5 Alasan Tidak Mengencani Rekan Kerja, Hindari Gosip dan Drama

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandra Bullock dan Keanu Reeves. Foto: zimbio.com

    Sandra Bullock dan Keanu Reeves. Foto: zimbio.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keanu Reeves mengakui pernah naksir rekan kerja, Sandra Bullock, saat syuting film Speed sekitar 25 tahun lalu. Pengakuan itu ia lontarkan dalam wawancara di acara talkshow yang dipandu Ellen DeGenerees pada Jumat, 17 Mei 2019. 

    Baca juga: 

    Jangan Bahas Agama dan Politik dengan Rekan Kerja, Ini Alasannya

    Sebelum pengakuan itu, Ellen memutar video wawancaranya dengan Sandra Bullock di acara yang sama pada akhir 2018 lalu. Dalam wawancara, Sandra Bullock mengakui menyukai Keanu Reeves tapi tidak penah berkencan dengan lawan mainnya itu. Ia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak disukai Keanu dari dirinya. 

    Ketika klip itu berakhir, Keanu Reeves mengatakan bahwa dia tidak tahu bahwa Bullock tertarik padanya. "Dia jelas juga tidak tahu justru saya yang naksir dia," kata Reeves.

    Meski sama-sama naksir, keduanya sama-sama tidak pernah mengungkapkan isi hatinya saat itu. Keanu Reeves beralasan bahwa ia ingin tetap profesional. "Kami sedang bekerja," ujarnya.

    Berkencan dengan rekan kerja memang bisa menimbulkan beberapa risiko profesional. Itu sebabnya, sejumlah ahli menyarankan untuk tidak melakukan hal tersebut dengan berbagai alasan, di antaranya sebagai berikut.

    1. Potensi drama

    Dikutip dari Business Insider, David Brudö, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente, mengatakan ada beberapa risiko potensial saat Anda berkencan dengan teman kerja. Salah satunya adalah menimbulkan drama di tempat kerja yang bisa merusak reputasi profesional Anda.

    "Mengetahui bahwa, jika hubungan tidak berhasil, itu dapat menyebabkan konsekuensi yang agak menodai dan dapat berdampak emosional pada Anda dan rekan kerja yang Anda kencani. "

    2. Mempengaruhi rekan kerja lain

    Anda mungkin berpikir ini urusan pribadi, tapi ternyata tidak. Hubungan ini juga akan mempengaruhi rekan kerja yang lain. Sebagai contoh, ketika Anda duduk bersama di kantin perusahaan, apakah orang harus memberi Anda privasi? Apakah mereka akan mengecualikan Anda dari percakapan tertentu, karena mereka tidak tahu apa yang akan Anda sampaikan ke teman kencan Anda? 

    Sadar atau tidak sadar, hubungan Anda dapat mempengaruhi keputusan besar, Anda mungkin mewarnai penilaian semua orang sehubungan dengan promosi, proyek, pembangunan tim, dan tanggung jawab. Hubungan itu dapat mempersulit departemen Anda untuk beroperasi secara efektif.

    3. Naksir sungguhan atau ingin ambil keuntungan?

    Jika mengencani seseorang yang lebih senior atau atasan, akan muncul keraguan. Anda berkencan dengan dia karena benar-benar tertarik atau hanya ingin mengambil keuntungan?

    "Anda tidak akan bertemu dia di sebuah bar, di mana Anda tidak tahu apa-apa tentangnya lalu terpesona," katanya. "Jadi Anda tidak bisa benar-benar menilai berdasarkan apa ketertarikan Anda padanya,” kata Tammy Nelson, konsultan dan terapis seks di situs selingkuh Ashley Madison.

    Ketika akhirnya mendapat promosi, meskipun itu karena prestasi, Anda akan menjadi bahan pembicaraan dan disebut memanfaatkan hubungan.

    4. Jadi kurang produktif

    Kencan dengan rekan kerja juga bisa membuat Anda tidak produktif. Ini bisa berdampak negatif pada pekerjaan Anda. Ini karena Anda memikirkan seseorang yang sebenarnya ada di dekat Anda selalu merasa ingin bertemu. Anda mungkin juga akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama.

    Baca juga: Rekan Kerja Pengganggu Bikin Produktivitas Turun?

    5. Gosip

    Dengan berkencan dengan rekan kerja, Anda membuka kesempatan orang lain untuk membicarakan Anda. Di awal mungkin Anda tidak terpengaruh, tetapi lama-kelamaan itu akan membuat Anda tidak nyaman. Apalagi jika sudah menjadi pusat perhatian.

    BUSINESS INSIDER | MONSTER 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.