9 Jabatan Baru di Era Digital, Gajinya Minimal Rp 200 Juta

Reporter:
Editor:

Dini Pramita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    Ilustrasi negosiasi gaji. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Resolusi seputar kenaikan gaji, promosi jabatan, hingga alih profesi masih menempati lima besar menurut survei perusahaan analisa media sosial, Isentia. Di Indonesia, banyak jabatan-jabatan baru yang muncul akibat laju digitalisasi yang kencang dengan gaji minimal Rp 15 juta sebulan.

    Baca: Gaji Perempuan Setara dengan Laki-laki 202 Tahun Lagi

    Menurut Country Manager Robert Walters Indonesia Eric Mary, profesi ini bakal kian legit selama beberapa tahun mendatang. Tandanya mulai terlihat, kata dia, yaitu permintaan yang tinggi di level manajerial menengah dan atas. "Karena masih sangat langka, gaji yang ditawarkan cukup tinggi," kata dia.

    Berikut daftar profesi tersebut menurut Survei Upah Tahunan 2019 Robert Walter Indonesia

    1. Head of Digital
    Rp 700 juta hingga Rp 1,5 miliar per tahun atau minimal Rp 58 juta per bulan.
    Tugas: bertanggung jawab atas desain situs web, pengembangan aplikasi, pemasaran digital dan media sosial, sampai pada desain dan implementasi strategi pemasaran digital perusahaan.

    2. Head of e-Commerce
    Rp 1 - 1,8 miliar per tahun atau minimal Rp 80 juta per bulan.
    Tugas: memastikan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mengembangkan semua aspek bisnis e-Commerce, membuat perencanaan bisnis, strategi dan pengembangan konten, promosi dan pemasaran daring, analisis web, hingga layanan pelanggan.

    Artikel terkait: 
    Gaji Tak Berubah, Mungkinkah Tetap Menabung? Cek Solusinya

    3. Head of Product
    Rp 600 juta - Rp 1,4 miliar per tahun atau minimal Rp 50 juta per bulan.
    Tugas: bertanggung jawab mengembangkan produk sesuai dengan riset pasar, memonitoring riset pasar, riset teknologi, riset produk, dan memantau umpan balik yang diterima perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.