Awas, Masalah Mata Bisa Ganggu Prestasi Anak di Sekolah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dan kacamata/masalah penglihatan. Pexels.com

    Ilustrasi anak dan kacamata/masalah penglihatan. Pexels.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penting sekali bagi orang tua untuk memperhatikan kesehatan mata anak. Tahukah orang tua bahwa masalah pada mata anak bisa menimbulkan banyak dampak negatif untuknya? Di sekolah, dokter mata Astrianda Suryono mengatakan bahwa pandangan yang buram bisa menurunkan prestasi anak. Mengapa demikian?

    Wanita yang akrab disapa Astri ini mengatakan bahwa mata yang buram bisa mengganggu konsentrasi berpikir anak. Sebab awalnya, anak memiliki penglihatan yang jelas. Namun, perubahan baru yang berhubungan dengan pandangannya bisa menyebabkan pusat pikiran anak lebih mengarah pada masalah tersebut.

    “Konsentrasi tentu jadi terbelah. Karena memikirkan mata yang penglihatannya menurun, tapi juga tetap harus menangkap pelajaran dengan baik di sekolah,” katanya dalam acara Eye Stand By U di Jakarta pada 14 Oktober 2019.

    Selain itu, penglihatan yang menurun juga akan berpengaruh kepada kemampuan menangkap pelajaran. Sebab, Astri menjelaskan bahwa hal tersebut membuat anak hanya mengandalkan indra pendengarannya saja. Sedangkan pada pelajaran tertentu, memperhatikan visualisasi juga dibutuhkan. “Contohnya di pelajaran matematika. Akan lebih enak kalau kita bisa melihat secara visual cara menghitungnya. Karena hanya mendengar, kemampuan menangkap pelajarannya jadi berkurang,” katanya.

    Tak heran, Astri pun menghimbau agar orang tua bisa mengamati perubahan yang dialami anak. Misalnya, anak yang mulai sering mengeluhkan pandangan yang kabur. “Orang tua harus bertindak cepat untuk membawa anak periksa. Walaupun bukan penyakit mata yang serius, mungkin sekedar kacamata akan sangat membantu untuk anak,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.