Selasa, 11 Desember 2018

Gaya Rambut Presiden Jokowi Ternyata Makin Digemari

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya rambut Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    Gaya rambut Presiden Joko Widodo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak hanya wanita, pria juga sangat memperhatikan penampilan terutama soal gaya rambut.

    Memotong rambut kini sudah menjadi rutinitas bagi kaum pria. Bisa dibilang hampir sekali sebulan, mereka memotong rambut agar terlihat rapi dan tampil gaya.

    Tak heran jika belakangan ini banyak bermunculan barbershop yang menawarkan beragam inovasi potongan dan gaya rambut yang bisa dibilang mengikuti tren.

    Menurut Indonesia Barber Hair Artist, Enrico Soselisa, model rambut pria yang banyak digemari adalah bergaya klasik.

    Baca juga:
    Kahiyang Ayu Menikah, Hadirkah Para Mantan di Pernikahannya?
    Pernah Mimpi Dikejar Sesuatu? Simak 5 Maknanya
    Diabetes, Jeda Antar Olahraga Sebaiknya Tidak Lebih dari 2 Hari

    "Tren rambut itu sama seperti fesyen, setiap waktu muter aja bergantian. Tapi gaya klasik itu everlasting, mau di jaman kapan pun banyak digemari," jelas Enrico Soselisa pada pembukaan Travers Barbershop di Kelapa Gading, belum lama ini.

    Dia menambahkan, untuk potongan rambut klasik yang banyak diminati seperti potongan scumbag boogie, pompadour, flattop, slick back, dan executive contour.

    Gaya rambut klasik juga dipilih Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), seperti ditulis TEMPO edisi 18 Januari 2017. Pertengahan Januari itu, putera bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep menunggah video blog (vlog) yang menggambarkan sang bapak sedang dicukur di sebuah barber shop yang bernama Hunky Dory. 

    Saat itu konsultan Gaya Pria Ion Akhmad mengatakan gaya rambut Presiden Joko Widodo masih tak berubah.  “Beliau hanya minta dirapikan saja, dengan model rambutnya yang klasik,” kata Konsultan Gaya Pria Ion Akhmad kepada Tempo, saat itu.

    Ion menjelaskan, gaya rambut klasik tidak mengenal tren. Alasannya, karena bisa dipakai oleh siapa saja dan kapan saja. “Potongan rambut seperti gaya pak Jokowi bisa dikatakan klasik. Setidaknya masih terlihat kuping dan leher serta tidak menutup kening,” ujar Ion.

    Menurut Ion, untuk pria seusia Jokowi memang tak memiliki tren gaya rambut. “Mengingat usia, biasanya pria seumuran pak Jokowi sudah nyaman dengan satu model rambut. Jika mereka merasa nyaman, pasti tidak akan berubah lagi,” ujarnya.

    TABLOIDBINTANG | TEMPO.CO | AFRILIA YULIANIS | SDJ


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.