Pikir Dua Kali Sebelum Belanja Bahan Makanan Berikut Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan berbelanja.  REUTERS/James Akena

    Ilustrasi perempuan berbelanja. REUTERS/James Akena

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbelanja dapat menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya saat berusaha menyeimbangkan bujet, namun juga ketika memilih bahan makanan yang hendak dibeli. Sebab, tak sedikit kemasan bahan makanan itu menerakan label meyehatkan, padahal tidak sama sekali.

    Berikut makanan yang harus Anda hindari saat berbelanja.

    Apapun dengan perasa blueberry

    Jika Anda memang benar-benar menyukai blueberry, pilih yang asli. Makanan apapun dengan iming-iming aroma atau rasa blueberry sudah pasti harus dihindari. Muffin, sereal, yogurt, granola bars bahkan tepung pancake instan yang diberi label mengandung blueberry nyatanya tidak mengandung sama sekali buah blueberry. Para produsen menggantikannya dengan gula, lemak dan pewarna makanan (merah atau biru).

    Burger dalam kemasan

    Vegetarian sendiri merupakan sebuah fenomena saat ini, namun memilih burger dalam kemasan untuk Anda konsumsi sehari-hari bukanlah hal yang tepat. Apa yang salah dengan hal tersebut? Beberapa jenis burger mengandung sodium tinggi. Lainnya bahkan mengandung bahan berbahaya setelah diuji EPA. Bernama hexane, senyawa yang digunakan dalam proses mengubah kacang kedelai menjadi minyak kacang kedelai. EPA mengkategorikan hexane sebagai polusi udara.

    Jus jeruk dalam kemasan

    Berbeda dengan jus jeruk segar, jus jeruk dalam kemasan melalui banyak sekali tahap hingga akhirnya berada di atas meja makan Anda. mereka (jeruk) diproses, disterilkan (pasteurisasi) dan disimpan dalam tangki berukuran super besar selama kurang lebih delapan bulan, bergantung pada masing-masing perusahaan (produsen) minuman.

    Ekstrak vanili

    Ekstrak vanili yang Anda jumpai di berbagai pusat perbelanjaan terbuat dari senyawa bernama vanillin dan zat kimia lain, sehingga terasa seperti vanili asli. Mengapa tidak menggunakan vanili asli? Sebab, harga vanillin jauh lebih murah. Vanillin juga produk sampingan yang dapat diekstraksi dari kayu atau batu bara.

    Sugar-heavy smoothies

    Menurut British Dietetic Association, beberapa perusahaan (produsen) smoothies sangat bergantung pada proses yang disebut juicing untuk membuat dasar smoothies. Proses tersebut tidak hanya menghilangkan banyak serat, namun juga menghilangkan banyak nutrisi dan manfaat penting dalam buah yang digunakan.

    Selai kacang tanpa lemak

    Beberapa kasus, selai kacang rendah lemak yang diproduksi menggunakan gula, sirup jagung dan berbagai jenis pati sebagai pengganti kacang asli yang tentunya mengandung banyak lemak baik, sekaligus menghasilkan tekstur dan rasa selai seperti selai kacang tanpa lemak.

    Vitaminwater

    Menurut para peneliti dari New York University, penduduk Amerika tidak kekurangan vitamin, kalaupun ada, vitaminwater tidak akan membantu sedikitpun. Menurut Center for Science in the Public Interest, produsen vitaminwater sengaja menggunakan istilah-istilah kesehatan untuk menutupi banyaknya gula yang ditambahkan pada minumannya.

    Sayur dalam kemasan (plastik)

    Menurut para peneliti dari University of Leicester, daun sayuran yang sudah layu dalam satu bungkus sayur yang Anda beli bukan hanya membuat Anda merasa jijik, namun juga meningkatkan pertumbuhan bakteri salmonella. Salmonella menempel pada daun, bahkan mencucinya di bawah air mengalir tidak menjamin bakteri tersebut hilang.

    Salami

    Salami atau daging yang diproses dengan teknologi tinggi lainnya tentu harus Anda hindari saat berbelanja. Alasan utama karena kandungan lemaknya. Satu iris salami mengandung 7 gram lemak atau setara dengan 11 persen kebutuhan lemak harian Anda.

    Coffee creamer

    Terutama non-dairy coffee creamer hanya berisi sirup jagung dan minyak sayur yang terbuat dari minyak terhidrogenasi, agar masa penyimpanan lebih lama. Mulai 2018 mendatang, produk tersebut akan dilarang penggunaannya di Amerika Serikat.

    Bumbu salad

    Bumbu salad yang dikemas dalam botol-botol cantik bukan pilihan yang tepat untuk melengkapi salad buah atau sayur Anda. Para peneliti dari Purdue University mengungkapkan bahwa bumbu salad tersebut mengandung 20 gram lemak yang tidak dapat diserap oleh tubuh. Lemak yang mengendap pada akiran darah tersebut menyebabkan nutrisi lain tidak dapat diserap secara maksimal.

    MASHED | ESKANISA RAMADIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.