Crosshijaber Belum Tentu Penyimpangan Seksual, Ini Kata Psikolog

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua warga Muslim menutupi wajah mereka saat menggelar aksi protes pelarangan cadar di Vienna, Austria, 1 Oktober 2017. Bagi warga yang melanggar peraturan penggunaan penutup wajah di tempat umum akan dikenakan sanksi sekitar Rp 2,3 juta. REUTERS/Leonhard Foeger

    Dua warga Muslim menutupi wajah mereka saat menggelar aksi protes pelarangan cadar di Vienna, Austria, 1 Oktober 2017. Bagi warga yang melanggar peraturan penggunaan penutup wajah di tempat umum akan dikenakan sanksi sekitar Rp 2,3 juta. REUTERS/Leonhard Foeger

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemunculan crosshijaber tengah membuat kehebohan. Komunitas crosshijaber adalah kumpulan pria yang senang berpenampilan layaknya perempuan dengan mengenakan hijab bergaya syar'i lengkap dengan cadar.

    Psikolog klinis yang praktek di Rumah Sakit Fatmawati, Widya Shintia Sari, M.Psi mengatakan crosshijaber, jangan langsung dilabeli penyimpangan seksual sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

    "Untuk penyimpangan seksual atau tidak, tentunya tidak bisa gegabah untuk melabel demikian karena sangat bergantung pada hal yang melatarbelakangi dan hasil pemeriksaan lebih lanjut," kata Widya.

    Ilustrasi hijab dan cadar. REUTERS/Amanda Perobelli

    Widya menuturkan perlu dilihat lebih lanjut latar belakang termasuk motivasi atau tujuan yang menyebabkan pria berpenampilan seperti perempuan dan memakai hijab. Menurut Widya, ada beberapa kemungkinan hal yang melatarbelakangi crosshijaber, yakni pelaku memiliki kecenderungan mencari kepuasan seksual dengan cara demikian atau kecenderungan transvestic fetishism.

    Widya menuturkan pelaku crosshijaber merasa hal tersebut lucu dan menghibur. Pelaku senang ikut-ikutan tren yang berkemungkinan membuat dirinya ikut populer atau mencari perhatian. Pelaku crosshijaber juga bisa terdorong dengan motivasi mencari konten untuk media sosial agar viral. Pelaku dapat juga memiliki motivasi dengan tujuan penyamaran, penipuan, atau hal-hal mengarah ke tindak kriminal.

    "Perlu dilihat juga pelakunya di bawah pengaruh obat, substance atau tidak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.