Sabtu, 22 September 2018

Luka, Intip 5 Mitos dan Fakta Soal Penggunaan Plester

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak terluka/patah tulang. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak terluka/patah tulang. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada bermacam mitos yang dipercaya seputar merawat luka, belum terbukti secara ilmiah tetapi diyakini bisa menyembuhkan, misalnya mengoleskan pasta gigi atau mentega ketika mengalami luka bakar.

    Baca: Tepatkah Alkohol Sebagai Pembersih Luka? Ini Kata Dokter

    Apa saja mitos dan fakta seputar merawat luka? Simak cara merawat luka yang benar dari dokter spesialis luka bersertifikasi pertama dan satu-satunya di Indonesia, Adisaputra Ramadhinara.

    1. Perih tanda obat pembersih luka efektif

    Ketika memakai obat pembersih luka, ada sensasi perih yang dirasakan oleh kulit. Menurut Adi, perih bukan indikator tunggal obat pembersih luka bekerja secara optimal. Beberapa obat atau cairan pembersih luka memang punya bahan aktif yang secara alami sifatnya mengiritasi kulit sehingga timbul rasa perih.

    Namun ada zat lain yang bisa efektif mengatasi infeksi pada luka tanpa menimbulkan rasa perih, yakni zat antiseptik Polyhexamethylene Biguanide alias PHMB yang biasa digunakan oleh petugas medis.

    2. Biarkan luka mengering tanpa plester

    Ada orang yang menganggap luka sebaiknya tidak ditutupi plester, melainkan dibiarkan terbuka dan sembuh seiring berjalannya waktu. Ternyata ini hanya mitos. Adi menjelaskan, sudah ada penelitian pada 1962 yang membuktikan bahwa luka yang ditutup dan berada dalam keadaan lembab justru lebih cepat sembuh.

    “Ketika luka dibiarkan terbuka, bakteri bebas masuk. Luka ditutup agar lembab dan mencegah bakteri ganggu proses penyembuhan luka,” kata Adi di peluncuran Hansaplast Spray Antiseptik di Jakarta, Rabu 5 September 2018.

    3. Plester tak usah diganti

    Plester penutup luka sebaiknya diganti secara rutin, misalnya setiap kali kebasahan setelah terkena air ketika mandi. Setelah dibuka, jangan lupa bersihkan lagi luka dengan obat pembersih sebelum ditutup lagi dengan plester baru. Agar tidak sakit saat dilepas, basahi dulu bagian sekitar plester agar mudah dicopot.

    Baca: Anak Terduga Pelaku Bom Pasuruan Luka Bakar di Wajah dan Kaki

    4. Kasa lebih steril?

    Serat-serat kasa yang besar sebenarnya mudah dimasuki oleh bakteri. Berdasarkan penelitian, bakteri bisa menembus hingga 64 lapis kasa. Bila ingin melindungi luka, lebih baik pakai penutup lain seperti plester.

    5. Bernanah tanda luka segera sembuh?

    Nanah adalah hasil proses infeksi dan radang, bukti ada bakteri yang ada di luka. Yang harus dilakukan adalah membersihkan nanah yang bisa menghambat penyembuhan luka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.