Usia Tepat Membawa Nonton di Bioskop, Balita sudah Boleh?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bioskop. Sumber: the straits times/asiaone.com

    Ilustrasi bioskop. Sumber: the straits times/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bioskop menjadi salah satu pilihan hiburan bagi anak-anak. Pada musim liburan lalu, banyak film anak yang tayang di layar lebar, salah satunya Toys Story 4. Meski filmnya aman untuk anak, banyak orang tua ragu membawa anak di bawah lima tahun alias balita ke bioskop dengan alasan suara yang terlalu bising. Sebenarnya, amankah suara bioskop untuk balita?

    Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr. Natasha Supartono, Sp.THT. mengungkapkan, tidak ada aturan baku mengenai usia anak untuk diajak nonton film di bioskop. Kemampuan telinga balita untuk mendengar bunyi juga serupa dengan orang dewasa. “Sehingga, batasan intensitas bunyi yang dapat ditolerir juga serupa,” kata dr. Natasha.

    Ia mengungkapkan, batasan intensitas bunyi yang dianggap aman adalah 85 desibel (db). Setiap bioskop sebenarnya sudah direkomendasikan untuk menyesuaikan sistem audionya, agar tidak melebihi batas tersebut.

    Beberapa film memang memiliki intensitas bunyi yang melebihi batas tersebut, terutama untuk sejumlah adegan, dalam beberapa saat. Namun secara umum, kata dr. Natasha, sebenarnya aman untuk membawa balita nonton bioskop. Tentunya, orangtua harus memilihkan film yang sesuai dengan usia anak.

    Selain itu, ada faktor lain yang harus dipertimbangkan orangtua. Misalnya, suasana studio bioskop yang gelap, dan adegan mengagetkan, yang bisa membuat balita takut hingga menangis, maupun tidak nyaman. Oleh karena itu, orangtua harus bisa mengantisipasi respons anak balita saat diajak nonton bioskop.

    Dr. Natasha menjelaskan, telinga memiliki struktur dan fungsi pengaman, yang dapat mentolerir bunyi dengan intensitas keras, dalam batas dan durasi tertentu. Baik itu dalam waktu singkat, maupun panjang.

    Intensitas bunyi yang melampaui batas, akan menyebabkan gangguan pada telinga dalam. Pada telinga dalam terdapat rumah siput atau koklea. Di dalam koklea inilah, ada berbagai sel rambut, yang berfungsi meneruskan sinyal bunyi ke otak.

    Intensitas bunyi yang terlalu keras akan mengganggu gerak sel rambut tersebut. Akibatnya, sel rambut tidak bisa meneruskan sinyal bunyi ke otak. Kondisi semacam ini, akan menimbulkan gangguan pendengaran tipe saraf.

    Oleh karena itu, pilihlah film dengan cermat, sebelum mengajak anak nonton bioskop. Jangan ajak balita nonton film laga, yang memang diperuntukkan remaja dan orang dewasa. Sebab, film bergenre tersebut, bisa menghadirkan suara yang terlalu keras untuk balita.

    SEHATQ.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.