Frustasi karena Gagal Diet? Mungkin Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet dan metabolism by Boldsky

    Ilustrasi diet dan metabolism by Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghilangkan lemak dalam tubuh manusia bukanlah semudah memakan cabai dan langsung Anda rasakan efeknya. Apa yang membuatnya menjadi proses yang kompleks sangatlah beragam, dan cukup panjang untuk ditelusuri.

    Meskipun seseorang sudah berolahraga, diet ketat, bahkan konsumsi suplemen diet, tapi timbangan tak kunjung berkurang. Ujungnya, justru membuat Anda makin tertekan.

    Jadi, sebelum mulai, sebaiknya pelajari dulu mengapa Anda selalu gagal saat mencoba menurunkan berat badan. Beberapa hal, seperti dikutip dari Timesofindia.com berikut ini mungkin pernah Anda lakukan.

    Terlalu banyak latihan kardio
    Hal penting yang harus Anda ingat adalah kardio tidak diperlukan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Namun, olahraga dengan beban secara interval dengan intensitas tinggi adalah olahraga yang harus Anda lakukan untuk menyingkirkan lemak. Kardio hanya akan meningkatkan kadar hormon stres Anda, membuat energi menimbun tubuh Anda dalam bentuk lemak, bahkan bisa membuat Anda sakit lutut.

    Membiarkan perut kelaparan
    Pola diet seperti detoksifikasi lebih banyak efek negatif daripada positifnya. Ketika perut kosong, Anda cenderung akan lebih merasa lapar ketika waktu makan. Sistem pencernaan Anda pun akan terbebani lebih berat dan tidak bekerja maksimal.

    Sering “Cheating”
    Hampir semua cara diet punya waktu cheating. Nah, biasanya yang sulit menurunkan berat badan karena Anda terlalu banyak cheating, yaitu di mana Anda bebas makan apa pun setelah menahan diri di masa diet ketat. Jika lemak Anda sudah berlebih, sebaiknya Anda sama sekali tidak punya waktu cheating selama 90 hari.

    Menggunakan alat pembakar lemak tanpa pengawasan
    Penggunaan alat pembakar lemak tanpa pengawasan dari ahli bisa berbahaya. Karena Anda dapat dehidrasi yang membuat rasa lapar makin tinggi, atau bahkan mengakibatkan penyakit berbahaya lainnya.

    Menghilangkan karbohidrat
    Menghilangkan 100 persen konsumsi karbohidrat akan membuat Anda merasa lemah. Dan ini akan membuat diet Anda gagal, karena pada akhirnya Anda harus konsumsi karbohidrat untuk memberikan energi pada tubuh Anda. Jadi, sebaiknya kurangi konsumsi karbohidrat secara bertahap.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.