Nunung Konsumsi Narkoba Untuk Jaga Stamina, Ada Cara Lebih Aman

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan Nunung di Opera Van Java saat acara sahur di Studio Trans, Jakarta, 19 Agustus 2018. Tertangkapnya Nunung menambah daftar pelawak yang terjerat kasus narkoba. Dok. TEMPO/Yosep Arkian

    Penampilan Nunung di Opera Van Java saat acara sahur di Studio Trans, Jakarta, 19 Agustus 2018. Tertangkapnya Nunung menambah daftar pelawak yang terjerat kasus narkoba. Dok. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung harus berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Bersama dengan suaminya, July Jan Sembiran, keduanya ditangkap di rumah setelah terbukti mengkonsumsi barang haram itu. Menurut pengakuan Nunung, obat terlarang tersebut dikonsumsi guna menambah stamina saat kerja. "Nunung dan suaminya mengakui untuk meningkatkan stamina," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jumat 19 Juli 2019.

    Bagi orang sesibuk Nunung, menjaga stamina memang sangat penting demi bisa terus bekerja di dunia hiburan yang tidak ada jadwal kerja yang pasti. Sayang ia harus menggunakan sabu untuk menjaga staminanya tetap baik. Dokter ahli saraf dan otak Yuda Turana mengatakan narkotika memang bisa mempengaruhi kerja saraf khususnya saraf yang berjenis stimulan dan depresan.

    Narkotika dapat merangsang tubuh untuk lebih bersemangat, tidak mudah lelah dan segar. “Stimulan itu seperti kokain atau sabu-sabu. Kalau depresan itu morfin dan opium. Mereka memang bisa mempengaruhi saraf sehingga penggunanya mengalami euforia yang berlebihan,” katanya saat dihubungi Tempo pada Sabtu 20 Juli 2019.

    ilustrasi olahraga treadmill (pixabay.com)

    Walau begitu, menurut Yuda, upaya untuk menjaga stamina dengan narkotika hanya bersifat sementara. Bagi mereka yang sangat sibuk bekerja, narkoba kerap digunakan sebagai jalan keluar yang instan. Padahal sebarnya ada beberapa cara mudah agar seseorang yang memiliki jadwal padat dapat tetap menjaga stamina untuk waktu yang panjang.

    Hal pertama dan paling mudah dilakukan ialah memastikan mengkonsumsi makanan sehat dan cukup setiap harinya. Yuda menyebut bahwa makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein yang dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari dapat menjadi cadangan energi tubuh. Sehingga saat sedang lelah dan membutuhkan stamina, seseorang pun akan tetap kuat. “Makanan yang dikonsumsi itu kan tidak langsung diproses semua. Tapi disimpan juga. Ketika Anda makannya baik, otomatis simpanannya juga baik dan nantinya bisa diurai saat dibutuhkan, misalnya saat sedang lelah bekerja,” katanya.

    Apabila seseorang merasa mendapat asupan yang kurang terkontrol, Yuda berpesan untuk selalu mengkonsumsi suplemen dan vitamin. Sebab keduanya dapat menggantikan nutrisi yang belum tercukupi, serta menjaga kesehatan tubuh. Salah satu jenis yang disarankannya adalah vitamin C. “Vitamin C itu meningkatkan kekebalan tubuh. Dia juga membantu meningkatkan energi. Jadi bisa mencegah dari kelelahan,” katanya.

    Terakhir, ia menyarankan untuk rajin berolahraga. Dalam hal ini, Yuda mengatakan bahwa aktivitas fisik dapat memicu peningkatan energi. Lebih dari itu, ia juga bisa meningkatkan kualitas hidup karena menyehatkan berbagai organ tubuh seperti jantung dan paru-paru. “Ada penelitian yang pernah saya baca. Itu mengatakan kalau kegiatan ringan seperti jalan kaki ke kantor atau peregangan di sela mengerjakan pekerjaan, bisa meningkatkan energi dan menyehatkan organ-organ. Jadi tidak harus yang olahraga berat. Biasa saja sudah ada manfaatnya,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.