Selasa, 17 September 2019

Anak Didiagnosis Autisme, Coba 3 Terapi Berikut

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robot untuk Terapi Autis. Kredit: Techcrunch

    Robot untuk Terapi Autis. Kredit: Techcrunch

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak perlu bingung harus melakukan apa bila anak didiagnosis menderita autisme. Jika anak terdiagnosa autisme, segera lakukan penanganan dengan memberikan terapi yang mencakup tiga hal, yakni perilaku, bicara, dan okupasi. Begitu menurut Ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI), Gayatri Pamoedji.

    "Untuk bicara bisa dimulai dengan 10 benda yang paling sering anak pakai. Di rumah usahakan 30-40 jam per minggu dilakukan terapi," katanyaa.

    Untuk terapi okupasi, bisa berupa olahraga untuk mengoordinasikan motorik halus, seperti gerakan jari, motorik kasar misalnya gerakan kaki, dan ini bisa dilakukan melalui bantuan orang tua di rumah.

    "Orang tua yang harus belajar. Penelitian menunjukkan 80 persen anak berkebutuhan khusus sukses karena orang tuanya," tutur Gayatri.

    Orang tua perlu memberikan tiga kali lipat kasih sayang pada anak dengan autisme di rumah karena mereka merasa tidak aman di luar rumah. Selain itu, dukungan keluarga besar menjadi hal penting. Jika belum bisa menerima, setidaknya jangan menghakimi anak dengan autisme.

    "Anak autis tantrum di mal misalnya, jangan dilihat lebih dari lima detik karena tidak menolong, orang tua merasa terpojok. Jangan dikira anak autisme tidak punya perasaan. Jangan bercanda pakai kata autis," katanya.

    -


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.