Jaga Kesehatan, Ferry Salim Tak Bawa Masalah ke Ranjang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Ferry Salim saat menghadiri penayangan film Merry Riana di Plaza Senayan XXI, Jakarta, 22 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor Ferry Salim saat menghadiri penayangan film Merry Riana di Plaza Senayan XXI, Jakarta, 22 Desember 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Ferry Salim memiliki caranya sendiri untuk menjaga tubuhnya tetap bugar. Ia mengaku tidak mau memikirkan masalah yang sedang dihadapinya ketika waktunya tidur. Ia lebih memilih membayangkan hal-hal indah bila sudah berada di atas ranjang. “Saya tidak pernah membawa masalah ke tempat tidur,” kata Ferry seusai malam anugerah bertajuk Gentlemen Is You yang diselenggarakan toko fashion Galeries Lafayette Paris di Pacific Place, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Oktober 2017.

    Upaya lain yang ditempuhnya agar mempertahankan stamina tubuh adalah berolahraga. Biasanya, ia menyempatkan diri untuk sekadar lari keliling kompleks atau bersepeda di malam hari. Sebab, Ferry mengaku tak bisa rutin berolahraga, khususnya olahraga pagi. “I’m not a morning person. Saya enggak bisa bangun pagi. Saya baru bangun jam 9 pagi gitu,” kata Ferry.

    Baca: HUT Pernikahan? Jangan Bingung, Intip Rencana Ferry Salim

    Rutinitas dan kesibukannya dalam berakting atau menjadi pembawa acara (MC) ini mengharuskannya segera bekerja setelah bangun pagi. Ia juga terbiasa tiba di rumah sekitar pukul 22.00. Olahraga malam yang kerap dilakukannya adalah lari dan bersepeda. Bila kondisi tertentu mengharuskannya berolahraga di siang hari, Ferry memilih menggerakkan tubuhnya pukul 11.00 atau 12.00. Waktu tersebut dianggap Ferry merupakan saat yang tepat untuk membakar lemak. “Usia saya 50 tahun tapi saya tidak merasa tua. Saya merasa masih fit, energi saya masih banyak,” kata Ferry.

    Baca: Cara Jitu Tampil Keren, Bocoran Tip dari Ferry Salim

    Selain lari dan bersepeda, Ferry menjalani olahraga renang dan berlatih di tempat kebugaran. Keempat aktivitas ini disebutnya olahraga ‘egois’ lantaran bisa dilakukan seorang diri. Berbeda dengan olahraga basket, futsal, atau voli, yang memerlukan tim dan rentan gagal bila anggota tim tak cukup. Selain menggerakkan tubuh, ia banyak beristirahat, minum air putih, dan menjaga pola makan. “Mungkin sangat klise sekali, tapi ya memang itu yang saya lakukan,” katanya.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.