5 Jenis Minuman Tidak Sehat yang Harus Dihindari

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Minuman Energi Ganggu Kerja Jantung

    Minuman Energi Ganggu Kerja Jantung

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Anda berpikir dapat menyeimbangkan minuman sama seperti makanan yang dikonsumsi setiap hari, sayangnya sains tidak berpendapat sama. Pada 2011, ulasan dari beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa cairan yang mengandung kalori tidak dapat dikategorikan sebagai makanan padat. Minuman berkalori tersebut hanya meningkatkan kebutuhan kalori harian seseorang.

    Beberapa minuman ditakdirkan aman untuk diminum sesering mungkin, namun sebagian lagi dicap tidak sehat. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Berikut lima minuman yang dicap tidak sehat namun dapat disimpan di dalam lemari pedingin dan dinikmati untuk melihat hasilnya, dilansir dari Cheat Sheet.

    #Jus
    Tidak dapat dipungkiri jika jus buah dan sayur menawarkan banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, terutama yang baru saja dibuat. Masalahnya adalah kalori dan porsi, 120 persen kebutuhan vitamin C harian dapat dipenuhi dengan mengonsumsi satu gelas jus anggur. Sayangnya, satu gelas jus anggur juga mengandung 140 kalori. Satu mangkuk buah mengandung lebih sedikit vitamin C, namun hanya akan menyuplai kalori lebih sedikit, yakni 104 kalori dan satu gram serat. Jika ingin mengonsumsi jus, hindari label “juice drink” atau “juice cocktail”, sebab di dalamnya mengandung hampir 30 gram gula per pernyajian.

    #Minuman olahraga
    Kerap melihat minuman berwarna-warni saat berada di pusat kebugaran? Masalah utamanya adalah mereka yang mengonsumsi minuman berwarna-warni atau minuman olahraga tersebut bukanlah atlet yang memang disarankan untuk meminumnya. Minuman berenergi diracik khusus untuk para atlet.

    Sebut saja Gatorade, minuman berenergi yang diciptakan 1965 oleh asisten pelatih klub Florida Gators untuk menggantikan elektrolit dan karbohidrat yang hilang saat pemain bertanding. Treadmill selama 30 menit dan mengangkat beban tidak membutuhkan jumlah kalori atau elektrolit yang sama dengan yang terdapat dalam satu botol minuman olahraga. Lebih lanjut, Livingstrong.com mengungkapkan elektrolit dan karbohidrat yang hilang saat berolahraga dapat digantikan dengan beberapa jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari, yang tentunya mengandung sodium.

    Ilustrasi minuman bersoda (Pixabay.com)

    #Soda
    Dibuat dari campuran perasa buatan dan gula, soda ternyata tidak mendatangkan manfaat apapun bagi tubuh. Sebanyak 20 ons minuman bersoda seperti Coca-cola mengandung 260 kalori, 60 miligram sodium, dan 70 gram gula, tanpa vitamin dan mineral. Hal tersebut juga berlaku untuk teh kemasan yang mengandung pemanis buatan. Teh memang menyehatkan, namun jika dibuat sendiri. Jika ingin menambahkan rasa manis, Anda dapat mencampur sedikit madu murni. Sebagai catatan, beberapa minuman dikemas dengan label bernutrisi, namun sangat identik dengan soda.

    #Minuman 0 persen kalori
    Kebanyakan orang memilih minuman bersoda atau minuman 0 persen kalori hanya untuk memuaskan dahaga akan minuman manis dan berharap dapat menekan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Tidak semudah itu. Penelitian, termasuk yang dilakukan pada 2008, mengindikasikan bahwa pemanis buatan dalam minuman 0 persen kalori hanya akan membuat seseorang lapar mata sebab kebutuhan kalori harian tidak dapat dipenuhi dengan maksimal.

    Kabar buruknya tidak berhenti sampai di situ. Studi dengan cakupan lebih besar dengan lebih dari 66.000 orang partisipan perempuan menemukan mereka yang mengonsumsi minuman mengandung pemanis buatan menunjukkan peningkatan risiko diabetes dibanding dengan yang mengonsumsi minuman dengan pemanis alami atau gula. Minuman 0 persen kalori yang baik jatuh pada air putih.

    #Minuman berenergi
    Banyak orang tidak begitu menyukai rasa pahit kopi. Sebagai alternatif mereka memilih minuman berenergi untuk dapat merasakan efek kafein. Satu kaleng minuman berenergi mengandung 130 gram kalori dan 31 gram gula.

     “Kebanyakan minuman berenergi mengandung stimulan yang berbahaya bagi tubuh,” ujar Barbara Lewin, R.D., ahli gizi, anggota Sport and Cardiovascular Practice Group (SCAN).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.