Punya Rumah di Pinggir Jalan Raya? Waspada Risiko Ini pada Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga bahagia

    Ilustrasi keluarga bahagia

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak mau punya rumah dekat dengan jalan raya. Mau bepergian lebih mudah. Jika ingin dijual kembali, hargamua pun tinggi. Tapi ternyata punya rumah di pinggir jalan tidak cocok untuk keluarga yang memiliki anak.

    Baca: Trik Mengelola Gaji Para Milenial Agar Bisa Beli Rumah Sendiri

    Ketika memilih lokasi tempat tinggal bersama anak, jarak rumah dengan jalan besar menjadi salah satu pertimbangan utama. Selain karena masalah keamanan dan kesehatan, lingkungan tempat tinggal yang berada di dekat jalan besar memberi dampak bagi perkembangan dan pertumbuhan anak.

    Menurut penelitian terbaru yang dilakukan Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas California, AS, anak-anak yang tinggal di dekat jalan besar memiliki risiko dua kali lipat untuk mendapat skor lebih rendah pada tes keterampilan komunikasi dibandingkan dengan mereka yang tinggal lebih jauh.

    Disebutkan dalam penelitian tersebut, anak-anak yang tinggal di dekat jalan utama saat lahir memiliki IQ nonverbal, IQ verbal, dan kemampuan motorik visual yang lebih rendah dibanding anak-anak yang jarak rumahnya lebih jauh dari jalan raya.

    Analisis ini dilakukan lewat penelitian terhadap lebih dari lima ribu anak dengan melakukan evaluasi secara berulang di lima area perkembangan anak: keterampilan motorik halus, keterampilan motorik kasar, komunikasi, fungsi sosial pribadi, dan kemampuan memecahkan masalah.

    “Kami menemukan bahwa (anak yang) tinggal lebih dekat ke jalan raya utama seperti jalan raya antar kota atau jalan raya antar provinsi dikaitkan dengan hampir dua kali risiko keterlambatan kemampuan bicara pada saat anak berusia 3 tahun,” kata Sandie Ha, profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat di Universitas California yang memimpin penulisan studi ini.

    Anak-anak yang tinggal di dekat jalan raya umumnya tidak mempunyai kesempatan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan anak-anak sebaya atau dengan banyak orang karena lokasi rumah yang tidak memungkinkan anak untuk banyak berada di luar rumah.

    "Kami juga menemukan bahwa paparan konsentrasi polusi udara yang tinggi, terutama ozon, selama kehamilan serta selama awal kehidupan juga terkait dengan risiko keterlambatan perkembangan," kata Sandie Ha.

    Seberapa dekat jarak rumah dikatakan terlalu dekat dengan jalan raya? Sandie Ha mendefinisikan, jika jarak rumah dari jalan raya kurang dari 500 meter, itu masuk kategori terlalu dekat. Sedangkan jarak aman antara rumah tinggal dengan jalan raya adalah satu kilometer atau lebih.

    Baca: Sering Diabaikan, Intip 5 Benda di Rumah yang Jadi Sarang Kuman

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.