Cara Efektif Ajarkan Anak Puasa, Ini Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak kecil berpuasa. parenthub.com.au

    Ilustrasi anak kecil berpuasa. parenthub.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang tua yang mulai mengajarkan anak-anaknya melakukan ibadah puasa. Namun sebenarnya, bagaimana cara yang efektif agar anak dapat belajar berpuasa?

    Baca: Pasien Hipertensi Mau Ikut Puasa? Simak Saran Dokter Ini

    Menurut psikolog keluarga, Ita D. Azly, cara terbaik bukanlah meminta atau menyuruh anak, namun dengan mencontohkan. Sebab, di usia yang masih tergolong kecil, hal yang paling disenangi anak ialah menirukan apa yang dilakukan oleh orang disekitarnya. “Yang harus digarisbawahi adalah bukan menyuruh, tapi mencontohkan ya. Itu dulu yang dilakukan orang tua. Contohnya saat bulan Ramadan ini. Kita sebenarnya sudah memberikan gambaran tentang puasa itu sendiri,” katanya saat ditemui TEMPO.CO di Jakarta pada 18 Mei 2019.

    Nah, apabila anak sudah melihat contoh dari orang tuanya tersebut, tentu akan timbul rasa ingin mencoba dari sang anak. Dalam hal ini, peran orang tua baru bisa dimainkan. Ita menjelaskan bahwa orang tua sudah diperbolehkan untuk mempersilakan anak ikut berpuasa. Namun, hal tersebut harus dilakukan secara bertahap. Misalnya dengan membatasi konsumsi makanan atau minuman tertentu yang menjadi kesenangannya dahulu.

    “Kenapa harus dimulai dari favoritnya dia sih? Karena itu tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dari diri anak. Kalau mereka hanya mengekang makan dan minum yang bukan favorit mereka, nantinya saat menjalankan puasa yang sesungguhnya akan ogah-ogahan,” katanya.

    Nah, ketika anak mulai berhasil mengekang konsumsi makanan atau minuman favoritnya, barulah ia diperbolehkan untuk naik tingkat. Misalnya dengan puasa setengah hari. Dalam hal ini, orang tua juga mulai bisa memberikan pengetahuan tentang puasa dari sisi agama. “Oke, sekarang sudah berhasil. Anak sudah ada tanggung jawab dan boleh naik ke puasa setengah hari. Untuk memperkuat tanggung jawabnya itu, orang tua boleh mulai mengajarkan agama tentang mengapa puasa itu wajib dilakukan dan sebagainya. Ini akan menjadi dorongan dan motivasi anak untuk berbuat lebih baik lagi,” katanya.

    Dalam hal ini, Ita percaya bahwa tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuat anak naik tingkat ke puasa penuh. Sebab, mereka sudah memiliki dasar yang kuat dan tujuan yang jelas.

    Ita menyebut, sebaiknya mulai mengajarkan anak untuk berpuasa bisa dimulai pada usia 6 tahun. Menurutnya, pada usia itu, anak-anak mulai memiliki sikap penentu. Jadi, akan sangat tepat bagi mereka untuk dikenalkan tentang puasa.

    Baca: 10 Langkah Cegah Berat Badan Naik Usai Bulan Puasa

    “Kalau berbicara tentang usia, sebenarnya tidak ada patokan khusus. Tapi umumnya, anak di usia enam tahun itu sudah bisa menimbang dan memutuskan. Jadi bisa dari umur segitu tapi balik lagi, ditambah dengan kemauan anak sendiri ya,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.