BJ Habibie Terbiasa Tidur 4 Jam Sehari, Cek Risikonya bagi Tubuh

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden BJ Habibie saat sidang umum Tahun 1999 di Gedng MPR/DPR. BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Dok.TEMPO/ROBIN ONG

    Presiden BJ Habibie saat sidang umum Tahun 1999 di Gedng MPR/DPR. BJ Habibie menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998. Dok.TEMPO/ROBIN ONG

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ketiga RI, BJ Habibie, memiliki kebiasaan unik. Ia selalu tidur selama empat jam sehari. Selebihnya, ia menggunakannya untuk observasi dan mempelajari banyak hal baru. 

    “Saya dari lahir hanya membutuhkan tidur empat jam. Selebihnya yang 20 jam, panca indera saya menyerap lingkungan sekitar dan bertanya-tanya,” katanya dalam peluncuran biografinya di Perpustakaan Habibie Ainun di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

    Meski memiliki nilai positif untuk menambah ilmu, namun imbauan dari ahli kesehatan adalah istirahat selama 7-8 jam sehari sebab ini berguna sebagai proses detoksifikasi alami, yakni cara tubuh membuang virus dan bakteri jahat di tubuh. Sebaliknya, jika kurang dari imbauan, layaknya Habibie yang tidur selama empat jam sehari, proses detoks ini pun bisa terganggu. Akibatnya, berbagai masalah kesehatan pun bisa dialami. Melansir dari Web MD dan Health Line, berikut lima di antaranya.

    #Lamban berpikir
    Kurang tidur dapat menyebabkan beberapa masalah kognitif. Tidur yang tidak tepat akan mempengaruhi sebagian besar otak dan Anda akan kehilangan energi untuk berpikir kreatif atau memahami sesuatu dengan jelas. Jadi, untuk menghindari masalah berpikir, tidur yang cukup.

    #Meningkatkan risiko kanker 
    Jika memiliki durasi tidur yang paling singkat, Anda memiliki kesempatan terkena kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker prostat sebab ketiganya membutuhkan proses detoksifikasi sempurna untuk menghalaunya. Tak heran, pekerja yang terbiasa bekerja malam sering menjadi pasien dari jenis kanker ini.

    #Hormon seks menurun
    Tidak cukup tidur setiap hari bisa mengurangi gairah seks. Menurut sebuah penelitian, pria muda yang kehilangan waktu tidur selama satu minggu menunjukkan penurunan kadar testosteron. Bahkan, tidur kurang dari lima jam akan langsung mengurangi kadar hormon seks 10 sampai 15 persen.

    #Pelupa
    Kurang tidur selama sehari bisa membuat lebih pelupa. Sebuah penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tidur memiliki dampak pada pembelajaran dan ingatan. Tidur sangat penting untuk mengkonsolidasikan hal-hal yang kita pelajari di otak. Jadi, istirahat yang tepat diperlukan untuk mengunci informasi baru di otak.

    #Cepat tua 
    Kurang tidur juga mempengaruhi kulit dan membuat Anda terlihat tua di usia muda. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang kurang tidur dan memiliki kebiasaan tidur yang buruk akan mengalami garis-garis halus, keriput, warna kulit tidak rata, dan kulit kendur.

    #Risiko diabetes meningkat
    Selain memiliki lingkar pinggang yang lebih besar, orang yang tidak cukup tidur memiliki peningkatan risiko terkena diabetes. Tidur yang tidak tepat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang akan menyebabkan diabetes. Sebaliknya, orang yang tidur selama 8 jam memiliki kemungkinan lebih rendah terkena diabetes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.