Alasan Generasi Alpha Bakal Memikul Beban Berat di Masa Datang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi Alpha adalah mereka yang lahir pada 2010-2025. Mereka akan menghadapi tantangan yang cukup besar di masa depan. Salah satunya adalah mampu bereksplorasi.

    Psikolog anak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd., menyebutkan beberapa tantangan yang akan dihadapi generasi Alpha, di antaranya menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi hingga akan adanya jutaan lapangan pekerjaan baru yang tercipta.

    "Ada 2,5 juta bayi generasi Alpha yang lahir setiap minggunya. Tapi, angka ini akan sedikit jumlahnya karena saat mereka dewasa akan ada banyak orang tua daripada yang produktif. Ini tentu menjadi tantangan juga bagi mereka," ujar Rosdiana.

    Oleh karena itu, generasi Alpha harus memiliki kemampuan belajar yang progresif, yakni selalu ingin terus berkembang dan tidak terpaku pada pendidikan formal. Menurut Rosdiana, di sekolah seorang anak bisa belajar dengan cara kerja tim. Hal ini akan mengasah cara berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian.

    Ilustrasi anak-anak generasi Alpha. shutterstock.com

    Cara belajar tersebut akan membentuk empat karakter penting bagi anak yang bermanfaat untuk bersaing di masa mendatang. Eksplorasi juga menjadi karakter yang harus dibangun sejak dini. Anak dibiasakan untuk mau mencari hal baru yang dapat dikembangkan, baik di dalam diri dan lingkungan.

    "Untuk menemukan sesuatu yang baru, dia harus berpikir kritis, berpikir di luar apa yang sudah ada dan mau banyak bertanya. Ketiga ialah memiliki jiwa kepemimpinan, dia dapat memimpin dirinya sendiri dan orang lain. Jiwa leadership harus dipupuk dari kecil agar dia bisa lebih fleksibel saat menjadi penduduk dunia," jelas Rosdiana.

    Terakhir adalah rasa empati atau memahami kebutuhan orang lain agar menciptakan solusi bagi lingkungan. Sikap ini yang nantinya akan membuat mereka menjadi seorang spesialis di bidang yang disukai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.