawat di rumah sakit yang ada di Kota Bengkulu.

    "Kita imbau masyarakat agar sadar penularan DBD, yakni melalui nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Herwan Antoni.

    Karenanya, masyarakat diminta membersihkan lingkungan dengan tidak membiarkan barang yang bisa menampung air bertebaran di sekitar rumah.

    "Wadah menampung air menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Lakukan tiga M, mengubur, membersihkan, dan menguras," ujarnya.

    Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga menyediakan bubuk abate secara gratis bagi masyarakat untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk.

    ANTARA


  • PMI
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.