Cegah Demensia di Usia Tua, Lakukan 3 Kebiasaan Sederhana Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi demensia (pixabay.com)

    ilustrasi demensia (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaDemensia biasanya identik dengan orang tua. Gejala gangguan ini ditunjukkan dengan perubahan cara berpikir seseorang, seperti gangguan memori jangka pendek, pikun, dan penurunan kemampuan bicara hingga kemampuan motorik.

    Baca juga: Demensia Sering Tidak Terdeteksi, Intip 5 Tanda Ini

    Tapi tak semua orang tua hidup dengan demensia. Anda bisa memilih menjadi tua dan tetap sehat, dengan melakukan tiga kebiasaan yang akan membuat kesehatan Anda tetap berkualitas meski memasuki usia senja, sebagai berikut.

    1. Olahraga Otak

    Seperti halnya otot di tubuh, otak juga perlu terus dilatih agar tetap sehat dan kuat. Olahraga otak dilakukan dengan cara melakukan kegiatan yang dapat menstimulasi otak untuk terus berpikir. Jangan pikir Anda harus memikirkan masalah-masalah berat. Olahraga otak bisa dilakukan dengan cara ringan dan menyenangkan, misalnya bermain puzzle, menjalani kegiatan hobi seperti membaca, bermain musik, menonton film, atau bermain gim. Menjawab pernyataan trivia seperti mengisi teka-teki silang juga sangat membantu dalam mendorong kinerja otak.

    2. Perbanyak Menghirup Oksigen

    Kecukupan asupan oksigen sangat penting dalam menjaga kesehatan dua organ paling penting dalam tubuh: jantung dan paru-paru. Ini sebabnya Anda harus mempelajari cara bernapas yang benar. Lakukan pernapasan perut, dengan mengambil napas panjang dan memasukkan udara ke rongga perut, bukan rongga dada. Latihan ini sangat sederhana, namun memberi dampak besar bagi kesehatan orang di masa tua.

    Oksigen juga membantu pengeluaran hormon endorfin yang membantu Anda merasa nyaman dan tenang. Selain itu, oksigen baik untuk mengubah racun dalam tubuh, seperti trigliserida yang paling banyak terdapat di dalam sel tubuh, menjadi karbon dioksida yang dikeluarkan lewat embusan napas.

    3. Cukup Tidur

    Kurang tidur akan menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit. Para ahli juga mengatakan, kurang tidur merupakan salah satu penyebab munculnya gangguan kesehatan mental dan demensia.

    Tidur memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat dan otak membenahi dirinya. Ketika tidur, otak mengalami proses yang disebut konsolidasi. Ini adalah proses di mana otak menganalisa pengalaman dan ingatan apa saja yang dialami hari itu, lalu memindahkan memori-memori yang penting ke dalam bank ingatan jangka panjang. Beberapa ahli meyakini, bermimpi dapat membuang racun yang terdapat dalam otak.

    Baca juga: Merasa Tidak Diperhatikan Picu Demensia

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.