Jaga Pola Makan, Abimana Aryasatya Stop Gula dan Ganti Nasi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abimana ditemui usai konferensi pers film terbarunya, Sabtu Bersama Bapak di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta, 7 Juni 2016. TEMPO/Dini Teja

    Abimana ditemui usai konferensi pers film terbarunya, Sabtu Bersama Bapak di CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta, 7 Juni 2016. TEMPO/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak kenal dengan Abimana Aryasatya? Aktif sebagai seorang produser dan aktor, wajahnya pun sering menghiasi layar kaca Tanah Air. Abimana ternyata memiliki tantangan sendiri untuk menjaga pnampilannya. Salah satu yang dilakukannya adalah dengan tidak makan sembarangan. Saat ditemui di kantor Tempo dalam rangka promosi film Gundala, ia mengatakan bahwa dirinya selalu memastikan asupan makanan guna menjaga kesehatannya.

    “Memang agak ribet. Tapi semua untuk kebaikan saya. Karena kan aktif bekerja. Jadi harus makan yang baik agar tetap sehat,” katanya di Jakarta pada 19 Juli 2019.

    Dalam hal ini, ia mengaku akan menolak segala jenis makanan yang mengandung penyedap rasa atau Monosodium glutamat (MSG). Menurutnya, terlalu banyak mengkonsumsi MSG terlalu banyak dapat mendatangkan banyak masalah kesehatan. Meski demikian, ia tetap mengatakan jika makanan ber-MSG sangat menggoda. “Saya sudah tidak mengkonsumsi MSG sejak tahun 2016. Sebenarnya enak, tapi jangan deh untuk kesehatan,” katanya.

    Selain itu, ia juga tak lagi mengkonsumsi makanan dengan banyak mengandung gula. Contohnya seperti saat akan menyeduh teh dan kopi di rumah. Kebiasaan ini rupanya telah dilakukan sejak menjadi seorang aktor. Sebab menurut pengakuannya, ia sering diundang ke berbagai acara dengan jenis makanan yang tak terkontrol. Apabila tidak bisa dicegah di rumah, saat di tempat publik pun menjadi lebih berbahaya untuk kesehatan, khususnya terkait gula.

    “Saya enggak suka menolak yang disajikan saat acara. Jadi lebih baik yang di rumah di kontrol. Kalau ada event, ya makan tapi sedikit. Karena ya balik lagi kesehatan bisa terganggu kalau kebanyakan konsumsi gula,” katanya.

    Yang terakhir, ia juga telah stop mengkonsumsi nasi. Sebagai ganti karbohidrat, Abimana pun memilih shirataki. Menurutnya, ini lebih enak dan sehat karena rasanya yang menyerupai jelly dan kalori yang terkandung pada satu porsinya pun hanya 30 kalori. “Masalah kesehatan dari obesitas kan banyak. Jadi sekarang sudah tidak nasi putih lagi, tapi shirataki,” kata Abimana Aryasatya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.